MOMSMONEY.ID - Asam urat tinggi lebih umum terjadi pada pria. Penyakit asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal di area sendi. Hal ini dapat terjadi akibat mengonsumsi terlalu banyak makanan kaya purin.
Senol Kobak, dokter reumatologi, menjelaskan, asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin yang terdapat dalam beberapa makanan. Ketika kadar asam urat terlalu tinggi, asam urat dapat membentuk kristal tajam di dalam sendi.
Hal ini menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan.
Kesenjangan statistik gender dalam kasus asam urat
Dilansir dari Int.livhospital.com, asam urat lebih umum terjadi pada pria daripada wanita. Pria cenderung terkena asam urat pada usia yang lebih muda.
Baca Juga: Efek Konsumsi Obat Asam Urat Kolkisin pada Peradangan Sendi dan Ginjal
Wanita jarang terkena asam urat sebelum menopause yang menunjukkan bahwa estrogen memiliki efek perlindungan. Perbedaan gender dalam kasus asam urat menunjukkan bahwa hormon, gen, dan gaya hidup turut memengaruhi kadar asam urat.
Mengapa asam urat lebih umum terjadi pada pria?
Penyakit asam urat lebih umum terjadi pada pria daripada wanita. Simak beberapa faktor penyebanya berikut ini:
1. Perbedaan hormonal: efek protektif estrogen
Hormon memainkan peran besar dalam penyakit asam urat. Estrogen membantu wanita membuang asam urat dengan lebih baik hingga menopause. Inilah sebabnya mengapa wanita jarang terkena asam urat sebelum menopause.
Setelah menopause, kadar estrogen menurun. Hal ini menyebabkan kadar asam urat meningkat. Akibatnya, risiko wanita terkena asam urat meningkat.
Estrogen membuat ginjal lebih baik dalam menyaring asam urat. Perlindungan alami ini menjaga wanita pramenopause aman dari asam urat.
2. Sindrom metabolik dan metabolisme asam urat
Sindrom metabolik lebih umum terjadi pada pria. Sindrom ini meliputi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar lipid yang buruk.
Pria dengan sindrom ini seringkali memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh resistensi insulin dan masalah metabolisme lainnya.
Pria memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi karena hormon dan metabolisme. Peran testosteron dalam metabolisme asam urat sangat kompleks. Hal ini dapat memengaruhi risiko penyakit asam urat.
Baca Juga: Rutinitas Jalan Kaki Ramah Bagi Penderita Asam Urat: Kurangi Nyeri Sendi!
3. Gaya hidup dan faktor risiko genetik
Gaya hidup dan genetika merupakan kunci dalam perkembangan penyakit asam urat. Kebiasaan dan sifat genetik tertentu meningkatkan risiko. Pola makan dan konsumsi alkohol merupakan faktor risiko besar untuk penyakit asam urat.
Mengonsumsi banyak daging merah, seafood, dan minuman manis juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Selain itu, minum banyak bir dan minuman keras juga meningkatkan risiko asam urat.
Pria lebih cenderung melakukan hal-hal ini, sehingga asam urat lebih umum terjadi pada pria daripada wanita. Faktor genetika juga berperan besar dalam penyakit asam urat.
Orang dengan riwayat keluarga penyakit asam urat lebih mungkin mengidapnya. Genetika dapat memengaruhi cara tubuh menangani asam urat. Riwayat keluarga yang menderita asam urat berarti risiko yang lebih tinggi.
Hal ini menunjukkan perlunya tindakan pencegahan sejak dini. Itulah alasan mengapa asam urat tinggi lebih umum terjadi pada pria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News