MOMSMONEY.ID - Dirtcore jadi tren dekorasi rumah 2026 dengan warna bumi, hijau lumut dan terakota untuk hunian yang hangat. Simak penerapannya berikut ini.
Namanya mungkin terdengar seperti sesuatu yang berhubungan dengan rumah kotor, padahal dirtcore justru menawarkan tampilan interior yang hangat dan dekat dengan alam.
Tren desain rumah 2026 ini mengandalkan warna-warna bumi seperti cokelat, terakota, hijau lumut, oker, dan taupe untuk menciptakan suasana yang lebih tenang.
Melansir dari Southern Living, konsep tersebut muncul sebagai bagian dari kecenderungan baru yang membuat rumah terasa lebih personal dan nyaman untuk ditinggali.
Laporan tren musim gugur dan musim dingin 2026 dari Thumbtack juga menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap warna serta suasana ruang yang dapat memengaruhi perasaan penghuninya.
“Konsumen tidak sekadar memilih warna lagi, mereka menciptakan lingkungan yang mencerminkan bagaimana mereka ingin hidup dan, mungkin yang lebih penting, bagaimana mereka ingin merasa,” ujar Sue Wadden, Direktur Pemasaran Warna Arsitektur Global Sherwin-Williams.
Baca Juga: 5 Rahasia Membuat Desain Rumah Elegan dan Berkelas Tanpa Kesan Berlebihan
Apa itu dirtcore?
Dirtcore adalah gaya interior yang mengambil inspirasi dari warna dan suasana alam. Paletnya cenderung menggunakan warna yang hangat dan membumi, bukan warna cerah yang terlalu mencolok.
Cokelat tanah, merah terakota, hijau lumut, oker, dan taupe menjadi beberapa warna yang identik dengan konsep ini. Perpaduannya dapat membuat ruangan terasa lebih nyaman tanpa harus dipenuhi dekorasi bertema alam.
Yang menarik, dirtcore tidak mengharuskan seluruh rumah diubah menjadi serba cokelat. Satu dinding, sofa, karpet, vas, atau aksesori kecil pun sudah cukup untuk memberikan sentuhan tersebut.
Kenapa dirtcore mulai disukai?
Ada alasan sederhana mengapa gaya ini terasa cocok dengan suasana interior saat ini. Rumah semakin dipandang bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk beristirahat dan merasa nyaman.
Warna bumi memberikan kesan hangat sekaligus natural. Ketika dipadukan dengan kayu, rotan, linen, batu, atau keramik bertekstur, ruangan bisa terasa lebih hidup tanpa terlihat berlebihan.
Dirtcore juga punya kelebihan lain seperti gayanya cukup fleksibel. Konsep ini bisa masuk ke rumah modern, minimalis, tradisional, bahkan hunian berukuran kecil.
Warna yang identik dengan dirtcore
Kalau ingin mencoba tren ini, tidak perlu bingung memilih warna. Beberapa pilihan berikut bisa menjadi titik awal:
1. Cokelat tanah
Memberikan kesan hangat dan stabil. Cocok untuk furnitur, dinding aksen, karpet, atau elemen kayu.
2. Terakota
Warna merah-oranye seperti tanah liat ini bisa menjadi aksen yang membuat ruangan terasa lebih hidup.
3. Hijau lumut
Pilihan yang cocok jika ingin memasukkan nuansa alam tanpa membuat ruangan terlalu terang.
4. Oker
Warna kuning keemasan yang terasa lebih kalem dibandingkan kuning cerah. Bisa digunakan pada dekorasi atau tekstil.
5. Taupe
Perpaduan nuansa abu-abu dan cokelat yang relatif aman untuk dinding dan furnitur berukuran besar.
Baca Juga: Waktu Pensiun Lebih Nyaman, Aman dan Tak Harus Tinggal di Rumah Lama
Cara menerapkan dirtcore di rumah
Tidak perlu renovasi besar-besaran untuk mengikuti tren ini. Justru, penggunaan elemen kecil bisa membuat hasilnya lebih natural.
- Pilih satu dinding sebagai aksen dengan warna terakota, hijau lumut, atau cokelat.
- Tambahkan furnitur berbahan kayu, rotan, atau material alami lainnya.
- Gunakan tekstil seperti linen, karpet, dan sarung bantal dengan warna bumi.
- Padukan warna gelap dengan krem atau putih hangat agar ruangan tidak terasa terlalu berat.
- Tambahkan tanaman atau dekorasi berbahan alami secukupnya.
Dirtcore juga cocok untuk rumah di Indonesia
Konsep ini sebenarnya cukup mudah diterapkan di Indonesia. Material seperti kayu, rotan, batu alam, keramik, dan tanaman hijau sudah sangat dekat dengan gaya hunian tropis.
Untuk rumah yang mendapatkan banyak cahaya matahari, warna earthy yang lebih lembut dapat membantu menciptakan suasana seimbang. Sebaliknya, ruangan yang minim cahaya sebaiknya tidak menggunakan warna gelap pada seluruh dinding.
Pada hunian kecil, pilihan paling aman adalah menggunakan dirtcore sebagai aksen. Misalnya, sofa cokelat, karpet terakota, atau kabinet hijau lumut sudah bisa mengubah suasana tanpa membuat ruangan terasa penuh.
Dirtcore bukan berarti rumah terlihat kotor
Nama dirtcore memang sedikit mengecoh. Konsep ini tidak berkaitan dengan rumah yang berantakan atau kotor, melainkan terinspirasi dari tanah, alam, dan warna-warna bumi.
Itulah yang membuat tren ini cukup menarik. Rumah tetap bisa terlihat rapi dan modern, tetapi memiliki kesan lebih hangat serta tidak terlalu kaku.
Inspirasi dari Southern Living Idea House 2026 di Fredericksburg, Texas, misalnya, mengambil warna dari lanskap Hill Country. Palet biru kapur, cokelat berdebu, dan hijau pepohonan kemudian diterapkan ke berbagai bagian rumah.
Di kamar mandi utama, penggunaan marmer Calacatta Verde menjadi salah satu cara menghadirkan unsur hijau secara elegan.
Pada akhirnya, dirtcore bukan soal mengikuti warna tertentu secara mentah. Intinya adalah membawa karakter alam ke dalam rumah melalui warna, material, dan tekstur yang terasa nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News