M O M S M O N E Y I D
Bugar

Sering Haus Salah Satu Tanda Diabetes, Begini Penjelasannya

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Disebut-sebut sering haus salah satu tanda diabetes. Mari simak penjelasan lengkapnya berikut!

Rasa haus yang berlebihan atau dikenal dengan istilah polidipsia sering kali dianggap sebagai sesuatu yang sepele. Banyak orang menganggap rasa haus berlebih hanya akibat dehidrasi, aktivitas fisik, atau cuaca panas. Namun, tahukah Anda bahwa sering haus salah satu tanda diabetes?

Diabetes, terutama diabetes tipe 1 dan tipe 2, memiliki gejala khas yang kerap kali muncul tanpa disadari. Salah satunya adalah rasa haus yang sulit terpuaskan. MomsMoney akan mengulasnya secara lengkap di sini. Yuk, simak!

Baca Juga: 10 Rekomendasi Makanan Sehat Terbaik untuk Penderita Diabetes Konsumsi

Sering Haus Salah Satu Tanda Diabetes

Rasa haus yang berlebihan sering kali menjadi salah satu tanda awal diabetes. Kondisi ini biasanya disertai dengan seringnya buang air kecil. Penyebab utamanya adalah tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah.

Pada penderita diabetes, tubuh tidak dapat menggunakan gula dari makanan dengan baik dan menyebabkan gula menumpuk dalam darah. Dikutip dari laman Healthline, kadar gula darah yang tinggi memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula tersebut.

Untuk mengeluarkan gula ekstra, ginjal memproduksi lebih banyak urine. Akibatnya, Anda akan buang air kecil lebih sering, dengan volume urine yang lebih banyak dari biasanya. Proses ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.

Baca Juga: Ini Daftar Makanan dan Minuman yang Harus Dibatasi oleh Penderita Diabetes

Air juga diambil dari jaringan tubuh untuk membantu membuang gula berlebih. Kehilangan cairan ini menyebabkan dehidrasi, sehingga Anda merasa sering haus. Otak merespons dengan memberi sinyal untuk minum lebih banyak air agar tubuh tetap terhidrasi.

Namun, semakin banyak Anda minum, semakin sering pula Anda buang air kecil. Siklus rasa haus dan buang air kecil ini akan terus terjadi jika kadar gula darah tidak dikontrol dengan baik.

Cara Mengatasi Rasa Sering Haus pada Penderita Diabetes

Jika diabetes adalah penyebab rasa haus Anda, langkah pertama adalah mengelola penyakit ini dengan baik. Melansir dari laman WebMD, berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan:

1. Obat untuk Mengontrol Gula Darah

  • Diabetes tipe 1: Memerlukan insulin setiap hari, baik melalui suntikan maupun pompa insulin.
  • Diabetes tipe 2: Obat-obatan seperti metformin atau insulin digunakan jika diet dan olahraga tidak cukup.

Baca Juga: Ini Makanan Terbaik untuk Prediabetes, Bantu Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

2. Perubahan Gaya Hidup

  • Makan makanan sehat dan seimbang dengan fokus pada makanan rendah indeks glikemik.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Berhenti merokok untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

3. Operasi Penurunan Berat Badan

Bagi penderita diabetes tipe 2 dengan obesitas, operasi bariatrik dapat membantu menurunkan berat badan, memperbaiki kadar gula darah, dan bahkan mengurangi kebutuhan obat.

Baca Juga: Mengapa Kadar Gula Darah Bisa Naik Setelah Makan? Ini Dia Penjelasannya

4. Mengatasi Mulut Kering

  • Hisap permen bebas gula atau kunyah permen karet tanpa gula untuk merangsang produksi air liur.
  • Kurangi konsumsi kafein dan hindari obat kumur yang mengandung alkohol.
  • Gunakan pelembab udara di kamar tidur untuk meningkatkan kelembapan udara.
  • Minum air putih sepanjang hari.

Demikianlah penjelasan tentang sering haus salah satu tanda diabetes. Rasa haus berlebihan adalah gejala yang umum pada berbagai jenis diabetes, baik diabetes mellitus maupun insipidus.

Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan cairan yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah atau gangguan hormon pengatur cairan. Jika Anda sering merasa haus meskipun sudah minum cukup, jangan abaikan gejala ini. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Baca Juga: Apakah Air Kelapa Bagus untuk Penderita Diabetes atau Tidak? Ini Jawabannya

Dengan pengelolaan yang baik, diabetes dapat dikendalikan, dan komplikasi serius dapat dicegah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jadwal KRL Jogja-Solo Akhir Pekan 3-4 Oktober 2026, Cek Jamnya di sini

Yuk, cek jadwal KRL Jogja-Solo akhir pekan 3-4 Oktober 2026, menuju stasiun Palur. Jangan lupa catat jam pentingnya, ya.

Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 3-4 Oktober 2026, Catat Waktunya

Ini jadwal KRL Solo-Jogja akhir pekan 3-4 Oktober 2026. Jadwal akhir pekan perlu diperhatikan agar tidak keliru menggunakan jadwal hari biasa.

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.