M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Steroid dan 4 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan di Bawah Mata

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 5 kandungan skincare yang tidak boleh digunakan di bawah mata. Apa saja? Cari tahu informasinya di sini.

Kulit di bawah mata tidak memiliki kelenjar sebasea, sehingga lebih tipis daripada bagian wajah lainnya.

Seiring bertambahnya usia, kulit di bawah mata cenderung menjadi lebih tipis dan lebih halus karena berkurangnya produksi kolagen.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pastikan Anda mengaplikasikan produk perawatan kulit di bawah mata dengan cara ditepuk-tepuk alih-alih digosok.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Obat Penurun Kolesterol Alami dan Cepat, Ada Bawang Putih!

Selain itu, hindari juga produk yang mengandung bahan-bahan keras dan iritatif. Melansir Vogue, berikut 5 kandungan skincare yang tidak boleh digunakan di bawah mata.

1. Alkohol

Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan di bawah mata pertama adalah alkohol.

Alkohol dikenal dapat menyerap kelembaban, sehingga bisa membuat kulit menjadi kering dan dehidrasi.

Saat digunakan di bawah mata, alkohol dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu kemampuan regenerasi kulit. Bahkan, bisa menyebabkan luka bakar dalam kasus tertentu.

2. Salicylic acid

Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan di bawah mata kedua adalah salicylic acid.

Bila digunakan pada wajah, salicylic acid dapat menjadi agen anti-inflamasi sekaligus eksfoliasi yang sangat bermanfaat.

Namun, pada kulit halus di bawah mata, salicylic acid bisa menyebabkan kekeringan dan iritasi. Penggunaan salicyclic acid di bawah mata juga dapat membuat area tersebut lebih rentan terhadap kerutan.

3. Steroid

Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan di bawah mata ketiga adalah steroid.

Produk perawatan kulit yang mengandung steroid topikal tidak boleh digunakan di bagian bawah mata.

Pasalnya, steroid dapat memperparah penipisan kulit. Steroid juga bisa membuat kulit di bawah mata lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan alergi.

Baca Juga: Buah Apa yang Bisa Menurunkan Darah Tinggi ya? Ini 12 Daftar Pilihannya

4. Formaldehyde

Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan di bawah mata keempat adalah formaldehyde.

Saat memeriksa komposisi eye cream, hindarilah produk yang mengandung formaldehyde.

Formaldehyde cenderung mudah diserap oleh kulit di bawah mata. Hal ini dapat memicu berbagai macam reaksi, mulai dari bengkak, ruam, iritasi, hingga gatal.

5. Pewangi

Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan di bawah mata kelima adalah pewangi.

Sebagai bahan yang dapat menyebabkan iritasi, pewangi atau fragrance bisa menyebabkan rasa gatal dan kemerahan di area yang rentan seperti bawah mata.

Penggunaan produk yang mengandung pewangi juga dapat membakar mata jika dioleskan di dekat garis bulu mata dan kelopak mata.

Itulah 5 kandungan skincare yang tidak boleh digunakan di bawah mata. Jangan lupa dicatat, Moms!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.