MOMSMONEY.ID - Banyak yang menganggap menjaga kesehatan dan menerapkan wellness dalam kehidupan membutuhkan biaya yang besar. Padahal, menurut pakar kesehatan asal Thailand, Dr. Tanupol Virunhagarun, yang juga Chief Executive Officer BDMS Wellness Clinic dan BDMS Wellness Resort, Bangkok Dusit Medical Services Public Company Limited, dasar-dasar fundamental wellness sebenarnya gratis.
Dia bilang, ada enam fondasi utama dalam menerapkan wellness.
Pertama, mulai dengan menjaga makanan. Dengan menjaga makanan, maka seseorang tidak akan mengalami obesitas. "Jika Anda makan dengan benar dan memperbanyak sayuran, Anda justru akan menghemat lebih banyak uang, bukan malah menghamburkannya," ujar Tanupol, pekan lalu.
Pilar kedua, tidur yang baik dengan waktu sekitar delapan jam sehari. Bahkan, Tanupol mengatakan sebaiknya jam tidur sebelum jam 10 malam.
Ketiga, berolahraga. Berbagai olahraga yang bisa dilakukan seperti berjalan kaki, bersepeda dan lainnya. "Lakukan 30 menit sehari, lima hari dalam seminggu," kata Tanupol.
Keempat, jauhi hal-hal yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Misalnya, rokok, alkohol, hingga makanan-makanan yang tak sehat. Dia menyebut, di fase awal seseorang menjalankan hal ini, seseorang mungkin akan sedikit tersika. "Tetapi Anda akan terbiasa," ujarnya.
Baca Juga: Pakar Jelaskan Pentingnya Penerapan Wellness dalam Kehidupan
Kelima, manajemen emosi. Tentu wellness berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi salah satu faktor kunci dalam wellness adalah kesehatan mental. Tanupol mengatakan, mental adalah sesuatu hal yang lebih sulit diperbaiki.
"Sebagai dokter wellness, saya selalu merekomendasikan meditasi, yoga, tai chi, atau meditasi berjalan," katanya.
Keenam, relasi dengan orang lain. Menurut Tanupol, penting untuk menciptakan atmosfer dan hubungan yang positif dengan yang lain.
"Itulah enam pilar pengobatan preventif. Semuanya gratis dan justru memberikan keuntungan finansial di baliknya," kata Tanupol.
Adapun, Tanupol menjelaskan bahwa penerapan wellness penting untuk dilakukan. Selain karena makin meningkatnya masyarakat yang menua (aging society), mencegah penyakit tidak menular (PTM), juga didorong oleh biaya layanan kesehatan yang makin mahal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News