M O M S M O N E Y I D
Santai

Tren Terapis Rumah Kekinian yang Disebut Bisa Bantu Kesehatan Mental

Tren Terapis Rumah Kekinian yang Disebut Bisa Bantu Kesehatan Mental
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Simak beberapa tren terapis rumah 2026 yang bikin hunian terasa lebih nyaman, tenang, dan mendukung kesehatan mental sehari-hari.

Belakangan ini, banyak orang mulai sadar kalau rumah bukan cuma tempat pulang dan beristirahat. Suasana rumah ternyata punya pengaruh besar terhadap mood, fokus kerja, kualitas tidur, sampai kesehatan mental penghuninya. 

Tidak heran jika tren desain rumah berbasis kenyamanan emosional semakin populer di Indonesia pada 2026, terutama di kalangan anak muda dan keluarga modern. 

Melansir dari Better Homes & Gardens, muncul konsep baru bernama terapis rumah yang menggabungkan desain interior dengan pendekatan psikologis agar rumah terasa lebih menenangkan dan mendukung kehidupan sehari hari. 

Konsep ini dianggap relevan dengan kondisi masyarakat modern yang kini lebih peduli terhadap keseimbangan hidup dan kesehatan mental.

“Rumah Anda bisa menjadi alat untuk transformasi diri dan perubahan hidup yang lebih positif,” ujar desainer interior Olga Naiman.

Baca Juga: Bersih-Bersih Rumah Jadi Rahasia Hidup Lebih Tenang dan Fokus, Kok Bisa?

Apa itu terapis rumah?

Terapis rumah merupakan pendekatan desain interior yang tidak hanya fokus pada tampilan ruangan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan emosional penghuninya. Konsep ini membantu menciptakan rumah yang terasa aman, tenang, dan mampu mendukung aktivitas sehari hari dengan lebih nyaman.

Berbeda dari desain interior biasa yang umumnya mengutamakan estetika dan fungsi, terapis rumah melihat hunian dari sisi yang lebih dalam. Mulai dari kebiasaan penghuni, kondisi mental, pola aktivitas, hingga suasana yang ingin dibangun di dalam rumah.

Tren ini semakin berkembang setelah banyak orang menghabiskan waktu lebih lama di rumah beberapa tahun terakhir. Banyak masyarakat mulai menyadari bahwa ruangan yang berantakan, pencahayaan buruk, atau suasana rumah yang terlalu penuh ternyata bisa memicu stres tanpa disadari.

Mengapa konsep ini mulai populer di Indonesia?

Konsep terapis rumah dinilai cocok dengan gaya hidup masyarakat modern saat ini. Aktivitas kerja yang padat, tekanan sosial media, dan rutinitas harian membuat banyak orang membutuhkan tempat tinggal yang benar benar nyaman untuk memulihkan energi.

Di kota besar, hunian dengan ukuran terbatas juga membuat masyarakat mulai mencari cara agar rumah tetap terasa lega dan menenangkan. Karena itu, konsep rumah yang mendukung kesehatan mental mulai banyak diterapkan, baik di apartemen kecil maupun rumah minimalis.

Selain itu, tren self healing dan mindfulness ikut membuat masyarakat lebih sadar pentingnya menciptakan suasana rumah yang sehat secara emosional.

Perbedaan terapis rumah dan desainer interior

Sekilas, pekerjaan terapis rumah memang terlihat mirip dengan desainer interior. Namun, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda.

Desainer interior biasanya fokus pada tata ruang, warna, estetika, dan fungsi ruangan. Sementara itu, terapis rumah mencoba memahami hubungan antara kondisi emosional penghuni dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Misalnya, seseorang yang sering merasa lelah di rumah bisa jadi dipengaruhi oleh pencahayaan yang terlalu redup atau ruangan yang penuh barang. Ada juga yang sulit tidur karena suasana kamar terasa tidak nyaman secara psikologis.
Karena itu, terapi rumah lebih banyak mengedepankan kenyamanan personal dibanding sekadar tampilan visual.

Baca Juga: 7 Warna Ruang Tamu Menurut Feng Shui yang Membawa Energi Positif

Cara sederhana menerapkan terapi rumah

Menerapkan konsep terapi rumah sebenarnya tidak selalu membutuhkan biaya besar. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar rumah terasa lebih nyaman dan menenangkan.

1. Kenali kebutuhan diri sendiri

Setiap orang punya kebutuhan berbeda terhadap rumahnya. Ada yang ingin rumah terasa lebih hangat, lebih fokus untuk bekerja, atau lebih nyaman untuk beristirahat. Memahami kebutuhan ini menjadi langkah awal yang penting.

