M O M S M O N E Y I D
Bugar

10 Makanan Sehari-hari yang Bikin Peradangan pada Tubuh

10 Makanan Sehari-hari yang Bikin Peradangan pada Tubuh
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ternyata, ini, lo, beberapa makanan sehari-hari yang bikin peradangan pada tubuh. Apa saja?

Peradangan sebenarnya adalah respons alami tubuh untuk melawan infeksi dan memperbaiki jaringan yang rusak. Namun, ketika peradangan terjadi terus menerus dalam jangka panjang, kondisi ini justru bisa memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Tanpa disadari, pola makan harian memiliki peran besar dalam memicu atau meredakan peradangan. Beberapa makanan yang sering dikonsumsi sehari hari ternyata dapat memperburuk peradangan jika dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga: 4 Minuman Tidak Sehat yang Bisa Bikin Ginjal Rusak

Melansir dari laman Health, berikut beberapa makanan sehari-hari yang bikin peradangan pada tubuh:

1. Makanan dan Minuman Manis

Makanan dan minuman manis seperti soda, permen, kue, es krim, dan minuman berpemanis mengandung gula tambahan tinggi. Konsumsi gula berlebih dapat mengganggu kesehatan usus dan meningkatkan zat pemicu peradangan dalam tubuh.

Selain itu, pola makan tinggi gula berkaitan dengan obesitas, penyakit jantung, dan gangguan hati. Kelebihan gula juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan bakteri usus yang berhubungan dengan peradangan.

2. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji umumnya tinggi daging olahan, karbohidrat olahan, gula tambahan, dan garam. Pola makan ini dapat memicu penambahan berat badan dan menurunkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Asupan garam tinggi dari makanan cepat saji dapat meningkatkan protein pemicu peradangan dan memperbesar risiko penyakit sendi serta penyakit jantung akibat penumpukan plak di pembuluh darah.

3. Daging Merah dan Daging Olahan

Steak, bacon, dan hot dog termasuk daging yang dapat meningkatkan penanda peradangan dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Pola makan tinggi daging merah dan olahan juga dapat meningkatkan senyawa tertentu yang berkaitan dengan peradangan dan risiko penyakit jantung.

4. Makanan Gorengan

Gorengan seperti kentang goreng, ayam goreng, dan bacon mengandung senyawa berbahaya hasil proses pemanasan tinggi. Zat ini dapat memicu peradangan, stres oksidatif, dan kerusakan sel.

Konsumsi gorengan secara rutin juga dikaitkan dengan penuaan dini serta meningkatnya risiko diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.

5. Makanan Kemasan dan Olahan

Keripik, biskuit, makanan beku, dan makanan manis kemasan biasanya tinggi gula, garam, dan bahan tambahan. Makanan jenis ini dapat meningkatkan peradangan dan dikaitkan dengan gangguan autoimun serta masalah pencernaan tertentu jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan dan Minuman yang Dianggap Sehat Padahal Tidak

6. Minyak Tinggi Omega 6

Minyak seperti minyak kedelai, jagung, dan canola mengandung omega 6 yang cenderung bersifat proinflamasi jika tidak seimbang dengan omega 3.

Asupan berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Menjaga keseimbangan antara lemak omega 6 dan omega 3 sangat penting untuk mengendalikan peradangan.

7. Makanan Tinggi Garam Tambahan

Makanan asin seperti keripik, saus asin, dan camilan kemasan mengandung natrium tinggi. Kelebihan garam dapat meningkatkan produksi protein pemicu peradangan, memperburuk gangguan radang usus, dan mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.

8. Biji-Bijian Olahan

Roti putih, nasi putih, dan kue kering termasuk biji-bijian olahan yang rendah serat. Kurangnya serat membuat makanan ini kurang mendukung kesehatan usus dan dapat memicu kenaikan berat badan serta peradangan jika dikonsumsi berlebihan.

9. Pemanis Buatan

Pemanis buatan seperti aspartam dan sukralosa dapat memengaruhi keseimbangan bakteri usus. Kondisi ini berpotensi menciptakan lingkungan pencernaan yang mendukung peradangan.

10. Alkohol

Konsumsi alkohol berlebih dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas dan protein pemicu peradangan. Dalam jangka panjang, alkohol dapat merusak hati dan meningkatkan risiko penyakit hati terkait alkohol.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Tidak Sehat yang Harus Dihentikan jika Ingin Panjang Umur

Itulah beberapa makanan sehari-hari yang bikin peradangan pada tubuh. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya: Toyota Luncurkan 4 Mobil Hybrid Varian Termurah, Apa Saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Jenis Teh yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Ini, lho, beberapa jenis teh yang secara alami bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Kira-kira apa saja?  

6 Minuman yang Berbahaya untuk Dikonsumsi dengan Obat Tekanan Darah

Ada beberapa minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi dengan obat tekanan darah. Cek selengkapnya di sini!

4 Manfaat Konsumsi Makanan Fermentasi untuk Kesehatan Usus Anda

Intip beberapa manfaat konsumsi makanan fermentasi untuk kesehatan usus berikut ini, yuk! Ada apa saja?

5 Manfaat Konsumsi Kombucha bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Yuk, intip beberapa manfaat konsumsi kombucha bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui di sini!     

5 Makanan Tak Terduga yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik

Ternyata ini, lho, beberapa makanan tak terduga yang bisa bikin tekanan darah naik! Apa sajakah itu?

8 Buah-buahan yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Tahukah bahwa ada beberapa buah-buahan yang secara alami bisa menurunkan tekanan darah tinggi, lho. Intip daftarnya di sini!

Rahasia Body Goals dan Awet Muda: Ini 4 Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula untuk Wanita

Ada 4 manfaat minum kopi tanpa gula untuk wanita. Moms wajib tahu, simak informasi selengkpanya di sini.  

6 Buah Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Usus dan Pencernaan Anda

Apa saja buah terbaik untuk menjaga kesehatan usus dan pencernaan, ya? Cari tahu di sini, yuk!      

13 Rekomendasi Sayuran Akar yang Paling Sehat untuk Dikonsumsi

Ada beberapa rekomendasi sayuran akar yang paling sehat untuk dikonsumsi. Mari intip selengkapnya di sini!  

Begini Cara Hitung Kebutuhan Cat Rumah dengan Tepat biar Tidak Terlalu Boros

Cara menghitung kebutuhan cat rumah dengan akurat agar hemat biaya, hasil lebih rapi, dan tidak menyisakan banyak cat.​