MOMSMONEY.ID - Kadar glukosa darah tinggi yang tidak ditangani dengan tepat bisa membuat penderitanya harus cuci darah karena penurunan fungsi ginjal Penderita gula darah tinggi memiliki peningkatan risiko terhadap penyakit jantung, stroke, kerusakan saraf, dan kehilangan penglihatan.
Kelly Elterman, dokter anestesi dari Goodrx.com menyebutkan bahwa gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi jangka pendek meliputi masalah seperti dehidrasi dan ketoasidosis diabetik.
Yuk, simak berbagai macam komplikasi selain penurunan fungsi ginjal pada penderita gula darah tinggi:
Baca Juga: Luka Pasien Gula Darah Tinggi Bahayakan Nyawa jika Terlambat Ditangani Dokter
1. Penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular adalah istilah luas yang mencakup kondisi yang memengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah di seluruh tubuh. Kondisi ini berkembang karena tingginya kadar gula darah merusak dinding arteri dan vena.
Seiring waktu, hal ini menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan semakin menyempit. Dalam hal jantung dan sistem pembuluh darah, hal ini dapat menyebabkan:
- Penyakit arteri koroner: Penyakit arteri koroner berkembang ketika arteri yang memasok otot jantung menyempit atau tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung.
- Penyakit arteri perifer: Penyakit arteri perifer mirip dengan CAD, tetapi mengacu pada penyempitan pembuluh darah di seluruh bagian tubuh lainnya.
- Tekanan darah tinggi: Kondisi terjadi karena pembuluh darah menjadi lebih kaku. Sehingga, dibutuhkan lebih banyak tekanan untuk memompa darah melalui pembuluh tersebut.
- Gagal jantung: Gagal jantung terjadi ketika jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah yang kaku atau menyempit.
- Stroke: Kondisi ini terjadi ketika bagian-bagian otak kehilangan pasokan darah normalnya. Orang dengan gula darah tinggi memiliki peluang 1,5 kali lebih besar untuk mengalami stroke dibandingkan orang tanpa diabetes.
- Demensia: Gula darah tinggi meningkatkan risiko terkena berbagai jenis demensia seperti penyakit Alzheimer. Hal ini sebagian disebabkan oleh penurunan aliran darah ke seluruh otak.
Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan sel-sel otak.
2. Penyakit ginjal yang berujung cuci darah
Meski ginjal tidak selalu menjadi pusat perhatian sebagai organ esensial, ginjal memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Gula darah tinggi dapat memengaruhi ginjal dengan cara-cara berikut:
- Penyakit ginjal kronis: Hal ini terjadi ketika kadar glukosa darah tinggi merusak pembuluh darah di ginjal yang menyaring dan membuang limbah dari darah. Setelah pembuluh darah ginjal rusak, maka akan kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dan racun.
- Penyakit ginjal stadium akhir: Penyakit ginjal kronis pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit ginjal stadium akhir. PGSA terjadi ketika fungsi ginjal sangat rendah dan tidak dapat pulih dan harus cuci darah.
3. Komplikasi di bagian kaki
Penderita gula darah tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami berbagai masalah kaki. Komplikasi ini terjadi karena kadar glukosa darah yang tinggi merusak saraf dan pembuluh darah kecil dan halus di kaki.
Beberapa komplikasi di bagian kaki meliputi:
- Neuropati perifer: Kondisi ini merujuk pada kerusakan saraf di kaki dan telapak kaki Anda. Hal ini menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, dan mati rasa di area tersebut.
- Kapalan dan ulkus kaki: Kondisi ini berkembang karena penurunan aliran darah ke kaki. Hal ini menyebabkan kerusakan kulit yang meningkatkan risiko infeksi di area tersebut.
- Infeksi kulit dan kaki: Infeksi ini umum terjadi pada penderita gula darah tinggi karena beberapa alasan. Sirkulasi darah yang buruk mempersulit tubuh untuk melawan infeksi yang sedang berkembang.
Infeksi kaki juga dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius jika tidak diobati dengan benar. Infeksi dapat menyebar ke tulang (osteomielitis) yang mengakibatkan amputasi.
4. Komplikasi pada mata
Kadar gula darah tinggi dapat memengaruhi penglihatan karena merusak pembuluh darah dan mengubah kadar cairan di dalam mata. Hal ini dapat menyebabkan masalah mata seperti berikut:
- Katarak: Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh.
- Glaukoma: Glaukoma terjadi ketika cairan berlebih di mata merusak saraf optik.
- Edema makula: Edema makula terjadi ketika cairan berlebih merusak retina.
- Retinopati diabetik: Retinopati diabetik terjadi ketika ada kerusakan pada pembuluh darah di retina.
5. Masalah kesehatan mental
Penderita gula darah tinggi lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan mental. Penderita gula darah tinggi memiliki risiko lebih tinggi terkena depresi.
Tekanan terkait gula darah tinggi dapat menyebabkan gejala kecemasan, frustrasi, dan kelelahan.
Baca Juga: 5 Manfaat Rutin Minum Air Kelapa untuk Gula Darah hingga Ginjal, Cek di Sini
6. Disfungsi seksual
Gula darah tinggi juga dapat menyebabkan disfungsi seksual yang memengaruhi baik pria maupun wanita. Hal ini menyebabkan libido rendah, disfungsi ereksi, ejakulasi dini dan penurunan gairah seksual.
Demikian informasi mengenai kadar glukosa darah tinggi yang tidak ditangani dengan tepat bisa membuat penderitanya harus cuci darah dan mengalami komplikasi berbahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News