MOMSMONEY.ID - Memasuki Juni 2026, perhatian investor di pasar saham domestik diperkirakan akan beralih dari dampak rebalancing MSCI menuju kemampuan otoritas menjaga stabilitas rupiah dan memulihkan kepercayaan investor asing.
Menurut David Kurniawan, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), stabilitas nilai tukar akan menjadi faktor paling krusial dalam menentukan arah pasar ke depan.
Meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga menjadi 5,25% untuk meredam tekanan eksternal, pasar masih akan mencermati apakah kebijakan tersebut efektif untuk menahan volatilitas rupiah dan mengurangi tekanan arus keluar modal.
"Jika rupiah mampu menunjukkan stabilisasi dalam beberapa pekan ke depan, sentimen pasar berpotensi membaik dan membuka ruang bagi kembalinya aliran dana asing ke pasar saham maupun obligasi domestik," kata David mengutip siaran pers, Selasa (2/6).
Selain faktor domestik, imbuh David, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga akan menjadi perhatian utama pelaku pasar. Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertengahan Juni berpotensi menjadi katalis terbesar bulan ini. Investor akan menunggu sinyal terbaru mengenai arah suku bunga dan prospek inflasi Amerika Serikat.
Baca Juga: Cek Puluhan Emiten Pembagi Dividen yang Punya Yield Menarik
Sikap The Fed yang masih cenderung hawkish berpotensi mempertahankan kekuatan dolar AS dan membatasi arus modal menuju pasar negara berkembang. Sebaliknya, apabila terdapat indikasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda dan peluang penurunan suku bunga semakin terbuka pada paruh kedua tahun ini, aset-aset berisiko termasuk pasar saham Indonesia dapat memperoleh sentimen positif.
Rekomendasi trading saham pekan ini
Merespons dinamika market, IPOT merekomendasikan trading saham pada emiten-emiten berikut ini:
- Buy GGRM (Entry: Rp 17.000, Target harga: Rp 18.525, Stop Loss: Rp 16.275 dan Risk to Reward Ratio 1:2.1).
Saham emiten PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dalam jangka pendek kembali bergerak di atas MA5 dan terlihat trend in general sideways, tapi berpotensi akan uptrend sehingga layak beli.
- Buy MAPI (Entry: Rp 1.495, Target harga: Rp 1.600, Stop Loss: Rp 1.450 dan Risk to Reward Ratio 1:2.3).
Harga saham emiten PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) konsisten bergerak di atas MA5. Emiten ini menarik jika mampu breakout dari area konsolidasi.
- Buy ICBP (Entry: Rp 7.100, Target harga: Rp 7.525, Stop Loss: Rp 6.875 dan Risk to Reward Ratio 1:1.9).
Harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mulai bottoming dekat area support dan indikator MACD terlihat ada hidden bullish divergence, sehingga layak untuk di-trading.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News