M O M S M O N E Y I D
Bugar

Jangan Tunggu Komplikasi, Perlu Deteksi dan Edukasi Diabetes Sejak Dini

Jangan Tunggu Komplikasi, Perlu Deteksi dan Edukasi Diabetes Sejak Dini
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Namun, persoalan yang dihadapi bukan hanya soal tingginya jumlah penderita. 

Melainkan, bagaimana memastikan penyandang diabetes tetap menjalani pengobatan, pemeriksaan, dan perubahan gaya hidup secara konsisten.

Padahal, diabetes bukan penyakit yang selesai ditangani setelah diagnosis ditegakkan. Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan jangka panjang, agar kadar gula darah tetap terkendali dan risiko komplikasi dapat ditekan.

Data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan, Indonesia kini menempati peringkat kelima dunia dengan lebih dari 20 juta penyandang diabetes. Sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi diabetes mencapai 11,7% pada penduduk berusia 15 tahun ke atas.

Sayangnya, kepatuhan menjalani pengobatan dan pemeriksaan rutin masih tergolong rendah, terutama pada kelompok usia produktif.

Melihat kondisi itu, PT Kalbe Farma Tbk mendorong penguatan pengelolaan diabetes melalui pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support, yakni ekosistem yang mendampingi pasien sejak pencegahan, deteksi dini, terapi, hingga pengelolaan penyakit dalam jangka panjang.

Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk dr. Selvinna mengatakan, diabetes membutuhkan pengelolaan yang berkesinambungan, bukan terapi sesaat.

Menurutnya, diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola dengan terapi sesaat. Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan sejak memahami faktor risiko, menjalani deteksi dini, memulai terapi, hingga mengelola penyakit dalam jangka panjang.

Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Penderita Diabetes, 5 Langkah Penting Ini Cegah Komplikasi

"Kalbe berupaya menghadirkan ekosistem yang menghubungkan setiap tahapan tersebut agar pasien memperoleh dukungan yang berkesinambungan," ujarnya di acara media discussion bertajuk End-to-End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang di Menteng, Jakarta, Selasa (4/8).

Tak sedikit orang baru menyadari mengidap diabetes ketika komplikasi mulai muncul. Padahal, memahami penyakit sejak dini dapat membantu pasien mengambil keputusan kesehatan yang lebih tepat.

Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI) dr. Ida Ayu Made Kshanti menilai, edukasi merupakan fondasi utama dalam pengelolaan diabetes. Pasien yang memahami kondisi kesehatannya cenderung lebih patuh menjalani terapi, melakukan pemeriksaan rutin, dan menerapkan pola hidup sehat.

"Keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya ditentukan oleh obat atau teknologi kesehatan. Pasien juga perlu memahami penyakitnya agar mampu menjalankan tata laksana medis secara konsisten. Edukasi yang berkelanjutan membantu pasien membangun kepatuhan terapi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi," jelasnya.

Dalam praktik sehari-hari, tantangan terbesar yang dihadapi penderita diabetes muncul setelah pasien pulang dari fasilitas kesehatan. Banyak penyandang diabetes mengalami kesulitan mempertahankan pola makan sehat, rutin berolahraga, mengonsumsi obat sesuai jadwal, hingga melakukan kontrol berkala.

Ketua Cabang Persadia Jakarta Barat dr. Marshell Tendean mengatakan, kondisi tersebut membuat sebagian pasien datang kembali ke dokter ketika komplikasi sudah mulai terjadi.

Menurutnya, pendampingan sejak deteksi dini hingga pengelolaan jangka panjang menjadi salah satu cara untuk membantu pasien tetap konsisten menjalankan terapi dan mencegah komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Tak hanya tenaga kesehatan, keluarga juga memegang peran besar dalam perjalanan penyandang diabetes. Dukungan sederhana, seperti mengingatkan jadwal minum obat, menemani kontrol ke dokter, hingga menerapkan pola makan sehat bersama di rumah, dapat membantu pasien lebih disiplin menjalani pengobatan.

