MOMSMONEY.ID - Dalam dunia medis, pemasangan infuse merupakan prosedur yang sangat umum dilakukan. Namun, dalam proses tersebut tetap terdapat risiko terutama ketika tenaga kesehatan bersentuhan langsung dengan darah pasien.
Paparan darah tidak hanya meningkatkan risiko infeksi, melainkan memengaruhi keselamatan tenaga kerja medis di fasilitas kesehatan.
Merujuk pada tinjauan sistematis klinis, kontak dengan darah dan cairan tubuh terjadi jauh lebih sering dibandingkan insiden tempat kerja lainnya, di mana risiko paparan darah saat pemasangan kateter IV dapat mencapai 10 kali lebih tinggi daripada cedera tertusuk jarum.
Sehingga, ini menjadi tantangan utama keselamatan kerja di rumah sakit.
Melihat hal itu, B. Braun Indonesia, perusahaan teknologi medis asal Jerman meluncurkan Introcan Safety® 3 (IS3).
Baca Juga: Halodoc Perkenalkan Family Care untuk Bantu Ibu Kelola Kesehatan Keluarga
Inovasi generasi terbaru ini adalah kateter intravena (IV) yang dirancang khusus untuk mengatasi risiko tinggi paparan darah pada tenaga kesehatan melalui teknologi blood control septum, guna menciptakan standar keselamatan zero blood exposure.
"Indonesia merupakan pasar strategis yang menuntut solusi kesehatan presisi, terintegrasi, dan andal," ujar Rainer Ruppel, Presiden Direktur B. Braun Indonesia, dalam keterangan resminya, Rabu (27/5).
"Introcan Safety® 3 menjadi inovasi keselamatan global ke Indonesia yang membantu melindungi tenaga kesehatan sekaligus mendukung perawatan pasien yang berkualitas tinggi," katanya ujar Rainer Ruppel, Presiden Direktur B. Braun Indonesia dalam keterangan resminya, Rabu (27/5).
Introcan Safety® 3 dirancang dengan perlindungan keselamatan otomatis yang aktif seketika saat digunakan. Alat ini membantu meminimalkan insiden saat tenaga kesehatan melakukan pekerjaannya.
Fitur keselamatan pasif ini mendukung staf rumah sakit dengan mengurangi risiko paparan sekaligus menjaga efisiensi alur kerja klinis sehari-hari.
Baca Juga: Indodana dan Ovy Tawarkan Layanan Pendampingan Kesehatan Perempuan Lewat Aplikasi
Dr. Masfuri, Ketua Perkumpulan Seminar Akses Intravena Indonesia (INA-PERSAI), menegaskan pentingnya adopsi teknologi closed system.
Kemajuan teknologi pada kateter IV katanya menjadi standar baru untuk memberikan keamanan tambahan bagi tenaga kesehatan dari paparan darah serta mengurangi risiko penyebaran patogen kepada pasien.
"Hal ini berdampak signifikan pada kepuasan dan kenyamanan pasien," ungkapnya.
Melalui inovasi yang presisi dan aman ini, Introcan Safety® 3 dirancang untuk mendukung efisiensi rumah sakit dan memajukan standar keselamatan kerja.
B. Braun Indonesia memperkuat perannya dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional yang lebih aman, modern, dan berstandar internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News