M O M S M O N E Y I D
Bugar

Tidur Anda Terganggu? Ini 5 Kebiasaan Sehari-hari Pemicu Hormon Kortisol Naik

Tidur Anda Terganggu? Ini 5 Kebiasaan Sehari-hari Pemicu Hormon Kortisol Naik
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Tahukah Anda bahwa kebiasaan sehari-hari bisa membuat hormon kortisol naik secara tidak terkendali? 

Kortisol adalah hormon stres utama tubuh Anda, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal sebagai respons terhadap sinyal dari otak. 

Akan menjadi serius jika Anda mengalami berbagai permasalahan yang akhirnya menumpuk, sehingga membuat hormon kortisol naik ke level berbahaya. 

Baca Juga: Rahasia Sarapan Sehat, 5 Buah Ajaib Ini Bikin Kenyang Lebih Lama dan Berenergi

Pada akhirnya, kondisi ini akan memunculkan masalah lain berkaitan dengan fisik Anda, seperti penumpukan lemak di sekitar perut hingga mengganggu tidur. 

Selain itu, kebiasaan sehari-hari juga bisa membuat hormon kortisol Anda mengalami kenaikan, lo. Di mana kebiasaan tersebut mungkin dianggap remeh, namun jika tidak dibatasi secara bijak, maka bisa berdampak bagi kesehatan Anda.

Berikut beberapa kebiasaan yang membuat hormon kortisol naik, sebagaimana dikutip dari superpower.com:

Baca Juga: 7 Kebiasaan yang Menyebabkan Gula Darah Naik di Malam Hari

1. Sering mengonsumsi kafein

Mengonsumsi kafein, seperti kopi memang bisa memberikan dampak positif. Misalnya saja membuat Anda tidak cepat mengantuk dan meningkatkan semangat.

Namun, mengonsumsi kafein secara berlebihan tidaklah dianjurkan. Kafein bisa memperkuat respons stres tubuh dan meningkatkan kadar kortisol.

Perlu diketahui bahwa satu dosis kafein bisa meningkatkan kortisol sampai 6 jam. Bahkan, mengonsumsi kafein harian dengan dosis 300 mg per hari bisa mengembangkan toleransi pada efek peningkatan kortisol.

2. Sering mengonsumsi karbohidrat olahan dan gula tambahan

Mengonsumsi karbohidrat olahan dan gula tambahan berpotensi mengalami lonjakan glukosa darah serta penurunan tajam. 

Jika gula darah turun tajam, maka tubuh akan melepaskan kortisol untuk memberi sinyal ke hati agar memproduksi banyak glukosa. Inilah yang membuat Anda merasa cemas, gemetar, dan mudah tersinggung.

Baca Juga: 5 Menu Makan Siang Diet Mediterania yang Bagus untuk Jantung

3. Mengonsumsi alkohol

Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga berdampak buruk pada kortisol. Ini terjadi ketika Anda langsung tidur setelah minum alkohol. Selama tidur, tubuh Anda akan melakukan metabolisme alkohol.

Hal ini akan meningkatkan kortisol dan mengganggu pemulihan. Parahnya, jika mengonsumsi alkohol berlebihan akan meningkatkan kortisol secara terus-menerus, meski Anda tidak sedang minum sekalipun.

4. Kurang tidur

Kebiasaan lain yang bisa membuat hormon kortisol naik adalah kurang tidur. Kekurangan tidur akan mengganggu sensitivitas insulin, nafsu makan, dan kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, usahakan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup. Jika Anda kesulitan tidur cepat, maka bisa melakukan beberapa cara. Misalnya menciptakan suasana kamar yang nyaman, menghindari bermain gadget sebelum tidur, serta olahraga secara rutin.

Baca Juga: Hati-Hati! 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ancam Kesehatan Rahim Anda

5. Olahraga berlebihan

Olahraga memang baik untuk mendukung kesehatan tubuh. Namun, olahraga secara berlebihan tidaklah baik. Hal ini bisa berdampak pada kenaikan hormon kortisol Anda.

Keberadaan kortisol dalam tubuh bermanfaat memobilisasi energi selama olahraga dan mendukung pemulihan setelah olahraga. Namun, ketika intensitas olahraga lebih dari kemampuan tubuh, kadar kortisol akan tetap tinggi. 

Oleh karena itu, kenali dan hindari kebiasaan-kebiasaan pemicu hormon kortisol naik agar kesehatan mental dan fisik Anda tetap terjaga dengan baik!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.