MOMSMONEY.ID - Lewatkan sarapan pagi picu gula darah tinggi dan asam. Ketika melewatkan sarapan, tubuh akan menunda pelepasan insulin pertama di hari tersebut.
Untuk mencegah kadar gula darah turun terlalu rendah, pankreas melepaskan hormon yang disebut glukagon yang memberi tahu hati untuk melepaskan glukosa yang tersimpan.
Rekha Kumar, dokter spesialis endokrinologi dan metabolisme, memaparkan, saat melewatkan sarapan maka gula darah biasanya tetap dalam kisaran normal.
Tetapi, tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankannya. Dilansir dari Health.com, tidak makan dalam waktu yang lebih lama juga meningkatkan kadar asam lemak nonesterifikasi (NEFA).
Baca Juga: Minum Susu Picu Gula Darah Tinggi? Cegah Kerusakan Otak Langkah Berikut!
Seiring waktu, kadar NEFA yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada resistensi insulin yang membuat sel-seltidak merespons insulin dengan baik. Berikut beberapa efek melewatkan sarapan yang penting untuk dipahami:
1. Otak tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
Otak membutuhkan glukosa dan tanpanya, beberapa orang bisa mengalami kabut otak. Hal tersebut juga membuat Anda mudah tersinggung, kesulitan berkonsentrasi, atau sakit kepala.
Saat Anda melewatkan sarapan, tubuh mulai memproduksi keton yang membakar lemak sebagai bahan bakar. Tetapi keton juga dapat berkontribusi pada perasaan lesu.
2. Gula darah meningkat lebih tinggi
Melewatkan sarapan menyebabkan peningkatan gula darah yang lebih tinggi dari biasanya. Individu sehat bisa mengalami peningkatan gula darah hingga 40% hingga 50% lebih tinggi setelah makan siang, dibandingkan saat sarapan.
3. Mengganggu jam alami tubuh
Ritme sirkadian bukan hanya pengatur tidur, tetapi juga memengaruhi kadar gula darah. Kadar glukosa puasa tertinggi di pagi hari dan menurun sepanjang hari, mencapai tingkat terendah pada pertengahan sore.
Metabolisme mengikuti pola yang serupa. Tubuh cenderung lebih sensitif terhadap insulin di awal hari, artinya tubuh dapat menangani glukosa lebih efisien.
Melewatkan sarapan dapat mengganggu pengaturan waktu alami tersebut. Sarapan bisa menjadi alat yang ampuh untuk menjaga stabilitas gula darah hingga kesehatan metabolisme.
Mengapa sarapan penting untuk pencernaan?
Berikut beberapa manfaat sarapan bagi pencernaan:
1. Mencegah refluks asam lambung
Asam lambung yang menumpuk semalaman perlu dinetralisir. Saat sarapan, makanan menetralkan asam dan mencegahnya mengiritasi lapisan lambung.
Orang yang rentan terhadap refluks asam akan merasa lebih baik setelah sarapan karena menetralkan kelebihan asam. Melewatkan sarapan saat asam lambung menumpuk dapat memperburuk gejala refluks, menyebabkan sakit perut, atau memicu mual pada individu yang sensitif.
2. Mengatur pergerakan usus
Makan merangsang refleks gastrokolik, respons alami di mana makanan yang masuk ke perut memicu kontraksi di usus besar. Refleks ini seringkali paling kuat di pagi hari, itulah sebabnya banyak orang buang air besar setelah sarapan.
Bagi orang yang mengalami sembelit kronis, sarapan dapat menjadi alat penting untuk menjaga keteraturan buang air besar. Melewatkan sarapan dapat memperburuk sembelit karena kehilangan kesempatan alami untuk merangsang pergerakan usus.
3. Menstabilkan gula darah
Setelah berpuasa semalaman, kadar gula darah relatif rendah. Mengonsumsi sarapan menyediakan glukosa yang dibutuhkan otak dan tubuh untuk berfungsi secara optimal.
Kadar gula darah yang stabil juga mendukung bakteri usus yang sehat dan pengaturan hormon pencernaan yang tepat. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah, memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Hormon stres ini memengaruhi pencernaan dan berpotensi menyebabkan sakit perut, kram, atau perubahan kebiasaan buang air besar.
Baca Juga: Manfaat Jalan Santai 10 Menit Usai Makan Terbukti Pangkas Gula Darah!
4. Mendukung produksi enzim pencernaan
Makan merangsang produksi enzim pencernaan dan empedu. Makan pagi secara teratur melatih sistem pencernaan untuk siap menerima makanan pada waktu yang konsisten.
Prediktabilitas ini mendukung fungsi pencernaan yang optimal. Jika sering melewatkan sarapan, sistem pencernaan tidak alam menghasilkan enzim yang cukup saat makan.
Hal tersebut berpotensi menyebabkan pencernaan tidak sempurna dan ketidaknyamanan saat berbuka puasa nanti.
5. Mencegah makan berlebihan di kemudian hari
Melewatkan sarapan seringkali menyebabkan rasa lapar yang berlebihan saat makan siang atau sore hari. Rasa lapar ini dapat mendorong untuk makan berlebihan atau membuat pilihan makanan yang buruk, menyebabkan gangguan pencernaan.
Demikian alasan penting untuk tidak melewatkan sarapan, bantu cegah gula darah tinggi dan refluks asam lambung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News