MOMSMONEY.ID - Cek cara atur keuangan pribadi agar kamu tak minder lihat pencapaian orang lain dan tetap fokus capai tujuan finansial.
Mengatur keuangan sekarang rasanya bukan cuma soal cukup atau tidak cukup. Tantangan terbesarnya justru datang dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Setiap hari kita melihat teman pamer liburan, rekan kerja beli kendaraan baru, atau kenalan renovasi rumah. Tanpa sadar muncul pertanyaan, kenapa mereka bisa, saya kapan?
Melansir dari Media Keuangan Kemenkeu, pengelolaan keuangan sejatinya bersifat personal dan tidak bisa disamakan antara satu orang dengan lainnya.
“Personal finance adalah perjalanan jangka panjang yang unik bagi setiap orang,” ujar Irfan Bayu Pradhana dari laman Media Keuangan Kemenkeu.
Banyak orang sebenarnya tidak kekurangan penghasilan, tetapi merasa tertekan karena merasa tertinggal. Padahal, kondisi hidup setiap orang jelas berbeda.
Baca Juga: Cek Arah Hadap Rumah yang Ideal di Indonesia dan Dampaknya pada Berbagai Hal
Setiap orang punya garis start berbeda
Kita sering lupa bahwa tidak semua orang memulai dari titik yang sama. Ada yang bekerja tanpa tanggungan keluarga, ada juga yang sejak awal harus membantu orang tua atau membiayai adik sekolah.
Besaran gaji, biaya hidup di kota tempat tinggal, hingga latar belakang keluarga sangat memengaruhi kondisi keuangan. Jadi ketika membandingkan pencapaian finansial, sebenarnya kita sedang membandingkan dua situasi yang tidak setara.
Dalam perencanaan keuangan, memahami posisi awal itu penting. Tanpa memahami kondisi sendiri, target keuangan justru bisa terasa menekan dan tidak realistis.
Media sosial bukan laporan keuangan
Yang muncul di media sosial biasanya adalah momen terbaik. Jarang ada yang membagikan cerita tentang cicilan panjang, utang kartu kredit, atau proses menabung bertahun tahun sebelum akhirnya bisa liburan.
Kita tidak pernah tahu apakah mobil baru itu dibeli tunai atau dicicil. Tidak tahu juga apakah liburan tersebut hasil perencanaan matang atau sekadar keputusan spontan.
Kalau tidak disikapi dengan bijak, media sosial bisa memicu rasa tidak puas dan mendorong pengeluaran impulsif. Padahal, keputusan finansial seharusnya diambil dengan kepala dingin, bukan karena gengsi.
Keuangan bukan ajang lomba
Mengelola uang bukan kompetisi siapa yang paling cepat terlihat sukses. Ini soal perjalanan panjang membangun kestabilan.
Coba ubah pertanyaannya. Bukan lagi kenapa orang lain lebih cepat, tetapi apakah kondisi saya hari ini lebih baik dari sebelumnya?
Misalnya, tahun lalu belum punya tabungan sama sekali, sekarang sudah mulai rutin menyisihkan uang setiap bulan. Itu kemajuan. Dulu sering terlambat bayar tagihan, sekarang sudah lebih disiplin. Itu juga progres.
Dalam pengalaman banyak perencana keuangan, konsistensi kecil yang dilakukan terus menerus jauh lebih berdampak dibanding perubahan besar yang hanya sesaat.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Hari Jumat 13 Februari 2026: Saatnya Kolaborasi
Cara sederhana agar tetap fokus pada keuangan sendiri
Supaya tidak mudah terdistraksi pencapaian orang lain, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan.
Pertama, tentukan tujuan keuangan yang benar benar sesuai kebutuhan Anda. Misalnya menyiapkan dana darurat, membeli rumah, atau menabung untuk pendidikan anak.
Kedua, buat anggaran yang realistis. Tidak perlu mengikuti standar gaya hidup orang lain. Sesuaikan dengan pemasukan dan prioritas pribadi.
Ketiga, bandingkan progres dengan diri sendiri. Lihat perkembangan kebiasaan menabung, bukan membandingkan nominal gaji.
Keempat, tingkatkan literasi keuangan dari sumber yang tepercaya agar keputusan yang diambil tidak hanya ikut tren.
Kaya itu soal rasa aman, bukan sekadar tampilan
Banyak orang terlihat mapan dari luar, tetapi belum tentu tenang secara finansial. Sebaliknya, ada yang hidup sederhana namun punya dana darurat cukup dan perencanaan masa depan yang jelas.
Kesejahteraan finansial bukan hanya tentang angka di rekening, tetapi tentang rasa aman. Tidak panik saat ada kebutuhan mendadak. Tidak stres memikirkan cicilan. Punya arah tujuan yang jelas.
Memaksakan gaya hidup demi terlihat sukses sering kali justru menjadi awal masalah keuangan. Sebaliknya, hidup sesuai kemampuan justru membuat kondisi finansial lebih stabil dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, perjalanan keuangan setiap orang memang berbeda. Tidak ada kata terlambat dan tidak ada garis finish yang sama untuk semua orang.
Fokus saja pada langkah Anda sendiri, karena yang paling penting bukan terlihat sukses, tetapi benar benar merasa cukup dan tenang.
Selanjutnya: Converse PHK Karyawan Korporat, Selaraskan Operasi dengan Strategi Nike
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News