MOMSMONEY.ID - Ternyata ini beberapa penyebab umum ingin makan manis. Disebut-sebut salah satunya stres, lho!
Keinginan untuk menyantap makanan manis sering muncul tiba-tiba, bahkan ketika tubuh sebenarnya tidak benar-benar lapar. Cokelat, kue, es krim, atau minuman manis terasa begitu menggoda dan sulit ditolak.
Rasa manis memang mampu memberikan sensasi nyaman dan meningkatkan suasana hati dalam waktu singkat. Namun dorongan ini bukan sekadar soal selera.
Ada proses biologis dan emosional yang bekerja di baliknya. Memahami penyebabnya dapat membantu Anda mengelola pola makan dengan lebih sadar dan seimbang.
Baca Juga: 15 Camilan yang Bisa Bantu Menurunkan Gula Darah Anda
Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa penyebab umum ingin makan manis:
1. Kebiasaan yang Terbentuk
Ketika Anda melakukan kebiasaan yang sama setiap hari, otak akan terbiasa dan mulai mengharapkannya. Jika Anda sering mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, tubuh bisa terbiasa dengan asupan tersebut.
Akhirnya, Anda mungkin makan makanan manis secara otomatis tanpa benar benar merasa lapar. Coba perhatikan pola makan Anda. Apakah sebagian besar makanan dan minuman yang dikonsumsi mengandung gula tambahan?
2. Kurang Asupan Makanan
Ada tekanan sosial yang membuat sebagian orang merasa harus makan sangat sedikit atau menghindari jenis makanan tertentu. Pola ini tidak sehat dan bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi.
Ketika tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup, Anda bisa merasa tidak puas dan kekurangan gizi. Dalam kondisi ini, muncul keinginan kuat terhadap makanan tinggi kalori, terutama yang mengandung gula dan lemak. Ini adalah cara tubuh bertahan hidup dan mencoba mengembalikan energi yang hilang.
3. Konsumsi Pemanis Buatan
Pemanis buatan sering dipilih karena memberi rasa manis tanpa kalori sebanyak gula biasa. Namun rasanya jauh lebih manis dibandingkan gula meja.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pemanis buatan secara rutin dapat memengaruhi keseimbangan bakteri di usus. Hal ini bisa membuat seseorang merasa kurang puas setelah makan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu makan berlebihan dan kenaikan berat badan tanpa disadari.
Baca Juga: 7 Bumbu yang Aman untuk Gula Darah Anda, Cek di Sini!
4. Stres
Saat merasa tertekan atau kewalahan, makanan sering dijadikan sumber kenyamanan. Makanan yang dipilih biasanya tinggi gula atau lemak karena memberi rasa nyaman sementara.
Gula memperkuat hubungan di otak sebagai pereda stres. Semakin sering Anda mengandalkan makanan manis saat stres, semakin kuat pola tersebut terbentuk. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat membuat orang yang sedang stres semakin rentan terhadap keinginan gula yang berulang.
5. Kurang Tidur
Tidur yang tidak cukup dapat meningkatkan keinginan terhadap gula. Hal ini berkaitan dengan jalur penghargaan di otak yang melibatkan dopamin.
Saat Anda kurang tidur, otak lebih mudah mencari cara cepat untuk merasa lebih baik, salah satunya melalui makanan manis. Selain itu, pola makan tinggi gula dan lemak jenuh serta rendah serat juga dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk. Akibatnya, kurang tidur dan konsumsi gula bisa saling memperburuk satu sama lain.
6. Keinginan Menjelang Menstruasi
Menjelang menstruasi, sebagian orang mengalami keinginan kuat terhadap cokelat atau makanan manis lainnya. Hal ini berkaitan dengan perubahan hormon dalam tubuh.
Peningkatan hormon estrogen dan progesteron sebelum menstruasi dapat memicu keinginan tersebut. Biasanya dorongan ini muncul sekitar satu minggu sebelum menstruasi dan berkurang setelahnya. Selain itu, makanan manis dapat meningkatkan serotonin di otak, yang membantu memperbaiki suasana hati saat tubuh terasa tidak nyaman.
Baca Juga: 6 Jenis Pasta yang Aman untuk Gula Darah, Mau Coba Konsumsi?
7. Kemungkinan Ketergantungan pada Gula
Beberapa penelitian menemukan kesamaan antara cara otak merespons zat adiktif dan cara otak merespons gula. Gula mengaktifkan sistem penghargaan di otak, sehingga membuat seseorang ingin mengonsumsinya lagi.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat menciptakan jarak antara kebutuhan kalori sebenarnya dan perilaku makan yang didorong oleh keinginan. Akibatnya, seseorang bisa makan berlebihan meskipun tubuh tidak benar benar membutuhkan energi tambahan.
Sejumlah peneliti bahkan menyimpulkan bahwa ketergantungan terhadap gula memang nyata. Mereka juga berpendapat bahwa dorongan terhadap makanan manis mungkin merupakan bagian dari mekanisme alami manusia untuk bertahan hidup pada masa ketika makanan sulit ditemukan.
Itulah beberapa penyebab umum ingin makan manis. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News