MOMSMONEY.ID - Di tengah maraknya hiburan digital, tradisi mendongeng dan cerita rakyat ternyata masih diminati generasi muda. Hal itu terlihat dari antusiasme ratusan peserta dalam Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026.
Festival yang digagas Navaswara dan digelar di Pendopo Gubernur Banten akhir pekan lalu ini diikuti lebih dari 500 peserta mulai dari tingkat SD hingga umum. Para peserta membawakan kembali legenda-legenda khas Banten lewat pertunjukan storytelling kreatif.
Ajang ini tidak hanya menjadi lomba mendongeng, tetapi juga upaya mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak dan remaja dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Ketua Panitia Pelaksana Cahaya Manthovani mengatakan, peserta tahun ini menunjukkan kreativitas tinggi dalam membawakan cerita rakyat.
Baca Juga: KB Bank Ajak Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif Melalui Program GenKBiz
“Kami melihat kualitas penceritaan yang sangat luar biasa. Peserta tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga menyiapkan kostum dan properti yang sangat detail. Ini membuktikan bahwa cerita rakyat tetap relevan jika diberikan ruang ekspresi yang tepat,” ujarnya dalam keterangan resmi Selasa (19/5).
Selain kemampuan bercerita, peserta juga dinilai dari penghayatan budaya lokal dan penggunaan bahasa. Penilaian dilakukan oleh pegiat dongeng dan komunitas literasi, termasuk Ayo Dongeng Indonesia.
Gubernur Banten Andra Soni menilai, budaya tutur memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Budaya tutur adalah akar dari jati diri masyarakat Banten. Melalui Festival Suara Nusantara ini, kita tidak hanya mendengarkan cerita masa lalu, tetapi sedang menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada calon pemimpin masa depan,” katanya.
Penyelenggara berharap, kegiatan serupa bisa terus hadir di berbagai daerah agar cerita rakyat tetap hidup dan dikenal generasi muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News