M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Cara Pandang Baru tentang Warisan dan Masa Pensiun

Cara Pandang Baru tentang Warisan dan Masa Pensiun
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Keinginan tersebut tidak berhenti ketika anak beranjak dewasa. Banyak orang tua tetap memikirkan bagaimana mereka dapat membantu anak membangun kehidupannya, termasuk dengan menyiapkan warisan.

Namun, di tengah keinginan untuk meninggalkan sebanyak mungkin harta, ada satu hal yang sering terlupakan: kemampuan untuk menjalani masa pensiun secara mandiri, layak, dan bermartabat.

Asia Care Survey 2026 – survei tahunan yang digelar Manulife dengan melibatkan 9,000 responden Asia termasuk Indonesia – menemukan bahwa responden Indonesia, secara rata-rata, berencana menggunakan 60% aset mereka untuk mempersiapkan masa pensiun yang mandiri dan bermartabat. Persiapan ini termasuk memelihara kesehatan, mengembangkan kemampuan diri dan sebagai modal yang dikembangkan menjadi bekal pensiun yang memadai. Sementara 40% sisanya, itulah yang akan diwariskan kepada keluarga.

Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya mencari keseimbangan antara menjaga kesejahteraan diri sendiri dan memberikan dukungan kepada generasi berikutnya. Bukan berkurangnya rasa sayang, temuan ini justru menunjukkan niat orang tua yang ingin memberi kebebasan bagi generasi penerus dari beban kewajiban menanggung orang tua saat pensiun.

Perubahan cara pandang ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Persaingan kerja semakin ketat, jalur karier semakin dinamis, dan biaya hidup terus meningkat. Banyak anak muda membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai kestabilan finansial dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca Juga: Kemandirian Finansial Bukan Sekadar Pensiun Dini, Ini Cara Memulainya

“Warisan terbaik bukan selalu aset terbesar. Warisan terbaik adalah ketika anak menerima sesuatu dari orang tuanya, sekaligus tetap memiliki kebebasan untuk membangun kehidupannya sendiri tanpa harus menjadikan dirinya sebagai dana pensiun keluarga,” ujar Eveline Haumahu, Chief Marketing Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dalam keterangan tertulis, Senin (7/9). 

Dalam konteks tersebut, temuan Asia Care Survey 2026 menunjukkan cara pandang yang sehat dan seimbang. Alokasi 60% aset untuk membiayai masa pensiun sendiri dan 40% untuk diwariskan tidak berarti mengurangi kasih sayang kepada anak. Sebaliknya, pendekatan ini menunjukkan kesadaran bahwa mempersiapkan diri sendiri juga merupakan bentuk tanggung jawab kepada keluarga. 

Setiap keluarga tentu memiliki kondisi dan prioritas yang berbeda. Namun satu prinsip tetap berlaku: sebelum menghitung berapa banyak yang ingin diwariskan, penting untuk memastikan bahwa kebutuhan pensiun telah dipersiapkan dengan baik.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), usia harapan hidup masyarakat Indonesia telah mencapai sekitar 74 tahun. Dengan usia pensiun yang umumnya berada di kisaran 55 tahun, pensiunan Indonesia berpotensi menjalani hampir 20 tahun kehidupan tanpa penghasilan aktif. Kondisi ini menunjukkan bahwa pensiun bukanlah fase yang singkat, melainkan periode panjang yang membutuhkan perencanaan finansial yang matang.

“Niat membebaskan anak-anak kita dari kewajiban menanggung hidup kita di masa pensiun, sudah lah baik. Akan tetapi, untuk menjadi pensiunan yang mandiri, diperlukan perencanaan finansial yang kuat. Biaya hidup selama 20 tahun tidaklah murah, sehingga harus dipupuk sedini mungkin,” ujar Eveline.

Baca Juga: Jangan Tunggu Pensiun, Ini Waktu Terbaik Memulai Perencanaan Warisan

Kabar baiknya, saat ini beragam alternatif bisa jadi kendaraan memupuk masa pensiun yang sejahtera. Produk-produk dana pensiun termasuk DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), Reksa Dana dan instrumen pasar modal lainnya, dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun di mana pun berada. Dukungan teknologi dan edukasi, serta minimum investasi yang sangat rendah, membuat siapa pun dapat segera mulai merintis bekal hari tuanya.

Pada akhirnya, rumah, investasi, dan berbagai aset lainnya memang dapat menjadi warisan yang berharga. Namun legacy yang benar-benar utuh adalah ketika orang tua mampu menjalani masa pensiun dengan mandiri dan bermartabat, sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk menjalani masa depan mereka dengan lebih bebas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait

TERBARU

Denah Rumah 6×12 Meter Open Plan, Trik Bikin Hunian Kecil Terasa Lebih Lega

Denah rumah 6×12 meter open plan bisa terasa lebih lega dengan penataan ruang, furnitur, cahaya, dan sirkulasi yang tepat.

Panduan Diet Golongan Darah O: Apa Saja Makanan yang Disarankan dan Harus Dihindari?

Simak daftar makanan yang dianjurkan untuk golongan darah O, serta berbagai jenis makanan yang wajib dibatasi agar tubuh tetap sehat.

Money Dysmorphia: Saldo Ratusan Juta Tapi Tetap Merasa Miskin, Ini Faktanya

Punya saldo ratusan juta tapi Anda tetap merasa miskin? Kenali money dysmorphia, penyebab, tanda, dan cara mengatasinya.​

Jangan Terlambat! Kenali 6 Cara Merawat Jantung agar Tetap Sehat di Usia 30-an, yuk

Ketahui berbagai cara merawat jantung yang tepat di usia 30-an melalui pola hidup sehat, olahraga rutin, hingga manajemen stres.

7 Rumus Dekorasi Rumah Sederhana biar Ruangan Kecil Terlihat Berkelas

Ruangan kecil terasa membosankan? Coba 7 rumus dekorasi sederhana ini agar rumah lebih rapi, nyaman, dan punya karakter.

5 Bahaya Makan Sehari Sekali bagi Kesehatan, Benar Bisa Turunkan Berat Badan?

Waspadai berbagai risiko kesehatan dari pola makan sehari sekali, mulai dari lonjakan asam lambung hingga penurunan energi tubuh secara drastis.

4 Mitos Tentang Eksfoliasi Kulit yang Dipercaya Banyak Orang, Cek Faktanya!

Eksfoliasi harus dilakukan dengan pemahaman yang benar. Ini 4 mitos tentang eksfoliasi kulit yang perlu Anda ketahui.

Perlu Diterapkan Fitur Penangkal Deepfake dalam Transaksi Keuangan

Vida mulai memperkenalkan beberapa fitur untuk bisa mencegah penipuan berbasis kecerdasaan artifisial (AI).

Program Inkubasi Smesco Bergulir Untuk Dongkrak UMKM Naik Kelas

Program Inkubasi Smesco yang digelar tahun ini juga mengetahkan adaptasi teknologi digital termasuk AI dalam pengembangan UMKM.

Dari AC hingga Kulkas, Midea Bawa Produk Rumah Tangga Berbasis AI

​Midea Electronics Indonesia mengembangkan teknologi AI pada sejumlah perangkat rumah tangga, mulai dari AC, kulkas, hingga mesin cuci.