M O M S M O N E Y I D
Bugar

Waspada Inflamasi Pembuluh Darah, Risikonya Tak Sekadar Penyakit Jantung

Waspada Inflamasi Pembuluh Darah, Risikonya Tak Sekadar Penyakit Jantung
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Peradangan pada pembuluh darah atau inflamasi kardiovaskular ternyata masih menjadi ancaman bagi penderita penyakit jantung.

Bahkan, dua dari lima penyandang penyakit kardiovaskular diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke akibat kondisi tersebut.

Temuan itu berasal dari studi Poseidon yang dilakukan Novo Nordisk terhadap 18.904 pasien di 18 negara.

Hasilnya menunjukkan inflamasi kardiovaskular masih banyak ditemukan pada pasien penyakit kardiovaskular, meski telah menjalani terapi sesuai standar pengobatan.

Inflamasi kardiovaskular merupakan peradangan pada pembuluh darah yang umumnya tidak menimbulkan gejala.

Namun, bila berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.

Baca Juga: 8 Jus Anti-Inflamasi yang Bagus untuk Kesehatan Usus dan Jantung

Studi tersebut menemukan dua dari lima penyandang penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang juga memiliki penyakit ginjal kronis mengalami inflamasi kardiovaskular. Temuan serupa juga ditemukan pada dua dari lima pasien gagal jantung.

Di Indonesia, penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung iskemik masih menjadi penyebab utama kematian. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan penyakit kardiovaskular menyumbang sekitar 30% dari total kematian di Indonesia.

"Studi Poseidon yang dilakukan oleh Novo Nordisk menyajikan bukti penting bahwa inflamasi kardiovaskular merupakan sumber risiko yang signifikan dan tetap berlanjut pada pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik serta penyakit ginjal kronis atau gagal jantung, meskipun telah menerima terapi sesuai standar perawatan saat ini," ujar Filip Knop, Senior Vice President dan Chief Medical Officer Novo Nordisk dalam keterangan resmi Kamis (2/7). 

Dalam studi tersebut, inflamasi diukur menggunakan kadar high-sensitivity C-reactive protein (hsCRP) sebesar ≥2 mg/L.

Pemeriksaan darah ini merupakan salah satu metode yang umum digunakan untuk mengukur inflamasi kardiovaskular.

"Studi Poseidon yang dilakukan Novo Nordisk menunjukkan dengan jelas bahwa inflamasi bukanlah isu sekunder, melainkan faktor utama yang mendorong peningkatan risiko pada jutaan pasien penyakit kardiovaskular di seluruh dunia yang masih rentan mengalami komplikasi meskipun telah menerima terapi terbaik yang tersedia saat ini," ujar Profesor Carolyn S.P. Lam, Senior Consultant Department of Cardiology National Heart Centre Singapore.

Menurutnya, temuan tersebut membuka peluang pengembangan terapi yang secara langsung menargetkan inflamasi sehingga diharapkan dapat membantu menekan risiko komplikasi pada pasien penyakit kardiovaskular.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Indomaret Harga Spesial 8-21 September 2026, Dancow-Lervia Diskon hingga 50%

Berikut MomsMoney lampirkan katalog Promo Indomaret Harga Spesial Periode 8-21 September 2026 yang dapat Anda cermati.

Umur Hewan Peliharaan di Indonesia Hanya 6 Tahun, Ini Cara Memperpanjang Umur Mereka

Siapa yang ingin umur hewan peliharaanya bisa mencapai umur yang maksimal? Berikut tips merawat hewan peliharaan dari Royal Canin. 

Kurangi Risiko Kanker, Simak 6 Manfaat Kesehatan Madu Manuka Untuk Tubuh Anda

Sudah pernah coba madu manuka? Jika belum, sebaiknya ketahui dulu manfaatnya untuk kesehatan di artikel ini.

Prakiraan Cuaca Sumatra Selatan Besok (10/9) dan Lusa, Waspadai Hujan Sedang

BMKG memprakirakan 13 wilayah Sumatra Selatan mengalami hujan ringan. Cek cuaca dan suhu di seluruh daerah.

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Besok (10/9) Beragam, Lusa Semua Wilayah Berawan

Prakiraaan cuaca di Yogkayarta untuk Kamis cenderung berawan dan pada Jumat seluruh wilayah berawan, berikut prakiraannya. 

Hujan Ringan Mendominasi, Cek Prakiraan Cuaca Sumatra Utara Besok (10/9) dan Lusa

Hujan ringan mendominasi Sumatra Utara besok, sedangkan lusa lebih banyak wilayah berawan. Cek rincian cuacanya.

Berawan di Hampir Semua Wilayah, Pantau Cuaca Bali Besok (10/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Bali besok dan lusa didominasi berawan. Cek suhu udara di seluruh kabupaten/kota.

Harga Emas Dunia Rebound Meski Timur Tengah Memanas, Ini Katalisnya

Harga emas dunia kembali naik setelah turun selama tiga sesi perdagangan. Pelemahan dollar AS menopang harga emas.

Hujan Ringan Mendominasi, Ini Prakiraan Cuaca Sumatra Barat Besok (10/9) dan Lusa

BMKG prakirakan mayoritas wilayah Sumatra Barat diguyur hujan ringan besok (10/9), berikut prakiraan cuaca dan suhu di seluruh Sumbar.

Cakrawala University Buka Kampus Baru di Sudirman, Ini Fokus Pendidikannya

​Memasuki tahun ketiga, Cakrawala University memperluas lokasi perkuliahannya dengan membuka Sudirman Campus di kawasan perkantoran Jakarta.