M O M S M O N E Y I D
Bugar

Panduan Diet IF untuk Pemula, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan!

Panduan Diet IF untuk Pemula, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan!
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Begini, lho, panduan diet IF untuk pemula yang disebut bisa turunkan berat badan. Mau coba?

Di tengah beragamnya metode diet yang bermunculan, Intermittent Fasting atau diet IF menjadi salah satu yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir.

Tak hanya karena dianggap ampuh menurunkan berat badan, tapi juga karena manfaat kesehatannya yang lebih luas, mulai dari pengendalian gula darah hingga peningkatan fungsi otak.

Diet IF bukan sekadar tentang apa yang Anda makan, melainkan kapan Anda makan. Konsep ini sederhana, tetapi dampaknya bisa signifikan jika dijalankan dengan benar.

Untuk Anda yang baru ingin mencoba diet IF, memahami cara kerja, jenis-jenis pola puasa, serta tips menjalankannya sangat penting agar mendapatkan hasil yang optimal tanpa mengganggu kesehatan. MomsMoney akan mengulas tentang panduan diet IF untuk pemula. Simak, yuk!

Baca Juga: Benarkah Susu Kedelai Bagus untuk Diet Tubuh? Ini Jawabannya

Apa Itu Diet IF?

Intermittent fasting atau diet IF adalah pola makan yang mengatur waktu kapan Anda makan dan kapan Anda berhenti makan. Jadi, ini bukan jenis diet yang membatasi jenis makanan tertentu, tetapi lebih ke cara mengatur waktu makan dalam sehari atau seminggu.

Metode IF paling umum adalah pola 16/8, yaitu berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jendela waktu 8 jam. Ada juga yang memilih puasa 24 jam sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu.

Diet IF semakin populer karena dianggap tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Manusia sebenarnya sudah terbiasa dengan pola puasa sejak zaman dulu, terutama saat makanan sulit didapat. Selain itu, puasa juga dilakukan sebagai bagian dari ibadah dalam berbagai agama seperti Islam, Kristen, Yahudi, dan Buddha.

Baca Juga: Benarkah Oatmeal Bagus Dikonsumsi saat Diet? Ini Jawabannya

Panduan Diet IF untuk Pemula

Melansir dari laman Healthline, beginilah cara melakukan diet IF untuk pemula:

  1. Metode 16/8: Hanya makan dalam waktu 8 jam, misalnya pukul 12 siang – 8 malam, dan puasa selama 16 jam.
  2. Makan-berhenti-makan: Berpuasa selama 24 jam, satu atau dua kali seminggu.
  3. Metode 5:2: Makan seperti biasa selama 5 hari dan membatasi asupan kalori (500–600 kalori) selama 2 hari lainnya.

Selama masa puasa, Anda tidak makan sama sekali, tetapi tetap boleh minum air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam.

Diet IF sering membuat seseorang secara alami makan lebih sedikit kalori. Inilah yang berkontribusi pada penurunan berat badan.

Apa yang Terjadi di Tubuh Selama Diet IF?

Saat Anda berpuasa, tubuh mengalami beberapa perubahan positif:

  • Hormon pertumbuhan (HGH) produksinya meningkat, membantu membakar lemak dan membentuk otot.
  • Kadar insulin menurun, membuat tubuh lebih mudah membakar lemak.
  • Tubuh memulai proses pembersihan sel, termasuk menghilangkan protein yang rusak (autophagy).
  • Diet IF dapat mengaktifkan gen yang berkaitan dengan umur panjang dan perlindungan dari penyakit.

Baca Juga: Benarkah Buah Alpukat Bagus untuk Diet? Ini Faktanya

Manfaat Kesehatan Diet IF

Banyak orang mencoba diet IF karena ingin menurunkan berat badan. Dengan waktu makan yang terbatas, Anda secara alami cenderung makan lebih sedikit. Selain itu, diet IF meningkatkan hormon pembakar lemak seperti norepinefrin, yang bisa mempercepat metabolisme.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet IF bisa mengurangi berat badan sekitar 0,8% hingga 13% dari berat awal. Namun, penting diingat, jika Anda tetap makan berlebihan di waktu makan, hasilnya mungkin tidak efektif.

Selain membantu menurunkan berat badan, IF juga punya potensi manfaat lain:

  • Menurunkan resistensi insulin, mengontrol kadar gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.
  • Menurunkan penanda peradangan, yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.
  • Meningkatkan hormon BDNF yang mendukung pertumbuhan sel saraf baru dan perlindungan otak.

