MOMSMONEY.ID - PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) terus memperluas jaringan bisnis sekaligus menjalankan berbagai program yang menyasar lingkungan, masyarakat dan karyawan.
Direktur Alfamidi Afid Hermeily mengatakan, keberlanjutan menjadi bagian dari operasional perusahaan. Menurut dia, program tersebut perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.
“Kami meyakini keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata,” kata Afid dalam siaran pers, Jumat (21/8).
Di sisi lingkungan, Alfamidi memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 42 titik, termasuk gudang dan toko. Total kapasitasnya mencapai 4,9 juta kWh dan diklaim mampu menekan emisi karbon hingga 2.740 ton CO₂.
Selain itu, penerapan sistem tanpa kertas atau paperless di area kantor dan gudang telah menghemat lebih dari 2,3 juta lembar kertas. Alfamidi juga telah menanam lebih dari 24.000 pohon yang tersebar di 11 provinsi.
Pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari program perusahaan. Melalui program Kampung Merdeka bersama bank sampah binaan, Alfamidi melibatkan lebih dari 1.300 nasabah di sejumlah daerah, seperti Jakarta Selatan, Manado, Makassar, Medan, Palu, Kendari dan Samarinda.
Baca Juga: Traktir Driver Ojol di Bulan Kemerdekaan, Cara Sederhana Berbagi Apresiasi
Alfamidi juga menggandeng lebih dari 1.000 UMKM untuk memperluas akses produk lokal ke gerai ritel modern. Di sisi digital, layanan Midi Kriing telah digunakan lebih dari 2,5 juta member, sedangkan 517 booth Ja-Di menawarkan kopi, es krim dan camilan lokal di sejumlah toko.
Pada sektor pendidikan dan ketenagakerjaan, program Alfamidi Class bekerja sama dengan 60 SMK di 17 provinsi. Program tersebut telah membuka kesempatan kerja bagi 1.428 siswa untuk bergabung di toko Alfamidi.
Kesempatan kerja juga diberikan kepada penyandang disabilitas melalui program Alfability. Hingga Juli 2026, sebanyak 339 karyawan penyandang disabilitas telah bekerja di berbagai area, mulai dari toko dan gudang hingga kantor.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan melanjutkan berbagai program tersebut dengan fokus pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan dan karyawan.
Baca Juga: Aturan Baru YouTube Tekan Kreator Baru Kejar 8.000 Jam Tayang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News