MOMSMONEY.ID - Pola pengasuhan atau parenting memegang peranan kunci dalam membentuk karakter, kesehatan mental, serta masa depan seorang anak.
Namun, tidak semua jenis parenting membawa dampak positif. Beberapa di antaranya justru dapat menimbulkan trauma dan menghambat perkembangan emosional anak hingga dewasa.
Terdapat beberapa tipe pengasuhan toxic yang terbukti ilmiah dapat merusak rasa percaya diri serta kemandirian anak. Dan, tidak sedikit orang tua menerapkannya tanpa menyadari dampak jangka panjangnya bagi anak.
Baca Juga: Konsultasi ke Psikolog Bahas Apa Saja? Ini Topik yang Paling Banyak Dibicarakan
Melansir American Psychological Association, Harvard Graduate School of Education, Verywell Family, dan Parents, berikut adalah 4 jenis parenting yang harus dihindari oleh orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan tangguh:
1. Otoriter (Authoritarian Parenting)
Pola asuh otoriter ditandai dengan tingginya tuntutan dan aturan ketat dari orang tua tanpa disertai kehangatan atau komunikasi dua arah.
Orang tua tipe ini menuntut kepatuhan mutlak dan kerap menggunakan hukuman fisik maupun verbal saat anak melakukan kesalahan. Di sisi lain, anak tidak diberi ruang untuk menyuarakan pendapat atau membuat pilihan sendiri.
Dampak jangka panjang dari authoritarian parenting ini adalah anak cenderung tumbuh menjadi pribadi yang penakut, rendah diri, kurang memiliki inisiatif, atau justru melampiaskan keusilan dan agresivitasnya di luar rumah karena merasa terkekang.
2. Permisif (Permissive Parenting)
Sangat bertolak belakang dengan otoriter, pola asuh permisif terjadi ketika orang tua sangat hangat dan penuh kasih sayang, namun hampir tidak menetapkan batasan, aturan, maupun disiplin pada anak.
Orang tua berperan lebih sebagai "teman" ketimbang figur otoritas, sehingga selalu menuruti keinginan anak untuk menghindari konflik.
Meskipun tampak menyenangkan, faktanya gaya pengasuhan ini membuat anak kesulitan memahami batasan sosial, kurang memiliki kontrol diri, cenderung impulsif, serta mudah frustrasi ketika permintaannya tidak dituruti dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: 4 Zodiak yang Sering Playing Victim, Jangan Tertipu
3. Helicopter Parenting
Helicopter parenting adalah istilah untuk gaya pengasuhan di mana orang tua terlalu fokus, cemas berlebihan, dan selalu “terbang" di sekitar anak untuk mengambil alih setiap masalah yang dihadapi sang anak.
Orang tua jenis ini cenderung mengatur seluruh detail kehidupan anak, mulai dari menentukan pertemanan, mengerjakan tugas sekolah anak, hingga menyelesaikan konflik kecil sehari-hari.
Akibatnya, anak menjadi sangat dependen (bergantung pada orang tua), tidak memiliki rasa percaya diri untuk mengambil keputusan, serta rentan mengalami tingkat kecemasan dan stres yang tinggi saat memasuki usia dewasa.
4. Uninvolved / Neglectful Parenting
Pola asuh pembiaran atau apatis merupakan gaya pengasuhan yang paling merusak emosional anak. Orang tua tipe ini tidak memberikan batasan aturan dan juga tidak memberikan kasih sayang, perhatian, maupun dukungan emosional.
Mereka hanya memenuhi kebutuhan fisik mendasar, seperti makanan dan tempat tinggal, atau bahkan mengabaikannya sama sekali karena terlalu sibuk dengan urusan pribadi.
Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini akan merasa tidak berharga, kesulitan membangun hubungan emosional yang sehat dengan orang lain, serta berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental dan masalah perilaku di masa depan.
Mengenali dan menghindari jenis parenting yang merusak di atas adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat. Para ahli menyarankan orang tua untuk menerapkan pola asuh demokratis (authoritative parenting), yaitu menggabungkan batasan yang jelas dan disiplin positif dengan kehangatan, dorongan, serta komunikasi yang terbuka bagi anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News