MOMSMONEY.ID - JAKARTA. Masuk jaringan ritel modern kerap menjadi salah satu target bagi suatu produk usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Seperti halnya keberhasilan sepuluh produk pangan dari UMKM binaan Kementerian Perdagangan yang siap menembus jaringan ritel AEON Indonesia.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi keberhasilan menembus jaringan AEON sebagai bukti bahwa UMKM berdaya saing mampu memenuhi standar ritel modern. Hal ini ia sampaikan usai menghadiri “Launching Akses Pasar UMKM Pangan Kemasan ke AEON Indonesia” di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, pada belum lama ini.
“Kemendag bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), melalui AEON Indonesia, memberi akses kepada UMKM untuk memasarkan produk di jaringan ritel AEON Indonesia. Sinergi Kemendag dengan ritel modern menjadi upaya menjawab tantangan pembukaan pasar yang lebih luas bagi UMKM kita yang berkualitas,” ujar Mendag Busan dalam keterangan, Kamis 10/9).
Baca Juga: Jualan Online Makin Ramai, Ini Tantangan UMKM di Era Digital
Masuknya kesepuluh UMKM pangan ini ke jaringan AEON Indonesia ditandai dengan penandatanganan dua kerja sama.
Pertama, nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis yang ditandatangani Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan dan Presiden Direktur PT AEON Indonesia Miyata Masato. Kedua, kontrak dagang antara 10 UMKM pangan dan AEON Indonesia.
Kesepuluh produk UMKM pangan yang masuk jaringan ritel AEON, yakni keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, rendang kemasan, granola, brownies panggang, stik keju, kentang mustofa oven, dan kraker vegan panggang. Kesepuluh produk ini merupakan hasil kurasi ketat terhadap 121 UMKM unggulan binaan Kemendag yang menjadi pemenang UKM Pangan Award dan peserta pameran Pangan Nusa Expo.
Baca Juga: Penerapan AI Demi Perluas Pasar bagi UMKM
“Kesepuluh UMKM yang masuk ke jaringan AEON Indonesia telah dikurasi ketat dari segi standar produk, legalitas, hingga konsistensi pasokan. Kami terus mendorong UMKM untuk berinovasi menghasilkan produk berkualitas sehingga mampu memenangkan pasar di dalam dan luar negeri,” ujar Mendag Busan.
Masuknya 10 UMKM pangan ke jaringan AEON Indonesia dapat menjadi percontohan bagi penjajakan kemitraan UMKM dengan jaringan ritel AEON Indonesia.
Mendag Busan mengungkapkan, terdapat upaya penjajakan UMKM yang disinergikan Kemendag dan AEON Indonesia melalui undangan terbuka (open call) kurasi pada 26 Agustus–1 September 2026. Lebih dari 1.200 UMKM sektor makanan, minuman, kecantikan, dan kesehatan mendaftar sebagai calon pemasok jaringan ritel AEON.
Saat ini, pasar swalayan (supermarket) AEON Indonesia diisi lebih dari 77 persen produk dalam negeri. AEON menjadi jalur distribusi potensial bagi pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, khususnya pada sektor makanan, minuman, kecantikan dan kesehatan.
Baca Juga: Tiga Kunci Utama Supaya UMKM Bisa Naik Kasta
Berdasarkan Statista, nilai pasar domestik untuk sektor makanan dan minuman diproyeksikan tumbuh rata-rata 6,95% per tahun selama 5 tahun ke depan. Mendag Busan mengatakan, kemitraan UMKM dengan ritel modern menjadi strategi membangun momentum bagi produk UMKM makanan dan minuman.
Sepanjang 2025–2026, Kemendag telah memfasilitasi sebanyak 1.488 UMKM melalui program perluasan akses pasar dalam negeri, di antaranya melalui pameran pasar dalam negeri lewat Pangan Nusa Expo dan UKM Pangan Award Goes to Ritel Modern, penjajakan bisnis dengan pengusaha ritel dan department store, kemitraan dengan Kereta Api Indonesia (KAI) dan Teras Indonesia IKEA, serta berbagai fasilitasi promosi lainnya.
Presiden Direktur PT AEON Indonesia, Miyata Masato, mengapresiasi dorongan Kemendag terhadap pembukaan akses pasar produk pangan lokal berkualitas ke jaringan ritel modern. Menurut Miyata, AEON Indonesia berkomitmen untuk mendukung produk-produk lokal, termasuk UMKM, dengan bermitra dan memberikan ruang untuk UMKM.
Miyata menyebut, AEON Indonesia telah bekerja sama dengan UMKM sejak 2015. Tercatat, AEON telah bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra UMKM dengan lebih dari 500 stock keeping unit (SKU) yang dipasarkan di jaringan AEON Indonesia.
Peter Hutomo, co-owner keripik tempe Arva yang produknya berhasil masuk ke jaringan AEON Indonesia, mengapresiasi dukungan Kemendag terhadap produknya. Sebelum masuk ke AEON, Arva telah mengikuti pameran baik di dalam maupun luar negeri melalui fasilitasi Kemendag.
Sementara itu, Supervisor Finance Rendang Gadih Salmi Nazila Salsabila turut menyambut baik dukungan Kemendag terhadap produknya. Rendang Gadih sudah mengikuti program Kemendag sejak 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News