Namun, perlu dicatat bahwa sebagian besar penelitian masih berskala kecil, berlangsung singkat, atau dilakukan pada hewan, sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Baca Juga: Begini 18 Cara Diet Tanpa Olahraga untuk Menurunkan Berat Badan Berlebih

Siapa yang Perlu Waspada Saat Melakukan Diet IF?

Diet IF tidak cocok untuk semua orang. Anda sebaiknya tidak menjalani IF tanpa pengawasan dokter jika:

  • Anda memiliki berat badan terlalu rendah
  • Memiliki riwayat gangguan makan
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Sedang mencoba hamil
  • Mengalami gangguan gula darah atau tekanan darah rendah
  • Sedang mengonsumsi obat tertentu

Beberapa wanita mengalami gangguan hormon setelah menjalani diet IF, misalnya menstruasi yang tidak teratur. Karena itu, wanita disarankan lebih berhati-hati dan sebaiknya tidak melakukan IF ekstrem tanpa konsultasi dokter.

Namun, ada juga penelitian yang menunjukkan manfaat IF untuk wanita dengan kondisi tertentu, seperti PCOS (sindrom ovarium polikistik). Yang penting, perhatikan sinyal tubuh. Jika muncul efek negatif seperti menstruasi berhenti, sebaiknya hentikan diet IF.

Baca Juga: Bagaimana Cara Diet yang Benar untuk Menurunkan Berat Badan?

Efek Samping Diet IF yang Perlu Diketahui

Efek samping yang paling umum di awal menjalani diet IF adalah rasa lapar, lemas, dan sulit konsentrasi. Ini biasanya bersifat sementara, sampai tubuh menyesuaikan diri dengan pola makan baru.

Pastikan Anda tetap menjaga kualitas makanan saat makan, cukup minum air putih, dan tidur cukup agar IF berjalan aman dan efektif.

Demikianlah ulasan tentang panduan diet IF untuk pemula. Diet IF adalah pola makan fleksibel yang dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Meskipun sederhana secara konsep, hasilnya bisa sangat positif jika dilakukan dengan tepat. Bagi pemula, mulailah secara bertahap dan dengarkan tubuh Anda.

Dan yang paling penting, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu.

Baca Juga: Manfaat Minum Teh Hijau untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial

Ada 3 menu khusus yang dipersiapkan Genki Sushi untuk menyambut datangnya Tahun Kuda Api nanti.       

Bayi Sering Gumoh, Dokter Jelaskan Bedanya Regurgitasi dan GERD

​Gumoh kerap membuat orang tua khawatir. Padahal banyak kasus merupakan kondisi normal dan hanya sebagian kecil yang berkaitan dengan GERD

Sambil Salurkan Bantuan, Enervon Nusantara Run 2026 Digelar Minggu (8/2) di TMII

​Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan menjadi lokasi penyelenggaraan Enervon Nusantara Run 2026 akhir pekan ini, Minggu (8/2).

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (7/2), Hujan Amat Deras Guyur Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu 7 Februari 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat juga Waspada hujan lebat.

10 Minuman Sehat yang Bagus Dikonsumsi untuk Kesehatan Jantung

Intip beberapa minuman sehat yang bagus dikonsumsi untuk kesehatan jantung berikut ini, yuk!            

8 Rebusan Daun Alami untuk Menurunkan Tekanan Darah yang Tinggi

Yuk, ketahui beberapa rebusan daun alami untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi berikut ini!          

13 Kebiasaan yang Bikin Lebih Cepat Tua Tanpa Disadari, Cek di Sini!

Ini beberapa kebiasaan yang bikin lebih cepat tua tanpa disadari. Cek ada apa saja!                 

7 Manfaat Konsumsi Jus Jambu Biji secara Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Ternyata ini, lho, beberapa manfaat konsumsi jus jambu biji secara rutin bagi kesehatan tubuh. Apa saja?  

8 Kebiasaan Tidak Sehat yang Berbahaya untuk Jantung

Ternyata ada beberapa kebiasaan tidak sehat yang berbahaya untuk jantung, lho. Apa sajakah itu?            

8 Tanda Terlalu Banyak Konsumsi Kafein pada Tubuh, Apa Saja?

Apa saja tanda terlalu banyak konsumsi kafein pada tubuh, ya? Mari intip pembahasannya di sini!