MOMSMONEY.ID - Apakah minum susu bisa memicu gula darah tinggi? Cegah kerusakan otak dan komplikasi dengan langkah berikut. Diabetes dan diet tinggi lemak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Sebagian besar lemak dalam susu adalah jenis lemak tidak sehat. Jika memungkinkan, pilihlah susu rendah lemak atau tanpa lemak agar tetap mendapatkan kalsium dan nutrisi lain tanpa tambahan lemak.
Michael Dansinger, ahli gizi memaparkan bahwa karbohidrat dalam susu akan terurai dan menjadi gula dalam aliran darah. Baik pada diabetes tipe 1 maupun tipe 2, Anda harus memperhatikan asupan karbohidrat ini.
Baca Juga: Kombinasi Lemak Sehat dan Buah Efektif Cegah Lonjakan Gula Darah
Minum terlalu banyak susu dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama jika dikonsumsi di malam hari.
Alternatif susu yang aman untuk penderita gula darah tinggi
Dilansir dari Webmd.com, berikut beberapa alternatif susu sapi untuk Anda yang memiliki intoleransi laktosa atau alergi susu:
- Almond
- Kacang mete
- Susu kambing
- Hazelnut
- Oat
- Quinoa
- Kedelai
Selain itu, selalu baca label pada setiap jenis susu sebelum membelinya untuk mengetahui kandungan tambahan gula. Perhatikan kandungan lemak dan karbohidrat juga.
Pilih susu tanpa gula dan menawarkan nutrisi yang sesuai dengan tujuan diet Anda.
Hubungan antara diabetes dan kerusakan otak
Otak adalah pusat kendali tubuh, ia menggunakan gula dalam darah sebagai energi. Otak membutuhkan setengah dari seluruh energi gula dalam tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.
Jika kadar gula darah turun di luar kisaran normal, hal itu bisa mengganggu keseimbangan pusat kendali. Sama seperti diabetes yang dapat merusak saraf di bagian tubuh lainnya, penyakit ini juga dapat merusak saraf di otak Anda.
Diabetes dapat merusak pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke atau kehilangan ingatan. Seiring waktu, hal ini juga dapat menyebabkan masalah serius lainnya seperti penyakit Alzheimer.
Kadar gula darah tinggi maupun rendah dapat menyebabkan kondisi-kondisi tersebut.
Cara untuk menghindari komplikasi gula darah tinggi
Berikut adalah cara untuk menghindari komplikasi akibat gula darah tinggi:
1. Berkomitmen untuk mengelola kadar gula darah
Penting untuk memantau gula darah dan mengikuti instruksi dokter dalam mengelola kadar gula darah. Minumlah obat sesuai petunjuk dari dokter.
Selain itu, batasi konsumsi makanan tinggi gula, tinggi karbo dan tidak rutin mengonsumsi obat diabetes.
2. Jangan merokok
Jangan merokok atau berhentilah merokok. Merokok meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan risiko beberapa komplikasi diabetes, seperti penurunan aliran darah di kaki dan telapak kaki.
Hal ini dapat menyebabkan infeksi, ulkus yang tidak kunjung sembuh, dan kemungkinan amputasi satu atau lebih anggota tubuh. Selain itu, rokok juga menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit mata, kerusakan saraf dan penyakit ginjal.
3. Kelola tekanan darah dan kolesterol
Seperti diabetes, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah. Tekanan darah tinggi turut memengaruhi pembuluh darah tubuh dan menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Secara umum, hipertensi adalah tekanan darah 130/80 mm Hg atau lebih tinggi. Kolesterol tinggi juga perlu diperhatikan. Kolesterol adalah zat dalam darah yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel sehat.
Namun, kadar kolesterol tinggi dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyebabkan pembuluh darah menyempit. Hal ini mempersulit aliran darah yang cukup, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kerusakan akibat kolesterol tinggi seringkali lebih parah dan lebih cepat terjadi jika menderita diabetes. Ketika diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi terjadi bersamaan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, atau kondisi mengancam jiwa lainnya.
Mengonsumsi makanan sehat dengan mengurangi lemak dan garam, menghindari terlalu banyak alkohol, dan berolahraga secara teratur dapat membantu mengelola tekanan darah tinggi dan kolesterol.
4. Lakukan pemeriksaan fisik dan mata secara rutin
Lakukan 2 hingga 4 pemeriksaan diabetes setiap tahun, ditambah pemeriksaan fisik tahunan. Komplikasi dapat berupa tanda-tanda kerusakan ginjal, kerusakan saraf, dan penyakit jantung.
Lakukan juga pemeriksaan mata setiap tahun. Dokter spesialis mata akan memeriksa tanda-tanda kerusakan pada retina, katarak, dan glaukoma yang berhubungan dengan diabetes.
5. Rawat gigi
Diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi gusi. Sikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan bersihkan gigi sekali sehari.
Dapatkan pemeriksaan gigi setidaknya dua kali setahun. Hubungi dokter gigi jika gusi Anda berdarah atau terlihat merah atau bengkak.
6. Perhatikan aliran darah di kaki
Gula darah tinggi dapat mengurangi aliran darah dan merusak saraf di kaki. Tanpa pengobatan, luka dan lecet dapat menyebabkan infeksi serius.
Diabetes dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, atau hilangnya sensasi pada kaki yang disebut neuropati diabetik. Untuk mencegahnya, cuci kaki setiap hari dengan air hangat.
Lalu, lembabkan kaki dan pergelangan kaki dengan lotion atau petroleum jelly. Jangan mengoleskan minyak atau krim di sela-sela jari kaki secara berlebihan karena dapat menyebabkan infeksi.
Baca Juga: Waktu Makan Terbaik untuk Kontrol Gula Darah: Cegah Irama Sirkadian Terganggu
Periksa kaki setiap hari apakah ada lecet, luka, kemerahan atau bengkak. Bicarakan dengan dokter jika terdapat luka yang tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari. Jangan bertelanjang kaki di rumah maupun di luar ruangan.
Demikian efek minum susu dengan kadar gula darah serta cara mencegah kerusakan otak, semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News