M O M S M O N E Y I D
Santai

6 Keuntungan Rajin Baca Buku Sebelum Tidur di Malam Hari

6 Keuntungan Rajin Baca Buku Sebelum Tidur di Malam Hari
Reporter: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Walau banyak dijadikan hobi, tak banyak, lo, yang tahu manfaat membaca sebelum tidur di malam hari.

Membaca kerap dijadikan kegiatan untuk bersantai, healing, dan hobi bagi kebanyakan orang. Setiap saat, pagi hingga malam, banyak waktu di luang kan untuk membaca buku favorit.

Namun, siapa yang sangka bahwa membaca buku sebelum tidur punya beragam manfaat bagi tubuh dan pikiran.

“Mematikan layar elektronik dan membaca buku sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur,” kata Diana Anson, LCSW, seorang psikoterapis berpengalaman pada Reader’s Digest.

Bagi yang belum tahu, simak dulu beberapa manfaat membaca buku sebelum tidur di malam hari di artikel ini.

Baca Juga: 6 Buku Self Help Korea Paling Best Seller, Termasuk Buku Baek Se Hee

Mengurangi waktu gadget

Membaca sebelum tidur bisa dipilih sebagai aktivitas untuk mengurangi waktu bermain gadget yang berpengaruh pada kualitas tidur.

 Menggunakan gadget seperti ponsel, tablet, TV, dan laptop lebih dari 1,5 jam sebelum tidur bisa mengurangi kadar melatonin yang diproduksi tubuh. Padahal melatonin adalah faktor penting yang mempengaruhi kualitas tidur.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menunjukkan bahwa screen time dapat mengurangi kualitas tidur di malam hari. Dengan kata lain, sebaiknya batasi penggunaan e-reader hanya pada siang hari.

Meningkatkan kualitas tidur

Gangguan tidur seperti insomnia ringan dan kesulitan untuk tidur di malam hari bisa diatasi dengan membaca buku sebelum tidur.

Melansir laman Better Help, satu penelitian menemukan hasil bahwa orang yang membaca buku sebelum tidur memiliki peningkatan kualitas tidur dibandingkan dengan yang tidak.

Sebab, membaca bisa menimbulkan efek lelah dan membuat Anda mengantuk. Selain itu, pergerakan otot mata untuk membaca juga bisa menyebabkan rasa kantuk.

Meningkatkan fungsi otak

Otot-otot pada bagian otak sama seperti bagian tubuh lainnya yang perlu untuk dilatih dengan rutin. Secara ilmu saraf, aktivitas membaca lebih memiliki efek baik untuk melatih otak dari pada bermain gadget.

Membaca buku sebelum tidur juga bisa membantu menekan risiko Alzheimer yang membuat fungsi otak menurun. Orang-orang yang rutin membaca, bermain puzzle, hingga bermain catur punya risiko 2,5 kali lebih kecil untuk terserang risiko penurunan fungsi otak dan kerusakan otak.

Baca Juga: Ini Daftar 5 Buku Feminis Wajib Baca, Ada yang dari Korea

Melindungi risiko penurunan kognitif

Menemukan buku yang bagus bisa bertahan di pikiran dalam jangka waktu bertahun-tahun, menurut sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan di International Psychogeriatrics.

Para peneliti menemukan bahwa frekuensi aktivitas membaca dikaitkan dengan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah pada orang dewasa yang lebih tua. Membaca koran, majalah, dan segala jenis buku secara teratur membantu melindungi fungsi mental.

Mengurangi stres

Tingginya kadar stres dalam pikiran sering kali memicu munculnya penyakit mental dan fisik. Namun, dengan rutin membaca buku sebelum tidur bisa membantu menurunkan kortisol penyebab stres dalam tubuh sama seperti melakukan yoga dan meditasi.

Laman Web MD menyebutkan, aktivitas tersebut bisa mengurangi stres hingga 68%. Jika dilatih dan dilakukan terus menerus, efek meredakan stres bisa menjadi efek jangka panjang.

Meningkatkan konsentrasi

Dari pada sibuk membuka dan menutup aplikasi sosial media, membaca bisa menjadi alternatif yang lebih baik. Memilih dan membaca buku membantu pikiran untuk terbiasa berkonsentrasi yang kemudian meningkatkan fokus.

Jika fokus dan konsentrasi meningkat, nantinya aktivitas lain seperti belajar, bisa dilakukan dengan lebih baik dan konsisten.

Itulah tadi sederet manfaat yang bisa diperoleh dari rutin membaca buku sebelum tidur. Mulai lakukan rutin, yuk!

Selanjutnya: Paradoks Akhir Tahun: Pemerintah Tebar Diskon, Alam Bunyikan Alarm Bahaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

10 Rekomendasi Snack untuk Diet yang Kalorinya Rendah

Apa rekomendasi snack untuk diet yang kalorinya rendah, ya? Intip daftarnya di sini, yuk!                

9 Tanda Terlalu Banyak Konsumsi Garam pada Tubuh, Cek yuk!

Ada sejumlah tanda terlalu banyak konsumsi garam pada tubuh yang penting Anda ketahui. Yuk, intip selengkapnya di sini!

Beli Sekarang! HP Murah Spek Dewa Paling Recomended di Januari 2026

Cari HP murah dengan spesifikasi tinggi di awal tahun? Simak rekomendasi HP spek dewa di Januari 2026 dari Tecno, Samsung, Infinix, dan Realme.

Promo Burger Bangor Januari Tawarkan Paket Brand New Year Mulai Rp 46.000

Jangan lewatkan Promo Burger Bangor Brand New Year (10-11 Januari) khusus GoFood di jam-jam tertentu. Ada juga paket Jantastic hingga akhir bulan.

Pencinta Ketenangan? Ini 7 Negara Paling Cocok untuk Introvert Traveling

Mencari tempat liburan sepi, aman, dan penuh keindahan? Dari Sisilia hingga New Zealand, inilah daftar negara impian introvert untuk traveling.

4 Resep Sup Ayam Ala Devina Hermawan yang Cocok Disantap saat Musim Hujan

Saat cuaca dingin melanda, kehangatan sup ayam buatan sendiri jadi penyelamat. Resep praktis Devina Hermawan ini siap manjakan lidah keluarga.  

Panduan Lengkap Menggunakan Fitur Live Photos di Aplikasi TikTok

Fitur tersembunyi TikTok: Ubah momen spontan menjadi konten visual dinamis menggunakan Live Photos. Ikuti petunjuk lengkap cara membuatnya di sini

Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Sabtu 10 Januari 2026, Cek Yuk

Simak ramalan 12 zodiak keuangan dan karier hari ini Sabtu 10 Januari 2026, cek peluang kerja, kolaborasi, dan arah rezekimu.  

Promo HokBen dan Yup Januari, Nikmati Menu Baru Irodori Platter Cuma Rp 9.000

Jangan sampai terlewat! HokBen dan Yup tawarkan paket Irodori Platter hanya Rp 9.000 untuk pengguna baru. Simak cara klaimnya berikut.

Sudah Hidup Sehat Tapi Asam Urat Masih Tinggi? In Penyebab Gejalanya

Sudah hidup sehat tapi asam urat masih tinggi? Ada beberapa risiko yang memicu gejalanya meski Anda sudah menjalani pola makan dan hidup sehat.