MOMSMONEY.ID - Mengatur keuangan tak cukup soal gaji. Simak cara bangun dana darurat, mengendalikan utang, dan menambah aset secara bertahap.
Mengatur keuangan bukan cuma soal punya gaji besar atau banyak uang di rekening. Di tengah kebutuhan hidup yang terus berubah, kemampuan mengatur pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan utang justru menjadi hal yang makin penting.
Kondisi finansial seseorang juga tidak selalu bisa dilihat dari rumah, kendaraan, atau barang yang dimiliki. Yang lebih penting adalah seberapa kuat keuangan bertahan ketika pemasukan tiba tiba berkurang.
Melansir dari New Trader U, Steve Burns, seorang Founder & Chief Educator New Trader U menjelaskan bahwa kekuatan finansial lebih berkaitan dengan kemampuan memiliki pendapatan dan aset yang tetap menopang kehidupan ketika seseorang tidak lagi bekerja.
Baca Juga: Cara Bayar Google Play Pakai QRIS dan Virtual Account BCA di myBCA dan BCA mobile
1. Mengatur keuangan dimulai dari arus kas
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah mengetahui ke mana uang pergi setiap bulan.
Catat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana. Dari catatan tersebut, seseorang bisa melihat apakah uang lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pokok, cicilan, hiburan, atau justru masih memiliki ruang untuk ditabung.
Tidak perlu langsung membuat sistem yang rumit. Konsisten mencatat pengeluaran kecil pun sudah bisa membantu menemukan kebiasaan yang selama ini membuat uang cepat habis.
2. Dana darurat menjadi fondasi penting
Setelah arus kas lebih jelas, langkah berikutnya adalah membangun dana darurat. Dana ini berguna ketika muncul kebutuhan yang tidak direncanakan, seperti kehilangan pekerjaan, kendaraan rusak, atau biaya kesehatan.
Acuan yang umum digunakan adalah dana darurat sekitar 3 sampai 6 bulan pengeluaran pokok. Namun, jumlah ideal setiap orang bisa berbeda tergantung pekerjaan, tanggungan, dan kebutuhan keluarga.
Simpan dana tersebut di tempat yang mudah dicairkan dan jangan mencampurnya dengan uang untuk belanja rutin.
3. Utang jangan sampai menghabiskan penghasilan
Gaji naik tetapi cicilan ikut membesar? Kondisi seperti ini bisa membuat keuangan terasa jalan di tempat.
Utang berbunga tinggi perlu mendapat perhatian karena bunga dapat mengurangi uang yang seharusnya digunakan untuk menabung atau membangun aset. Setelah kebutuhan utama terpenuhi, pelunasan utang dengan beban bunga terbesar dapat menjadi salah satu prioritas.
Sebelum mengambil cicilan baru, hitung kembali kemampuan membayar dan pikirkan apakah barang atau layanan tersebut memang dibutuhkan.
4. Mulai membangun aset secara bertahap
Jika dana darurat sudah mulai aman dan utang lebih terkendali, uang bisa diarahkan untuk tujuan jangka panjang.
Aset dapat berupa deposito, investasi, properti, atau kepemilikan usaha. Pilihan tersebut tentu memiliki risiko dan karakteristik berbeda, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan masing masing.
Jangan terburu buru mengejar keuntungan besar. Mengembangkan aset merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan pemahaman terhadap risiko.
Baca Juga: Punya Harta Rp 247 Miliar di Usia 40-an, Kapan Waktu yang Pas untuk Berhenti Kerja?
5. Pendapatan tidak selamanya harus bergantung pada gaji
Salah satu perkembangan penting dalam kondisi finansial adalah ketika seseorang mulai memiliki sumber pemasukan selain gaji utama.
Pendapatan dari usaha, aset, atau investasi dapat menjadi tambahan ketika dikelola dengan tepat. Namun, membangun sumber pendapatan tersebut membutuhkan modal, waktu, dan perencanaan.
Jadi, tujuan mengatur keuangan bukan sekadar terlihat kaya. Yang lebih penting adalah memiliki fondasi yang membuat seseorang lebih siap menghadapi perubahan pendapatan dan kebutuhan hidup.
Mengatur keuangan bisa dimulai dari hal yang sederhana, yaitu mengetahui arus uang, menyiapkan dana darurat, mengendalikan utang, dan membangun aset secara bertahap.
Tidak ada satu angka yang bisa menentukan seseorang sudah sukses secara finansial karena kondisi setiap orang berbeda. Fokuslah pada target yang paling dekat dan lakukan secara konsisten. Dari kebiasaan kecil itulah kondisi keuangan yang lebih kuat bisa dibangun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News