M O M S M O N E Y I D
AturUang

Mengatur Keuangan di Tengah Biaya Hidup Naik, Ini 5 Tonggak yang Diperlukan

Mengatur Keuangan di Tengah Biaya Hidup Naik, Ini 5 Tonggak yang Diperlukan
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Mengatur keuangan tak cukup soal gaji. Simak cara bangun dana darurat, mengendalikan utang, dan menambah aset secara bertahap.

Mengatur keuangan bukan cuma soal punya gaji besar atau banyak uang di rekening. Di tengah kebutuhan hidup yang terus berubah, kemampuan mengatur pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan utang justru menjadi hal yang makin penting. 

Kondisi finansial seseorang juga tidak selalu bisa dilihat dari rumah, kendaraan, atau barang yang dimiliki. Yang lebih penting adalah seberapa kuat keuangan bertahan ketika pemasukan tiba tiba berkurang. 

Melansir dari New Trader U, Steve Burns, seorang Founder & Chief Educator New Trader U menjelaskan bahwa kekuatan finansial lebih berkaitan dengan kemampuan memiliki pendapatan dan aset yang tetap menopang kehidupan ketika seseorang tidak lagi bekerja.

Baca Juga: Cara Bayar Google Play Pakai QRIS dan Virtual Account BCA di myBCA dan BCA mobile

1. Mengatur keuangan dimulai dari arus kas

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah mengetahui ke mana uang pergi setiap bulan.

Catat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana. Dari catatan tersebut, seseorang bisa melihat apakah uang lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pokok, cicilan, hiburan, atau justru masih memiliki ruang untuk ditabung.

Tidak perlu langsung membuat sistem yang rumit. Konsisten mencatat pengeluaran kecil pun sudah bisa membantu menemukan kebiasaan yang selama ini membuat uang cepat habis.

2. Dana darurat menjadi fondasi penting

Setelah arus kas lebih jelas, langkah berikutnya adalah membangun dana darurat. Dana ini berguna ketika muncul kebutuhan yang tidak direncanakan, seperti kehilangan pekerjaan, kendaraan rusak, atau biaya kesehatan.

Acuan yang umum digunakan adalah dana darurat sekitar 3 sampai 6 bulan pengeluaran pokok. Namun, jumlah ideal setiap orang bisa berbeda tergantung pekerjaan, tanggungan, dan kebutuhan keluarga.

Simpan dana tersebut di tempat yang mudah dicairkan dan jangan mencampurnya dengan uang untuk belanja rutin.

3. Utang jangan sampai menghabiskan penghasilan

Gaji naik tetapi cicilan ikut membesar? Kondisi seperti ini bisa membuat keuangan terasa jalan di tempat.

Utang berbunga tinggi perlu mendapat perhatian karena bunga dapat mengurangi uang yang seharusnya digunakan untuk menabung atau membangun aset. Setelah kebutuhan utama terpenuhi, pelunasan utang dengan beban bunga terbesar dapat menjadi salah satu prioritas.

Sebelum mengambil cicilan baru, hitung kembali kemampuan membayar dan pikirkan apakah barang atau layanan tersebut memang dibutuhkan.

4. Mulai membangun aset secara bertahap

Jika dana darurat sudah mulai aman dan utang lebih terkendali, uang bisa diarahkan untuk tujuan jangka panjang.

Aset dapat berupa deposito, investasi, properti, atau kepemilikan usaha. Pilihan tersebut tentu memiliki risiko dan karakteristik berbeda, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan masing masing.

Jangan terburu buru mengejar keuntungan besar. Mengembangkan aset merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan pemahaman terhadap risiko.

Baca Juga: Punya Harta Rp 247 Miliar di Usia 40-an, Kapan Waktu yang Pas untuk Berhenti Kerja?

5. Pendapatan tidak selamanya harus bergantung pada gaji

Salah satu perkembangan penting dalam kondisi finansial adalah ketika seseorang mulai memiliki sumber pemasukan selain gaji utama.

Pendapatan dari usaha, aset, atau investasi dapat menjadi tambahan ketika dikelola dengan tepat. Namun, membangun sumber pendapatan tersebut membutuhkan modal, waktu, dan perencanaan.

Jadi, tujuan mengatur keuangan bukan sekadar terlihat kaya. Yang lebih penting adalah memiliki fondasi yang membuat seseorang lebih siap menghadapi perubahan pendapatan dan kebutuhan hidup.

Mengatur keuangan bisa dimulai dari hal yang sederhana, yaitu mengetahui arus uang, menyiapkan dana darurat, mengendalikan utang, dan membangun aset secara bertahap. 

Tidak ada satu angka yang bisa menentukan seseorang sudah sukses secara finansial karena kondisi setiap orang berbeda. Fokuslah pada target yang paling dekat dan lakukan secara konsisten. Dari kebiasaan kecil itulah kondisi keuangan yang lebih kuat bisa dibangun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

UMKM Lokal Bidik Pasar Luar Negeri, Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Menjual produk ke luar negeri membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM. Namun, pelaku usaha perlu memahami karakteristik konsumen, dll  

Hasil Hylo Open 2026: Menang atas Wakil Tuan Rumah, Raymond/Joaquin ke 16 Besar

Hasil Hylo Open 2026 babak 32 besar hari pertama, Selasa (27/10), ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melaju ke 16 besar.

Sering Dianggap Sepele, 5 Kebiasaan Malam Ini Bisa Sebabkan Penyakit Ginjal Kronis lo

Simak 5 kebiasaan sepele sebelum tidur yang wajib dihindari untuk melindungi kesehatan ginjal Anda. Seperti ngemil hingga menahan buang air kecil.  

6 Tips Diet Cepat Kurus dalam 1 Minggu, Cara Ampuh Susutkan Kalori secara Alami

Inilah tips diet cepat kurus dalam 1 minggu, dari pangkas karbohidrat hingga atur pola tidur. Cara tepat dapatkan tubuh langsing secara efisien.

Enggak Perlu Takut Gemuk, Ternyata Ini 6 Seafood yang Bikin Diet Anda Tetap Sukses

Seafood ternyata kaya protein dan lebih rendah kalori dibanding daging merah. Intip 6 jenis makanan laut yang aman dikonsumsi saat diet.  

6 Manfaat Air Mawar untuk Rambut, Bisa Kurangi Ketombe

Sudah pernah tahu manfaat air mawar yang bagus untuk merawat kecantikan rambut? Jika belum, yuk intip beberapa di artikel ini.  

Bawa Run Your Way di Indonesia, New Balance Kenalkan 5 Sepatu Lari Lintas Kebutuhan

Ew Balance memperkenalkan lima model sepatu untuk memenuhi berbagai kebutuhan, yakni untuk latihan kecepatan, lari jarak jauh, hingga race day.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/10), Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Lebat

Peringatan dini BMKG cuaca besok Rabu (28/10), Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di sebagian besar wilayah Jabodetabek berikut ini.

25 Provinsi Ini Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/10)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu (28/10) dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

Ide Usaha Tas Kulit yang Sudah Menjangkau Pasar Internasional

Kementerian UMKM mencatat tas kulit made in Indonesia sudah bisa tembus pasar mancanegara sekarang ini.