MOMSMONEY.ID - Tren desain rumah 2026 tak lagi serba netral, kini lebih hangat dan berkarakter, yuk simak perubahan gaya yang mulai ditinggalkan desainer.
Tahun 2026 menjadi titik balik penting dalam dunia desain interior rumah. Gaya minimalis yang selama ini dianggap paling aman dan serbaguna mulai ditinggalkan oleh banyak desainer profesional.
Rumah kini tidak lagi sekadar tampil rapi dan netral, tetapi diharapkan mampu menghadirkan rasa nyaman secara emosional.
Perubahan gaya hidup dan cara orang memaknai rumah mendorong lahirnya pendekatan desain yang lebih personal dan berani.
Melansir dari Real Simple, para desainer menilai interior rumah perlu kembali mencerminkan karakter penghuninya, bukan sekadar mengikuti estetika populer.
“Ruang yang terlalu netral sekarang terasa datar dan mudah ditebak, bukan lagi pilihan desain yang punya makna,” ujar Jordan Cashman, desainer interior dan pemilik studio Sage.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Finansial Kelas Menengah yang Bisa Menghambat Kemajuan Hidup
Alasan desainer mulai meninggalkan gaya minimalis
Dalam beberapa tahun terakhir, warna putih, abu abu, dan krem mendominasi tampilan rumah modern. Awalnya, gaya ini dianggap menenangkan dan abadi. Namun seiring waktu, banyak ruang justru terlihat serupa dan kehilangan identitas.
Jordan Cashman menjelaskan bahwa minimalisme yang berlebihan membuat rumah terasa dingin dan kurang memiliki kedalaman emosional.
Padahal, rumah seharusnya menjadi ruang aman untuk beristirahat dan mengekspresikan diri. Hal serupa disampaikan Mattye Dewhirst, desainer interior asal Rhode Island, yang menilai furnitur terlalu polos sering mencerminkan ketakutan pemilik rumah dalam mengambil keputusan desain.
Menurutnya, rumah tidak perlu selalu terlihat aman di mata semua orang. Justru keberanian memilih elemen yang berbeda dapat membuat ruang terasa lebih hidup dan jujur.
Pergeseran tren menuju rumah yang lebih hangat dan berkarakter
Alih alih menghapus konsep minimalis sepenuhnya, desainer kini mengembangkannya ke arah yang lebih seimbang. Garis bersih tetap digunakan, tetapi dipadukan dengan material alami dan bentuk yang lebih lembut.
Kayu solid, kain bertekstur, kulit, serta detail buatan tangan mulai banyak dipilih karena memberi kesan hangat dan tidak kaku.
Furnitur dengan sentuhan organik dianggap lebih relevan dengan kebutuhan rumah masa kini yang menekankan kenyamanan jangka panjang.
Cashman menyebutkan bahwa elemen vintage atau furnitur dengan jejak pengerjaan yang terlihat mampu membuat ruangan terasa lebih bernyawa dan tidak seperti hasil belanja instan.
Asal usul furnitur dan cerita personal jadi nilai utama
Elaine Bauer Brooks dari Bauer Brooks Interior Design Studio menekankan pentingnya memperhatikan cerita di balik setiap benda di rumah.
Ia menyarankan pemilik rumah untuk memilih keramik, tekstil, atau karya seni yang memiliki makna pribadi, misalnya dari perjalanan atau pengalaman tertentu.
Pendekatan ini membuat rumah terasa lebih personal dan tidak kaku seperti ruang pamer. Rumah pun berkembang seiring waktu, mengikuti perjalanan hidup penghuninya. Bukan soal mahal atau murah, tetapi tentang keterikatan emosional yang tercipta.
Baca Juga: Jaga Aset Berharga Kamu! Ini Strategi Refinancing untuk Stabilitas Finansial
Investasi gaya pribadi dinilai lebih tahan lama dari tren
Samantha Arak, pemilik Samantha Carey Interiors di Boston, melihat perubahan signifikan pada kliennya. Banyak orang kini lebih memilih furnitur berkualitas tinggi dibanding produk yang hanya mengikuti tren sesaat. Material yang baik dinilai lebih awet dan relevan untuk jangka panjang.
Mattye Dewhirst menegaskan bahwa tren desain akan selalu berganti. Karena itu, memilih gaya yang benar benar disukai jauh lebih aman, terutama untuk furnitur besar yang sulit diganti. Rumah adalah ruang personal, bukan kewajiban untuk selalu mengikuti tren yang sedang viral.
Tren desain rumah 2026 menunjukkan bahwa keberanian mengekspresikan diri kini lebih dihargai dibanding tampilan serba netral.
Minimalisme yang terlalu aman mulai ditinggalkan karena tidak lagi menjawab kebutuhan emosional penghuni rumah. Kehangatan, tekstur, dan cerita personal menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang yang nyaman dan bermakna.
Memilih gaya yang sesuai karakter, rumah tidak hanya indah secara visual, tetapi juga terasa hidup dan relevan untuk jangka panjang.
Selanjutnya: Transfer Uang ke Luar Negeri Masih Jadi Masalah? Ini Hambatan dan Solusinya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News