MOMSMONEY.ID - Apakah penderita gula darah tinggi boleh menyusui? Untuk si kecil, ASI (air susu ibu) memiliki banyak manfaat seperti menurunkan risiko terkena infeksi pernapasan, telinga, masalah pencernaan, dan asma.
American Diabetes Association, mengatakan bahwa menyusui baik untuk penderita gula darah tinggi. Obat yang bisa menurunkan gula darah tinggi dan aman digunakan saat menyusui adalah metformin.
Apakah penderita gula darah tinggi boleh menyusui?
Michael Dansinger, dokter umum dari Webmd.com menyebutkan bahwa ibu dengan gula darah tinggi boleh menyusui. Pemberian ASI setidaknya selama 6 bulan pertama kehidupan bayi untuk mendapatkan manfaat maksimal, baik bagi ibu maupun anak.
Baca Juga: Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan, Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah
Bayi yang mendapatkan ASI secara penuh memiliki risiko lebih rendah mengalami obesitas saat beranjak dewasa. Hal tersebut dapat membantu mencegah gula darah tinggi.
Untuk ibu, menyusui bantu pemulihan pascapersalinan yang lebih cepat dan penurunan berat badan yang lebih efektif setelah kehamilan.
Obat-obatan seperti metformin dan insulin aman dikonsumsi selama masa menyusui. La Leche League International menjelaskan bahwa molekul insulin berukuran terlalu besar untuk dapat masuk ke dalam ASI dan sampai ke bayi.
Meski demikian, pasien tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis obat setelah melahirkan dan selama masa menyusui. Penghambat SGLT-2 (sodium-glucose cotransporter 2) merupakan golongan obat yang bisa meningkatkan ekskresi glukosa melalui urin.
Obat-obatan dalam kelompok ini meliputi canagliflozin, dapagliflozin, empagliflozin, dan ertugliflozin. Belum tersedia informasi mengenai penggunaan obat-obatan ini pada masa menyusui, dan FDA tidak merekomendasikannya.
Sementara itu, ada obat Agonis GLP-1 (Glucagon-like peptide-1 receptor agonists) yang mencakup dulaglutide, exenatide, liraglutide, lixisenatide, dan semaglutide. Obat-obatan ini diberikan melalui suntikan setiap hari atau setiap minggu.
Berdasarkan label yang disetujui FDA saat ini, penggunaan obat-obatan tersebut tidak dianjurkan bagi ibu menyusui. Penghambat DPP-4 (Dipeptidyl peptidase-4 inhibitors) digunakan bersamaan dengan pengaturan pola makan dan olahraga untuk mengendalikan kadar gula darah pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2.
Obat-obatan dalam kelompok ini meliputi alogliptin, linagliptin, saxagliptin, dan sitagliptin. Belum tersedia informasi mengenai ekskresinya ke dalam ASI atau penggunaannya selama masa menyusui.
Bagaimana pengaruh menyusui terhadap kadar gula darah?
Hingga 9 persen wanita mengalami kadar gula darah tinggi selama kehamilan. Kondisi yang dikenal sebagai diabetes gestasional (GD) ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah bayi lahir.
Namun, meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari. Menyusui dapat menurunkan risiko tersebut dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa pada ibu.
Wanita yang menyusui setidaknya selama 2 bulan dapat mengalami penurunan risiko gula darah tinggi hingga sekitar setengahnya. Sedangkan, wanita yang menyusui setidaknya selama 5 bulan dapat mengalami penurunan risiko gula darah tinggi lebih dari setengahnya.
Baca Juga: Gula Tinggi Darah Saat Hamil Picu Preeklampsia, Keguguran & Kelahiran Prematur
Berapa kadar gula darah yang disarankan saat menyusui?
Penting untuk menjaga kadar glukosa di kisaran 90 hingga 180 mg/dL selama masa menyusui. Kadar glukosa yang lebih rendah dari itu dapat menyebabkan hipoglikemia, kondisi berbahaya akibat rendahnya kadar gula darah.
Saat menyusui, tubuh akan menggunakan glukosa dalam darah untuk memproduksi ASI. Pastikan untuk selalu menyiapkan penanganan hipoglikemia bila sewaktu-waktu diperlukan. Sekian informasi mengenai obat untuk penderita gula darah tinggi yang menyusui bayi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News