MOMSMONEY.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026 diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi bearish. Simak proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta melihat fase bearish consolidation akan terjadi setelah sebelumnya membentuk pola downward bar.
Indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada pada area oversold atau jenuh jual. Sementara itu, indikator Stochastic K-D mulai menunjukkan sinyal positif dan munculnya volume spike mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas transaksi yang patut dicermati pelaku pasar.
Tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks bergerak dengan area support di 6.081 dan 6.060, serta resistance di 6.156 dan 6.262.
Dari sisi domestik, perhatian investor tertuju pada rilis dua data ekonomi penting hari ini, yakni PMI Manufaktur Indonesia periode Mei dari S&P Global serta data inflasi Mei yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik. Kedua data tersebut dinilai dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sektor manufaktur, daya beli masyarakat, serta arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia ke depan.
Selain itu, pasar juga masih mengevaluasi dampak perubahan komposisi indeks MSCI yang mulai efektif berlaku sejak 1 Juni 2026. Pada akhir pekan lalu, investor asing tercatat melakukan net sell Rp8,36 triliun dalam sehari, sehingga pelaku pasar akan mencermati apakah tekanan jual dari dana pasif global sudah mereda atau masih berlanjut pada awal bulan ini.
Dari eksternal, sentimen datang dari perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Prospek tercapainya kesepakatan antara kedua negara dilaporkan menghadapi hambatan akibat meningkatnya ketegangan militer. Di sisi lain, investor global juga menantikan data US Nonfarm Payrolls Mei yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Rekomendasi saham
Dengan kondisi tersebut, Nafan menyarankan investor untuk tetap fokus pada saham berfundamental kuat, valuasi menarik, serta emiten yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren, sambil menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Berikut sejumlah rekomendasi saham pilihan Mirae Asset:
1. BUVA
Buy, area akumulasi 595–795, target 865–1.095.
2. ERAA
Buy, area akumulasi 366–380, target 386–422.
3. GGRM
Add, area akumulasi 16.300–17.300, target 17.325–18.625.
Sepanjang tahun ini, IHSG dalam tren menantang dengan penurunan 29,14% year to date dan akumulasi net foreign sell mencapai Rp 56,46 triliun. Disarankan pertimbangkan dengan masak sebelum mengambil keputusan investasi karena risiko ada di tangan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News