MOMSMONEY.ID - Apakah kadar gula darah tinggi saat hamil bisa memicu keguguran? Perencanaan pra-kehamilan yang tepat dapat membantu penderita mengontrol kadar gula darah yang sehat sepanjang kehamilan.
Stacy A. Henigsman, dokter umum dari Medicalnewstoday.com menjelaskan bahwa hal ini dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan yang berbahaya dan menyebabkan keguguran.
Perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan dapat memengaruhi kadar glukosa darah. Kadar gula darah tinggi selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko hal-hal berikut:
Baca Juga: Gula Tinggi Darah Akibat Olahan Kentang yang Salah, Coba Alternatif Lainnya
- Preeklampsia: Suatu kondisi serius dan berpotensi mengancam jiwa dengan gejala tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urin.
- Keguguran: Keguguran adalah meninggalnya janin sebelum usia kehamilan 20 minggu.
- Cacat lahir: Janin yang terpapar kadar glukosa darah tinggi selama 8 minggu pertama kehamilan berisiko lebih tinggi mengalami cacat lahir.
- Kemungkinan komplikasi pada janin
Kadar gula darah tinggi selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko keguguran dan kematian janin dalam kandungan. Selain itu, gula darah tinggi saat hamil juga menyebabkan:
- Kelahiran prematur
- Masalah jantung
- Masalah usus
- Masalah pernapasan
- Pendarahan di otak
- Masalah penglihatan
- Peningkatan berat badan lahir yang dapat mempersulit persalinan.
Persiapan kehamilan untuk penderita gula darah tinggi
Orang yang ingin hamil sebaiknya berusaha menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal dan mempertahankan kadar tersebut sepanjang kehamilan. Dengan melakukan hal ini, risiko komplikasi bagi ibu hamil dan janin akan berkurang.
Sebelum kehamilan, penderita gula darah tinggi harus mempersiapkan diri dengan cara-cara berikut:
- Lakukan pemeriksaan kesehatan lengkap sebelum kehamilan
- Bekerja sama dengan ahli gizi dan ikuti rencana makan yang sesuai
- Lakukan aktivitas fisik untuk setidaknya 30 menit per hari, 5 hari per minggu
- Minumlah obat sesuai anjuran dokter
- Konsumsilah asam folat minimal 400 mikrogram (mcg) per hari setidaknya satu bulan sebelum kehamilan
- Berhentilah merokok
- Hindari alkohol
- Pemeriksaan kesehatan mencakup evaluasi pengelolaan kadar glukosa darah, status vaksinasi, pemeriksaan laboratorium darah, komplikasi dan pengobatan yang dijalani
- Dokter akan memberikan pengobatan atau menyesuaikan target kadar glukosa darah
- Mengonsumsi asam folat dosis tinggi
- Mengatur jadwal pemeriksaan pemindaian (USG) untuk bay
- Minum suplemen yang tepat
Cara mengelola kadar gula darah selama kehamilan
Target kadar glukosa darah harian seseorang dapat berubah sebelum dan selama kehamilan. Target kadar glukosa darah harian yang direkomendasikan untuk penderita gula darah tinggi yang sedang hamil adalah sebagai berikut:
- Sebelum makan, sebelum tidur, dan sepanjang malam 90 miligram per desiliter (mg/dL) atau kurang.
- Satu jam setelah makan 130 hingga 140 mg/dL atau kurang.
- Dua jam setelah makan 120 mg/dL atau kurang.
Dokter mungkin juga merekomendasikan tes urin harian selama kehamilan untuk menilai kadar keton. Keton adalah zat kimia yang diproduksi tubuh ketika menggunakan lemak yang tersimpan sebagai sumber energi pengganti glukosa.
Istilah medis untuk proses ini adalah ketosis, kondisi yang dapat membahayakan baik ibu hamil maupun janin. Penderita gula darah tinggi yang berencana hamil dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut untuk mencegah risiko masalah di kemudian hari.
Baca Juga: Pemicu Lonjakan Gula Darah: 10 Minuman Herbal Ini Efektif Menurunkannya
Kapan pengobatan dengan insulin diperlukan?
Jika kadar glukosa darah tidak dapat diturunkan dengan perubahan gaya hidup, maka pengobatan insulin akan diberikan. Sekitar 1 dari 4 wanita dengan diabetes gestasional harus menyuntikkan insulin.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh yang menurunkan kadar glukosa darah. Pemberian insulin sebagai obat tidak berbahaya bagi anak karena tidak menembus rahim.
Tersedia berbagai jenis sediaan insulin untuk ibu hamil dalam pengobatan insulin. Dengan terapi insulin intensif, ibu hamil menyuntikkan insulin kerja panjang satu atau dua kali sehari untuk memenuhi kebutuhan insulin.
Insulin kerja cepat melengkapi kebutuhan di sekitar waktu makan. Meski diobati dengan insulin, ibu hamil harus tetap memperhatikan pola makannya agar kebutuhan insulin tidak terlalu tinggi.
Dosis insulin harus disesuaikan hingga menjelang kelahiran seiring perubahan kebutuhan. Dokter kandungan akan memantau pertumbuhan bayi dalam kandungan dengan USG.
Sekian informasi mengenai risiko keguguran pada penderita gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News