Baca Juga: Tubuh Beri Peringatan: 7 Tanda-Tanda Diabetes Sudah Kritis, Jangan Abaikan!

Pengalaman tersebut juga dirasakan Epie Suryono dari Komunitas Pandu Diabetes. Ia mengaku tantangan terbesar bukan sekadar mengonsumsi obat, melainkan menjaga komitmen menjalankan terapi setiap hari.

Dia menekankan, dukungan keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan membuatnya lebih percaya diri menjalani pengobatan serta mengambil keputusan kesehatan yang tepat.

Kalbe menilai, pengelolaan diabetes yang efektif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, komunitas pasien, industri kesehatan, hingga keluarga.

Melalui pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support, seluruh tahapan mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, terapi, pemantauan, hingga manajemen jangka panjang diharapkan dapat saling terhubung sehingga penyandang diabetes tidak merasa berjuang sendirian.

Kalbe juga mengembangkan Diabetes Total Solution (DTS) yang mencakup edukasi masyarakat melalui program komunitas, deteksi dini, seminar kesehatan, hingga platform digital yang menghubungkan pasien dengan berbagai layanan kesehatan.

Di tengah meningkatnya jumlah penyandang diabetes di Indonesia, para ahli mengingatkan bahwa keberhasilan mengendalikan penyakit ini bukan hanya ditentukan oleh obat.

Edukasi yang berkelanjutan, kepatuhan menjalani terapi, perubahan gaya hidup, serta dukungan keluarga menjadi fondasi penting agar penyandang diabetes tetap sehat, aktif, dan produktif sepanjang hidupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Dunia Memantul ke US$ 4.000 Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Meski peluang kenaikan suku bunga The Fed makin kecil, tekanan dari harga minyak masih membayangi prospek harga emas.

Pendaftaran Peserta MagangHub Batch 3 Dibuka Besok, Cek Jadwal Lengkap dan Tahapannya

Pendaftaran calon peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Batch 3 Angkatan II dibuka 27 Oktober hingga 4 November 2026.  

Promo The Body Shop 25-31 Oktober 2026, Face Scrub-Body Yogurt Diskon hingga 50%

Promo The Body Shop Trick or Treats Diskon s/d 50% Periode 25-31 Oktober 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja skincare di hari gajian.  

Jelang 12.12, Simak 5 Tips yang Bisa Dilakukan Pemilik Brand

Gross merchandise value hanya menunjukkan berapa banyak uang yang masuk, laba yang diperoleh dan pembeli yang kembali lagi.  

6 Tips Lari Maraton Pemula agar Aman dari Risiko Cedera & Kuat sampai Garis Finish

Persiapkan diri Anda sebelum bertanding dengan tips lari maraton bagi pemula, mulai dari rutinitas latihan hingga kecukupan nutrisi harian.  

Vokalis CNBLUE jadi Penyanyi Fals, Jung Yong Hwa Tampil Beda di Drama Oh! My Guard

Jung Yong Hwa yang tak terbiasa bernyanyi buruk harus mencari cara untuk menampilkan ketidakmampuan tersebut melalui akting.

Bitcoin Jebol US$ 80.000, Suku Bunga The Fed Penentu Nasib Selanjutnya

Harga Bitcoin menyentuh ke bawah US$ 80.000. Keputusan The Fed pada Rabu menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar.

5 Cara Mengurangi Lemak di Paha agar Lebih Kencang & Ideal, Ikuti Gerakan Ini yuk

Ingin paha kencang dan ideal? Ketahui berbagai cara mengurangi lemak di paha melalui gerakan sederhana yang bisa Anda lakukan rutin di rumah.  

5 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini Cuaca Besok (27/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Selasa (27/10), Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di sejumlah wilayah Jabodetabek berikut ini.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Stabil, Antam Tetap Tertinggi Rp 2,33 Juta

Harga buyback emas hari ini, Senin (26/10), relatif stabil. Antam masih mencatat harga buyback tertinggi.