MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 1,85% atau terkoreksi 124 poin ke level 6.599.
Tekanan di pasar saham domestik juga dibarengi dengan aksi jual investor asing. Tercatat, asing membukukan net sell sebesar Rp 460 miliar di pasar reguler dari nilai transaksi mencapai Rp 21 triliun.
Aksi jual asing paling besar terjadi pada sejumlah saham komoditas dan konglomerasi. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi emiten dengan nilai jual bersih terbesar oleh investor asing, yakni mencapai Rp 315 miliar.
Tekanan dari asing turut memangkas harga ANTM sampai 9,71% kemarin Senin menjadi Rp 3.160.
Selain itu, asing juga ramai melepas saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp 153 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 149 miliar.
Tekanan jual asing juga tercatat pada saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 77 miliar dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 68 miliar.
Penurunan DSSA kemarin cukup besar juga, sampai menyentuh auto reject bawah (ARB), yaitu sebesar 14,98% ke Rp 880 per saham.
Saham Bank Dibeli Asing
Di tengah pelemahan IHSG, investor asing ternyata masih memburu saham-saham sektor perbankan. Saham-saham ini mencatatkan nilai beli bersih atau net buy terbesar.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten dengan nilai beli bersih asing terbesar, yakni mencapai Rp 107 miliar.
Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net buy asing sebesar Rp 85 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 52 miliar.
Kendati saham bank besar dilirik asing, harga sahamnya tidak serta merta naik. Kemarin, hanya BBCA yang ditutup menguat 0,41% ke Rp 6.125. Sedangkan BMRI dan BBRI turun masing-masing 1,67% dan 1,92%.
Tak hanya saham bank, investor asing juga mencatat pembelian bersih pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp 59 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp 57 miliar.
Nah, itu dia saham-saham yang paling banyak dijual maupun dibeli asing kemarin Senin, 18 Mei 2026. Saham yang paling banyak dilepas ataupun diakumulasi asing tidak serta merta menyebabkan penurunan maupun kenaikan harga sahamnya.
Jika ingin mengikuti jejak asing, sesuaikan keputusan investasi Anda dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News