MOMSMONEY.ID - Apa dampaknya bagi usus jika kita sering mengonsumsi gula?
Makanan dan minuman manis memang menjadi favorit sebagian besar orang. Mulai dari es teh manis, kue, hingga permen. Namun, di balik kenikmatan itu adalah bahaya kesehatan yang mengancam Anda, lo.
Risikonya bukan hanya soal berat badan naik atau gigi berlubang. Lebih dari itu, kebiasaan manis ini menyimpan ancaman tersembunyi yang bisa menyerang usus Anda.
Baca Juga: Tinggi Natrium & Gula, Ini 5 Bahaya Sering Makan Kecap Manis Termasuk Hipertensi
Di dalam usus hidup triliunan bakteri baik yang bekerja tanpa lelah membantu mencerna makanan, menyerap nutrisi, hingga melindungi tubuh dari serangan kuman.
Bahkan, kesehatan usus sangat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh, keseimbangan hormon, suasana hati, hingga risiko penyakit jantung dan metabolisme. Lalu, apa hubungannya dengan gula?
Hubungannya sangat erat, karena makanan yang masuk ke mulut adalah penentu utama komposisi bakteri di usus. Dan saat Anda terlalu banyak mengonsumsi gula, keseimbangan mikrobioma itu mulai goyah.
Baca Juga: Manfaat Jalan Santai 10 Menit Usai Makan Terbukti Pangkas Gula Darah!
Risiko mengonsumsi gula untuk usus
Ada beberapa risiko yang bisa terjadi pada usus jika Anda sering mengonsumsi gula, yang dikutip dari www.eatingwell.com:
1. Mengganggu keseimbangan mikrobioma usus
Risiko pertama adalah bisa mengganggu keseimbangan mikrobioma usus. Hal yang perlu Anda lakukan untuk mendukung bakteri baik di usus adalah dengan makan seimbang.
Pilihlah makanan yang kaya serat, di mana hal itu bisa Anda dapatkan dari makanan berbahan nabati. Sedangkan, konsumsi gula haruslah dibatasi.
Ketika terlalu banyak makan gula, akan memungkinkan bagi mikroba yang tidak baik untuk berkembang. Kondisi inilah yang akan mendatangkan gangguan pada pencernaan, menimbulkan peradangan, hingga perubahan suasana hati.
Baca Juga: Suka Kopi Susu Gula Aren? Ini 4 Bahayanya Jika Diminum Setiap Hari
2. Meningkatkan peradangan
Keberadaan bakteri baik di dalam usus berpengaruh untuk mengatur pencernaan dan peradangan. Namun, jika Anda mengonsumsi gula secara berlebihan, hal ini bisa mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus.
Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa gula tambahan bisa memperkaya jumlah bakteri yang memanfaatkan keberadaan gula dan mengurangi jumlah bakteri yang bermanfaat.
Bakteri yang baik ini akan mendukung kesehatan sel-sel yang melapisi usus Anda, mengurangi risiko peradangan, serta meningkatkan kekebalan.
Baca Juga: Dampak Hepatitis Bikin Gangguan Metabolik Glukosa, Gula Darah Melonjak Tinggi
Tips meningkatkan kesehatan usus
Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan kesehatan usus berikut:
1. Banyak mengonsumsi serat
Usahakan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan berserat. Makanan tersebut berasal dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Semuanya adalah makanan padat nutrisi dan lebih ringan untuk dikonsumsi, serta cocok buat Anda yang sedang diet.
2. Batasi atau hindari minuman manis
Anda perlu membatasi atau bahkan menghindari minuman manis, terutama yang menggunakan gula tambahan. Minuman ini hanya akan meningkatkan kadar gula di tubuh, tanpa adanya serat.
Ganti minuman dengan alternatif lain seperti infuse water atau es teh tawar.
Baca Juga: Gejala Gula Darah Tinggi: Leher Gelap Hingga Sering Buang Air Kecil Malam Hari
3. Pilih makanan dan minuman dengan gula alami
Sebaiknya Anda memilih makanan dan minuman dengan gula alami yang lebih sehat. Misalnya saja buah-buahan. Buah mengandung banyak serat, air, vitamin, mineral, dan senyawa yang mendukung mikrobioma usus.
Selain mengonsumsi secara langsung, Anda juga bisa mengombinasikannya dengan yoghurt.
4. Tidur cukup dan kelola stres
Selain dari asupan makanan, penting juga untuk memenuhi kebutuhan tidur Anda dan mengelola stres demi usus yang lebih sehat.
Ketika waktu tidur Anda berantakan dan mengalami stres, makan akan berpengaruh pada kondisi usus Anda.
Saat Anda sadar dan bijak dalam mengonsumsi gula, usus akan membalasnya dengan performa terbaik, seperti pencernaan lancar, imunitas kuat, dan energi yang stabil sepanjang hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News