MOMSMONEY.ID - Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi yang baik, pendampingan keluarga sejak masa kehamilan, hingga edukasi kepada remaja agar risiko stunting dapat ditekan sejak sebelum menjadi orang tua.
Program Manager PASTI Hotmianida Panjaitan mengatakan, stunting bukan hanya dipengaruhi kondisi keluarga, tetapi juga berbagai faktor di luar rumah tangga.
"Selain latar belakang ekonomi dan edukasi, faktor-faktor eksternal turut menjadi penyebab masalah kegagalan tumbuh kembang anak. Dua di antaranya adalah akses ke bahan pangan bergizi dan isu pernikahan anak yang menjadi fokus Program PASTI," ujarnya dalam keterangan resmi Kamis (6/8).
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia).
Baca Juga: Dua Butir Telur Sehari Bantu Cegah Stunting Anak
Ini merupakan program kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA, yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia.
Program ini mendorong pencegahan stunting melalui edukasi gizi bagi ibu hamil dan orang tua, pendampingan keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pelatihan kader, Pos Gizi DASHAT, serta pemanfaatan pangan lokal seperti kebun gizi dan budidaya ayam petelur untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Sebagai salah satu contoh penerapannya, Program PASTI dijalankan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi balita stunting di wilayah tersebut masih mencapai 30,2%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 19,8%.
Program ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain untuk memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News