MOMSMONEY.ID - Cara mengamankan uang saat bencana alam lewat dana darurat, dokumen penting, akses rekening, dan kewaspadaan terhadap penipuan.
Bencana alam tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga dapat mengganggu kondisi keuangan keluarga secara mendadak.
Listrik padam, ATM tidak berfungsi, jaringan internet terganggu, atau rumah harus ditinggalkan bisa membuat akses terhadap uang menjadi sulit.
Karena itu, cara mengamankan uang saat bencana alam perlu dipikirkan sejak kondisi masih normal. Persiapan finansial yang tepat membantu keluarga memenuhi kebutuhan penting tanpa mengambil keputusan secara terburu-buru.
Melansir dari www.tiaa.org, perlindungan aset dan dokumen finansial merupakan bagian penting dalam persiapan menghadapi bencana.
“Perencanaan keuangan sebelum bencana dapat membantu keluarga menghadapi dampak finansial yang muncul setelah keadaan darurat,” dikutip dari American Red Cross.
Baca Juga: 10 Keterampilan Finansial yang Bisa Membuka Peluang Penghasilan Lebih Besar
Cara menyiapkan dana sebelum bencana
Dana darurat menjadi salah satu perlindungan utama ketika bencana mengganggu pekerjaan, aktivitas perbankan, atau sumber pendapatan. Patokan umum yang dapat digunakan adalah dana untuk 3–6 bulan pengeluaran penting, meski kebutuhan setiap keluarga berbeda.
Selain uang di rekening, uang tunai dalam pecahan kecil juga dapat disiapkan untuk kebutuhan awal. Nominalnya bisa disesuaikan dengan kondisi keluarga dan akses terhadap layanan perbankan di wilayah masing-masing. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan:
- Simpan dana darurat pada rekening yang mudah diakses.
- Sediakan uang tunai secukupnya untuk kebutuhan beberapa hari.
- Gunakan pecahan kecil agar lebih praktis.
- Jangan menyimpan seluruh aset dalam bentuk tunai.
- Pisahkan dana darurat dari uang kebutuhan harian.
Lindungi dokumen dan data keuangan
KTP, KK, paspor, buku tabungan, polis asuransi, sertifikat, serta dokumen kepemilikan perlu mendapat perlindungan. Simpan dokumen asli dalam wadah tahan air dan, jika tersedia, tahan api yang mudah dibawa saat evakuasi.
Buat pula salinan digital. Scan atau foto dokumen dapat disimpan di cloud dengan kata sandi kuat dan autentikasi dua faktor. Cadangan pada media penyimpanan yang aman juga berguna jika dokumen fisik rusak atau hilang.
Pastikan akses rekening tetap tersedia
Ketika kantor cabang atau ATM tidak dapat digunakan, layanan perbankan digital bisa menjadi alternatif. Sebelum bencana, pastikan mobile banking atau internet banking sudah aktif.
Aktifkan notifikasi transaksi, perbarui nomor telepon dan email, serta simpan kontak resmi bank. Jangan menaruh PIN atau kata sandi bersama kartu. Jika kartu hilang saat evakuasi, segera hubungi bank melalui kanal resminya untuk pemblokiran.
Baca Juga: Cara Buka Blokir m-BCA, KlikBCA, dan OneKlik Lewat Aplikasi haloBCA
Waspadai penipuan setelah bencana
Situasi darurat dapat dimanfaatkan pelaku penipuan melalui modus bantuan, permintaan donasi, atau pendataan korban. Jangan memberikan PIN, password, OTP, nomor kartu, maupun data perbankan kepada pihak yang menghubungi secara mencurigakan.
Mengutip dari www.redcross.org, perencanaan finansial dan kewaspadaan terhadap penipuan merupakan bagian dari upaya pemulihan setelah bencana.
Verifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum mengirim uang atau memberikan data pribadi. Hindari pula tautan yang meminta login rekening dengan alasan mendapatkan bantuan.
Atur pengeluaran saat masa pemulihan
Setelah bencana, prioritaskan makanan, air, obat-obatan, tempat tinggal sementara, transportasi, dan kebutuhan keselamatan. Tunda pengeluaran yang tidak mendesak sampai kondisi keuangan kembali stabil.
Simpan struk, kuitansi, foto kerusakan, serta bukti pengeluaran. Dokumentasi tersebut dapat membantu proses administrasi atau klaim apabila memang diperlukan.
Menurut laman www.fultonbank.com, pencatatan dokumen dan kerusakan menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan finansial setelah bencana.
Mengamankan uang saat bencana alam bukan berarti menyimpan uang tunai sebanyak-banyaknya. Strategi yang lebih aman adalah mengombinasikan dana darurat, uang tunai secukupnya, dokumen terlindungi, akses rekening digital, dan kewaspadaan terhadap penipuan.
Persiapan tersebut sebaiknya dilakukan ketika kondisi masih normal agar keluarga dapat menghadapi keadaan darurat dengan lebih tenang dan terarah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News