M O M S M O N E Y I D
Santai

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Cuaca panas berpotensi memengaruhi pola penggunaan listrik rumah tangga. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak menggunakan listrik agar konsumsi energi tetap terkendali sekaligus memahami faktor yang memengaruhi besaran tagihan.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan konsumen untuk lebih memperhatikan pola pemakaian listrik, terutama di tengah cuaca panas. Terlebih, pemerintah telah menyatakan tidak ada kenaikan tarif listrik.

Ketua YLKI, Niti Emiliana, mengatakan, pemahaman terhadap pola konsumsi listrik penting agar masyarakat dapat mengelola penggunaan energi sekaligus mengetahui faktor yang memengaruhi tagihan.

“Konsumen perlu aktif memperhatikan pola konsumsi listrik terutama di cuaca panas, memastikan instalasi listrik di rumah memenuhi standar keselamatan, serta melakukan pemeriksaan instalasi secara berkala,” ujar Niti dalam siaran pers Jumat (6/11).

Selain mengatur penggunaan listrik, masyarakat juga perlu memperhatikan keamanan instalasi di rumah.

Baca Juga: Tips Menjaga Loteng Tetap Sejuk saat Cuaca Panas biar Rumahmu Nyaman

Caranya, dengan menghindari penggunaan stopkontak secara berlebihan serta segera mengganti kabel maupun peralatan listrik yang rusak untuk mencegah korsleting dan kebakaran.

Niti juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat menerima informasi mengenai tarif maupun tagihan listrik dengan mengutamakan sumber resmi.

“Konsumen juga perlu bijak dalam menerima informasi,” tambahnya.

Di sisi lain, konsumen perlu memahami haknya terkait biaya layanan listrik. Jika mendapati tagihan yang dinilai tidak wajar, masyarakat berhak meminta penjelasan dan mengajukan keberatan melalui mekanisme pengaduan yang tersedia.

“Konsumen memiliki hak untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai penggunaan serta biaya layanan listrik. Apabila terdapat tagihan yang dinilai tidak wajar, konsumen berhak meminta penjelasan dan mengajukan keberatan melalui mekanisme pengaduan yang tersedia,” jelas Niti.

Ia menambahkan, keterjangkauan listrik dan daya beli masyarakat perlu tetap menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan penyesuaian tarif, mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit. 

26 Provinsi Ini Alami Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (7/11)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu (7/11) dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

Jangan Asal Beli, Ini 5 Tips Memilih Produk Listrik

Sebelum membeli perangkat kelistrikan, hitung terlebih dahulu kebutuhan daya listrik rumah.             

Dukung Kebutuhan Lifestyle Nasabah, OCBC Gelar Disney Run Jakarta 2026

Disney Run Jakarta 2026digelar untuk menghadirkan pengalaman lifestyle yang makin relevan dengan minat masyarakat. 

Disney Run Jakarta 2026, Tawarkan Pengalaman Run yang Fun untuk Sekeluarga

OCBC bersama Visa dan J&T Express menggelar Disney Run Jakarta 2026 untuk pertama kalinya di Indonesia pada 14 November 2026.

Bantul dan Padang Masuk Nominasi Kota Kreatif Unesco 2027

Bantul diusulkan pada subsektor kriya dan seni rakyat), sedangkan Padang pada subsektor gastronomi.​

IHSG di Akhir Pekan (6/11) Menguat 0,40% ke level 5.050

IHSG kembali sentuh level 5.000. Jumat (6/11), IHSG naik 20,17 poin atawa 0,40% ke level 5.050