MOMSMONEY.ID - Yield Surat Utang Negara (SUN) Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Head of Center for Macroeconomics and Finance INDEF, Rizal Taufikurahman menilai tekanan ini merupakan kombinasi dari gejolak global dan meningkatnya premi risiko domestik.
Menurutnya, tekanan pada pasar obligasi merupakan dampak dari pelemahan rupiah, risiko fiskal energi, serta ketidakpastian MSCI sehingga membuat investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi.
“Bank Indonesia juga mengonfirmasi rambatan sentimen MSCI ke SBN dan SRBI,” jelasnya pada Kontan, Selasa (3/11).
Ia mengatakan bahwa menahan BI-Rate saja belum cukup meredakan tekanan ketika persepsi risiko meningkat.
Sependapat, Yusuf Rendy Manilet, Economic Researcher di CORE menyebutkan bahwa tekanan berasal dari kombinasi faktor global dan domestik, tetapi bobotnya berubah. Sejak awal tahun, faktor global menjadi dasar terhadap tekanan pasar Indonesia.
Baca Juga: Imbas Reklasifikasi MSCI ke Pasar Saham & Obligasi, Begini Saran Strategi Portofolio
“Yield SUN tenor 10 tahun naik sekitar 147 basis poin, dari 6,08 persen pada awal Januari menjadi 7,54 persen pada lelang 27 Oktober. Pada saat yang sama, yield US Treasury 10 tahun sempat mencapai 5,35 persen akibat kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi,” katanya kepada Kontan, Selasa (3/11).
Menurut Yusuf, tekanan yang terjadi selama Oktober ini disebabkan oleh faktor domestik.
“Menjelang akhir Oktober, yield US Treasury turun ke kisaran 5,05 persen, tetapi yield SUN justru naik ke sekitar 7,65 persen sehingga spread melebar menjadi sekitar 260 basis poin,” imbuhnya.
Menurutnya, pergerakan yang berlawanan ini menunjukkan bahwa pasar sedang menyesuaikan premi risiko Indonesia, terutama setelah munculnya isu MSCI, pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS, dan meningkatnya perhatian terhadap kondisi fiskal.
“Keputusan BI menahan suku bunga bukan pendorong utama karena respons yield setelah keputusan tersebut relatif terbatas,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News