MOMSMONEY.ID - Penyakit asam urat sering kali menyerang lansia. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan metabolik dan struktural yang dapat menaikkan kadar asam urat.
Pada lansia, asam urat cenderung tidak hanya menyerang satu sendi dalam satu waktu dan melibatkan beberapa sendi secara bersamaan. Stefan Petrov, dokter umum, memaparkan, hal ini dikenal sebagai asam urat poliartikular.
Dampak dari konsumsi obat-obatan diuretik juga menjadi salah satu alasan lansia menderita asam urat. Dilansir dari Mypatientadvice.co.uk, berikut perbedaan gejala asam urat pada lansia:
Baca Juga: Efek Rutin Minum Air Lemon bagi Pemulihan dan Nyeri Sendi Penderita Asam Urat
1. Melibatkan banyak sendi
Pasien lansia jauh lebih mungkin mengalami serangan pada beberapa sendi sekaligus. Meski kaki tetap menjadi lokasi yang umum, tidak jarang lutut, pergelangan tangan, dan siku juga terasa nyeri secara bersamaan.
Hal ini dapat membuat kondisi tersebut dikenal dengan nyeri sistemik (menyeluruh).
2. Cenderung menyerang tubuh bagian atas
Terdapat pergeseran yang nyata ke arah tubuh bagian atas pada pasien asam urat lansia. Khususnya pada wanita, asam urat sering kali muncul pada sendi-sendi kecil di jari tangan dan pergelangan tangan setelah menopause.
Kondisi ini sering disertai dengan terbentuknya tofi yang dapat muncul lebih cepat pada populasi lansia.
3. Interaksi dengan osteoartritis
Asam urat cenderung menyasar sendi yang sudah mengalami kerusakan akibat osteoartritis. Pada lansia, kristal asam urat sering kali mengendap di benjolan atau penebalan tulang yang timbul akibat keausan sendi.
Hal ini dapat menciptakan gambaran klinis yang membingungkan, di mana sendi yang biasanya hanya terasa nyeri tiba-tiba menjadi merah dan terasa panas.
3. Lebih bersifat kronis
Berbeda dengan serangan asam urat pada anak muda yang biasanya bersifat mendadak dan hebat, serangan pada lansia biasanya terjadi secara bertahap. Rasa nyerinya mungkin tidak terlalu tajam, namun pembengkakan dan kekakuan sendi bisa berlangsung jauh lebih lama.
Peradangan ini dapat berujung pada kondisi artritis asam urat kronis, di mana sendi sering kambuh dan nyeri.
Gejala dan frekuensi serangan asam urat pada lansia sangat dipengaruhi oleh profil kesehatan secara keseluruhan:
- Fungsi ginjal: Penurunan fungsi ginjal secara alami akibat penuaan menyebabkan asam urat tidak dapat dibuang secepat biasanya, sehingga gejala menjadi lebih menetap.
- Diuretik: Banyak lansia mengonsumsi obat diuretik untuk tekanan darah atau kesehatan jantung. Obat ini dikenal dapat memicu kekambuhan yang lebih sering dan sulit ditangani.
- Dehidrasi: Lansia mungkin mengalami penurunan rasa haus dan dehidrasi ringan.
Baca Juga: Kebiasaan yang Memicu Asam Urat, Alkohol dan Fruktosa jadi Biang Kerok
Ragam risiko asam urat bagi lansia
Simak berbagai risiko asam urat bagi lansia berikut ini:
1. Peningkatan rasa sakit & ketidaknyamanan
Bagi lansia, nyeri akibat serangan asam urat bisa sangat melemahkan. Sifat nyeri yang tiba-tiba dan parah dapat menyulitkan mereka untuk bergerak dan mengalami keterbatasan saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Nyeri kronis juga dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan peningkatan risiko depresi dan kecemasan.
2. Komplikasi akibat penyakit penyerta
Banyak lansia penderita asam urat memiliki kondisi kesehatan lain yang mendasarinya, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal. Mengelola asam urat bersamaan dengan komorbiditas ini dapat menjadi tantangan, karena beberapa obat asam urat dapat berinteraksi secara negatif dengan pengobatan untuk kondisi lain.
Misalnya, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan untuk mengobati nyeri asam urat dapat memperburuk masalah ginjal atau meningkatkan tekanan darah.
3. Mobilitas & risiko jatuh
Asam urat yang parah dapat berdampak signifikan pada mobilitas, terutama jika menyerang sendi penopang berat badan seperti lutut atau pergelangan kaki. Mobilitas yang berkurang dapat meningkatkan risiko jatuh yang sangat berbahaya bagi lansia.
Lansia bisa mengalami patah tulang yang lebih tinggi dan waktu pemulihan yang lebih lama.
4. Kesehatan kardiovaskular
Asam urat berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi orang dewasa yang lebih tua dan sudah memiliki penyakit penyerta.
Mengelola kadar asam urat dapat berperan dalam melindungi kesehatan kardiovaskular.
5. Kualitas hidup
Sifat serangan asam urat yang sering dan tidak dapat diprediksi dapat berdampak buruk pada kualitas hidup lansia. Nyeri kronis, rasa takut akan serangan di masa mendatang, dan kebutuhan akan pengobatan berkelanjutan dapat menciptakan kondisi stres dan kecemasan yang terus-menerus.
Baca Juga: Diet yang Aman untuk Penderita Asam Urat, Berat Badan Turun Bertahap
Tips mengelola penyakit asam urat pada lansia
Mengelola penyakit asam urat secara efektif membutuhkan strategi yang menggabungkan perawatan medis, perubahan gaya hidup, serta dukungan berkelanjutan:
1. Perawatan medis
Dokter sering meresepkan obat-obatan untuk mengurangi kadar asam urat dan mencegah serangan asam urat di masa mendatang. Obat-obatan umum meliputi allopurinol dan febuxostat.
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid, atau kolkisin dapat digunakan untuk mengatasi nyeri asam urat akut. Obat-obatan ini harus digunakan dengan hati-hati karena potensi efek samping seperti peningkatan kadar gula darah dan tekanan darah tinggi.
2. Perubahan gaya hidup
Mengurangi asupan makanan kaya purin seperti daging merah dan seafood dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga sangat penting.
Mempertahankan berat badan yang sehat dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan asam urat. Penurunan berat badan melalui diet dan olahraga dapat secara signifikan meningkatkan pengelolaan asam urat.
Olahraga teratur dengan intensitas rendah seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda pun dapat meningkatkan fungsi sendi dan kesehatan secara keseluruhan. Olahraga membantu dalam pengelolaan berat badan dan mengurangi risiko kambuhnya asam urat.
3. Pemeriksaan rutin
Pemantauan kadar asam urat dan fungsi ginjal secara berkala sangat penting untuk mengelola penyakit asam urat secara efektif. Pemeriksaan rutin membantu menyesuaikan pengobatan sesuai kebutuhan.
Keluarga, pengasuh, dan dokter memainkan peran penting dalam mendukung individu penderita asam urat. Lingkungan yang mendukung membantu kepatuhan terhadap rencana pengobatan dan perubahan gaya hidup. Itulah tips mengelola penyakit asam urat pada lansia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News