MOMSMONEY.ID - Apakah harus mengonsumsi obat asam urat selamanya? Sebelum itu, mari berkenalan dengan penyakit asam urat. Asam urat merupakan jenis radang sendi yang menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan rasa hangat pada sendi.
Jika tidak diobati, asam urat yang berkepanjangan dapat menyebabkan nyeri sendi kronis dan kerusakan sendi permanen. Dr. Samantha Shapiro, dokter reumatologi, menyebutkan, kadar asam urat tinggi menyebabkan kristal mengendap di persendian.
Kristal-kristal ini tidak seharusnya berada di sana, sehingga tubuh mengirimkan sel-sel inflamasi yang melepaskan zat kimia untuk memecahnya. Semua peradangan menyebabkan persendian jadi nyeri dan bengkak.
Baca Juga: Daftar Makanan yang Paling Cepat Picu Asam Urat: Bikin Nyeri Sendi, Cek Daftarnya
Mengapa kadar asam urat meningkat dengan cepat?
Mengutip dari Goodrx.com, kadar asam urat dapat meningkat dengan cepat karena:
- Pola makan: Mengonsumsi makanan tinggi purin seperti seafood dan jeroan akan meningkatkan kadar asam urat.
- Menghentikan pengobatan asam urat: Jika menghentikan obat-obatan asam urat tanpa arahan dokter akan menyebabkan kadar asam urat kembali naik.
Bagaimana cara kerja obat asam urat?
Obat-obatan bekerja dengan menurunkan kadar asam urat. Setelah kadar asam urat kurang dari 6,0 mg/dL, Anda hanya akan membutuhkan satu obat.
Obat pertama yang biasa direkomendasikan adalah allopurinol atau febuxostat karena menurunkan kadar asam urat. Saat Anda memulai pengobatan, penyedia layanan kesehatan akan memeriksa kadar asam urat setiap 2 hingga 4 minggu.
Dengan begitu, mereka bisa meningkatkan dosis jika diperlukan. Jika tidak meningkatkan dosis sehingga kadar asam urat Anda tetap di bawah 6,0 mg/dL, kekambuhan akan tetap terjadi.
Mungkin dibutuhkan beberapa bulan untuk menemukan dosis obat yang membuat kadarnya berada pada tingkat yang dibutuhkan. Dosis maksimum allopurinol adalah 800 mg per hari dan osis maksimum febuxostat adalah 80 mg per hari.
Obat kedua yang bisa direkomendsikan adalah kolkisin, NSAID, atau prednison untuk mencegah serangan asam urat. Saat pertama kali memulai pengobatan dengan allopurinol atau febuxostat, Anda berisiko mengalami kekambuhan.
Anda harus menjalani pengobatan jangka panjang jika mengalami lebih dari satu serangan per tahun atau sudah memiliki tofi atau erosi sendi.
Baca Juga: Asam Urat pada Lansia: Ini Tips Mengelola Nyeri Kronis di Sendi!
Apakah harus minum obat saat asam urat tidak kambuh?
Pasien asam urat harus tetap mengonsumsi obatnya untuk menjaga kadar asam urat tetap rendah. Jika Anda berhenti mengonsumsi obat asam urat, kadar asam urat akan kembali melonjak.
Jika berhenti minum obat, asam urat dapat berkembang menjadi radang sendi kronis. Serangan asam urat terjadi lebih sering, dan periode tanpa gejala di antara serangan menghilang.
Kemudian, gejala parah berkembang menjadi tofi. Tofi merupakan endapan asam urat berwarna putih seperti kapur. Selain itu, asam urat bisa menyebabkan erosi sendi yang menyebabkan kerusakan permanen.
American College of Rheumatology merekomendasikan allopurinol sebagai obat pilihan pertama untuk pengobatan asam urat. Allopurinol efektif dan aman untuk penderita penyakit ginjal kronis.
Febuxostat bisa menjadi pilihan jika Anda alergi terhadap allopurinol atau jika allopurinol dosis maksimal gagal menurunkan kadar asam urat. Probenecid adalah obat asam urat lainnya.
Dokter jarang merekomendasikannya sebagai pengobatan pilihan pertama karena masalah keamanan, terutama bagi mereka yang menderita penyakit ginjal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News