2. Rapikan barang yang sudah tidak dibutuhkan

Terlalu banyak barang di dalam rumah sering membuat ruangan terasa sesak dan melelahkan secara mental. Menyortir barang yang sudah jarang dipakai bisa membantu menciptakan suasana lebih lega.

3. Maksimalkan cahaya alami

Pencahayaan alami membantu rumah terasa lebih hidup dan segar. Membuka jendela di pagi hari atau membuat sirkulasi udara lebih baik bisa meningkatkan kenyamanan penghuni.

4. Gunakan warna yang menenangkan

Warna lembut seperti putih hangat, krem, hijau sage, atau biru muda banyak dipilih karena memberi efek rileks dan nyaman di rumah.

5. Buat sudut nyaman di rumah

Tidak perlu ruangan besar. Sudut kecil untuk membaca, bersantai, atau menikmati waktu sendiri sudah cukup membantu menjaga suasana hati tetap stabil.

6. Rumah nyaman bukan soal mewah

Salah satu hal menarik dari konsep terapis rumah adalah fokusnya bukan pada kemewahan. Rumah yang nyaman tidak selalu identik dengan furnitur mahal atau dekorasi berlebihan.

Justru, rumah yang tertata rapi, memiliki pencahayaan baik, dan sesuai kebutuhan penghuninya sering terasa jauh lebih menenangkan. Inilah yang membuat konsep terapi rumah mulai diminati banyak orang karena lebih realistis diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Di tengah aktivitas modern yang semakin padat, rumah kini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga tempat untuk mengisi ulang energi dan menjaga kesehatan mental. Karena itu, menciptakan suasana rumah yang nyaman menjadi hal penting yang mulai diperhatikan banyak masyarakat Indonesia saat ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

HP Vivo di Bawah 3 Jutaan: Performa Gaming Maksimal, Baterai Awet

Mencari HP Vivo di bawah 3 jutaan? Ketahui nama prosesor dan RAM minimal 6GB. Ini daftar 5 model terbaik yang bisa dipertimbangkan.

Promo Traveloka x BCA Liburan Sekolah Hemat hingga Rp750 Ribu, Petualangan Menanti

Liburan sekolah tiba, saatnya hemat! Traveloka & BCA tawarkan diskon hingga Rp750.000 untuk berbagai produk. Cek cara klaim promo sekarang!

Kenali Bedanya Ice Cream, Gelato, Sorbet Agar Tak Salah Beli

Sorbet, gelato, dan ice cream sering tertukar, padahal kandungan bahan beda. Perbedaan ini menentukan rasa, tekstur, hingga manfaat.

Promo Kimukatsu Terbatas! Ada Gratis Chicken Katsu untuk Para Jomblo, Cukup Pakai KTP

Status jomblo Anda jadi tiket makan gratis di Kimukatsu. Dapatkan Chicken Katsu cuma-cuma, cek syarat lengkapnya sekarang!

Naik Rp 5.000 Jadi Rp2.673.000, Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (23/6)

Harga emas batangan bersertifikat Antam hari ini keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat pada Selasa (23/6)

Sinemaku Pictures Garap Film Memburu Pemangsa, Angkat Genre Horror Crime Action

Sinemaku Pictures menggarap film terbaru bergenre horror crime action yang disutradarai Umay Shahab berjudul Memburu Pemangsa lo.

Hindari 6 Makanan yang Menyebabkan Dehidrasi Ini saat Cuaca Panas Ekstrem

Saat cuaca panas, minum air saja tak cukup. Makanan pedas hingga jus kemasan bisa menyebabkan dehidrasi lo. Cari tahu penyebabnya di sini.

Trik Jitu Hapus File WhatsApp Berukuran Jumbo, HP Langsung Lega

File besar di WhatsApp bisa bikin HP lemot. Pelajari cara menghapus dan mencegahnya agar memori ponsel tidak cepat habis.

Solusi Lapar Cepat! Bakmi GM Hadirkan Promo Super Hemat di ShopeeFood & GoFood

Mau makan Bakmi GM hemat dan praktis? Ada paket berdua di ShopeeFood dan GoFood mulai Rp30 ribuan per orang. Cek jam promonya!

IHSG Ada Peluang Rebound, Ini Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (23/6)

IHSG berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Selasa (23/6/2026)​. Cek rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas untuk hari ini.