MOMSMONEY.ID - Dampak kenaikan dollar terhadap perekonomian masyarakat bukan lagi sekadar isu makro ekonomi, melainkan telah menjadi getaran keras yang terasa hingga ke dapur rumah tangga.
Konflik berkepanjangan di Timur Tengah baru-baru ini telah memicu gejolak geopolitik yang mengguncang stabilitas finansial global.
Akibatnya, nilai tukar dolar meroket tajam. Per hari ini, posisi rupiah terpantau menyentuh angka 17.684,75 per dolar AS. Level yang mengirimkan sinyal waswas bagi para pelaku usaha dan masyarakat biasa.
Baca Juga: Level Rp 17.000 Mengintai Rupiah, Indef Ingatkan Risiko Fiskal Awal 2026
Mulai dari harga pangan, biaya logistik, hingga ongkos produksi ikut terdongkrak. Keluhan pun mulai terdengar dari berbagai lapisan masyarakat.
Memang, ketika dampak kenaikan dolar merembes ke transaksi harian, tekanan terbesar justru dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah yang ketergantungan pada barang impor.
Lantas, apa saja bentuk nyata dari dampak kenaikan dolar yang kini dihadapi masyarakat dalam kehidupan perekonomian sehari-hari? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Rupiah Keok, Alarm Pasar Menguji Kredibilitas Kebijakan Fiskal dan Moneter
Dampak kenaikan dolar
Naiknya dolar telah berimbas pada rupiah yang terus mendapatkan tekanan. Hal ini pun berdampak pada kehidupan perekonomian masyarakat sehari-hari.
Berikut beberapa dampaknya, sebagaimana dikutip dari voiceofasean.com:
1. Harga barang naik
Dampak pertama yang sangat terasa adalah naiknya harga barang. Terutama untuk barang-barang impor.
Mulai dari gadget, elektronik, hingga kendaraan yang umumnya menggunakan acuan dolar, mengalami kenaikan biaya impor yang otomatis berdampak pada harga pasar yang turut menyesuaikan.
Tak hanya itu, produk lokal juga bisa terkena dampaknya ketika bahan baku yang digunakan juga berasal dari impor.
Baca Juga: Cek 3 Rekomendasi Saham Bluechip dari Mirae Sekuritas untuk Hari Ini (19/5)
2. Naiknya biaya layanan digital
Dampak berikutnya yang bisa Anda dirasakan adalah naiknya biaya layanan digital. Misalnya saja platform streaming, game online, hingga aplikasi premium yang biasanya menggunakan acuan dolar.
Jika biaya tersebut dirupiahkan, maka akan terjadi peningkatan. Mungkin hal ini tidak terlalu terasa untuk kehidupan sehari-hari, namun bisa berpengaruh pada pengeluaran bulanan Anda.
3. Energi dan distribusi
Dampak kenaikan dolar berikutnya adalah pada sektor energi dan distribusi. Mengingat bahwa Indonesia masih melakukan impor pada kebutuhan energi, salah satunya adalah minyak.
Ketika dolar mengalami kenaikan, otomatis biaya impor energi tersebut juga akan meningkat. Dampaknya tentu saja pada biaya transportasi dan distribusi. Lalu, menjalar pada harga kebutuhan sehari-hari yang turut naik.
Baca Juga: Asing Catatkan Net Sell Rp 460 Miliar, Saham Apa Paling Banyak Dijual?
4. Kebutuhan pribadi naik
Kenaikan dolar juga sangat dirasakan pada kebutuhan pribadi Anda. Terutama yang berhubungan dengan mata uang asing.
Misalnya saja buat Anda yang sekolah atau menyekolahkan di luar negeri, pembelian barang dari luar negeri, hingga bisnis internasional.
Harga yang harus Anda bayarkan dalam bentuk rupiah pun akan semakin besar. Sehingga, mau tidak mau Anda perlu melakukan evaluasi dan pengelolaan keuangan kembali agar lebih strategis.
Pada akhirnya, ketahanan sebuah rumah tangga kini diuji bukan hanya oleh besarnya pemasukan, melainkan oleh sejauh mana ia mampu bertahan di tengah terjangan dampak kenaikan dolar yang perlahan namun pasti menggerus daya beli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News