MOMSMONEY.ID - Nyeri pinggang yang datang tiba-tiba jangan langsung dianggap sebagai pegal biasa.
Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu gejala batu saluran kemih, penyakit yang masih banyak ditemukan dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak segera ditangani.
Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, FICS, menjelaskan, batu saluran kemih terbentuk akibat endapan mineral di ginjal atau saluran kemih.
Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurang minum air putih, gangguan metabolisme, pola makan tertentu, infeksi, hingga faktor genetik.
"Banyak masyarakat menganggap batu saluran kemih hanya menyebabkan nyeri. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, batu dapat menyebabkan sumbatan saluran kemih, infeksi berat, gangguan fungsi ginjal, bahkan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan yang tepat sangat penting," ujar dr. Teguh dalam keterangan resmi Kamis (23/7).
Baca Juga: Asam Urat Kronis: Ini 2 Risiko Komplikasi Fatal yang Mengintai!
Selain nyeri hebat di pinggang yang dapat menjalar ke perut bawah atau selangkangan, penderita juga bisa mengalami mual, muntah, nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, hingga demam jika sudah terjadi infeksi.
Menurut dr. Teguh, kini penanganan batu saluran kemih tidak selalu memerlukan operasi terbuka. Berbagai prosedur minim invasif, seperti gelombang kejut, endoskopi, hingga teknologi laser terbaru, dapat membantu menghancurkan batu dengan sayatan yang sangat kecil atau bahkan tanpa sayatan.
Tak kalah penting, pencegahan kekambuhan juga perlu menjadi perhatian. Pengobatan tidak berhenti setelah batu berhasil dikeluarkan.
"Kami juga melakukan evaluasi metabolik untuk mengetahui penyebab pembentukan batu sehingga kekambuhan dapat dicegah. Minum air putih yang cukup, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam berlebih, serta menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah sederhana yang sangat berperan dalam mencegah batu terbentuk kembali," jelas dr. Teguh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News