M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ini Aturan Cara Melakukan Responsive Feeding pada Anak

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Simak cara melakukan responsive feeding yuk Moms, memberi makan tanpa memaksa!

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) merekomendasikan metode responsive feeding untuk memberikan asupan makanan bergizi pada anak usia 6 bulan ke atas. Namun, bagaimana cara melakukan responsive feeding?

Baca Juga: 5 Tips Memanfaatkan Tablet Android Versi Lama Selain Dijual Kembali

Pada dasarnya metode responsive feeding adalah upaya pengasuh dan anak melakukan komunikasi dua arah. Pengasuh tidak memaksakan kehendaknya pada anak untuk menghabiskan makanan dengan cara yang menekan. Sebaliknya, pengasuh memahami cara anak menyampaikan rasa kenyang dan lapar. 

Responsive feeding membuat anak belajar untuk memahami dirinya sendiri dan makan secara mandiri. Ini juga bisa memperkuat ikatan antara pengasuh dan anak. 

Melansir WHO, berikut aturan cara melakukan responsive feeding!

Baca Juga: Apa itu Responsive Feeding yang Dianjurkan oleh WHO?

Pahami tanda-tanda anak lapar dan kenyang

Moms bisa mulai untuk memahami bagaimana tanda anak lapar dan kenyang. Kemudian respon dengan cara yang mendukung secara emosional. Tanda lapar dan kenyang bisa berbeda setiap anak dan juga berbeda seiring perkembangan anak. Anda harus bisa membedakan tanda tersebut dari masalah lain yang bisa menyebabkan bayi atau anak rewel.

Jangan gunakan makanan untuk menenangkan anak

Usahakan untuk tidak menggunakan makanan untuk menenangkan anak. Sebaiknya, Moms merespons kebutuhan anak dengan hal lain seperti menggendong, mengganti popo atau bermain. 

Kenalkan makanan di waktu yang tepat

Anda bisa memperkenalkan makanan pendamping kepada bayi sesuai kesiapan perkembangan anak. Biasanya anak mulai siap makan pada usia 6 bulan. Namunn bisa lebih cepat tergantung saran dokter spesialis anak atau ahli tumbuh kembang. 

Baca Juga: Apa Itu Ultra Processed Food? Ketahui Contoh dan Dampaknya bagi Kesehatan

Hindari memberi makan olahan & berkadar garam serta gula tinggi

Moms bsa memasak sendiri makanan untuk anak. Berikan makanan yang beragam dengan paparan berulang terhadap makanan dan minuman sehat. Hindari memberi makanan olahan atau berkadar garam tinggi serta minuman manis. 

Berikan konsistensi dan porsi yang sesuai

Moms harus memberikan makanan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Mulai dari halus, dengan porsi kecil hingga berkembang sampai anak siap menerima makanan yang bertekstur lebih keras. Lakukan pemberian makanan yang memenuhi kebutuhan gizi anak. 

Frekuensi makanan

Berikan makan anak meningkat secara bertahap, seiring bertambahnya usia. Anak harus diberi makan 2-3 kali sehari pada usia 6-8 bulan dan 3-4 kali pada usia 9-23 bulan dengan 1-2 camilan tambahan sesuai dengan kebutujan makanan. 

Baca Juga: 5 Promo BCA Payday 25-31 Oktober 2024 di Chatime, Cupbop, hingga Gindaco

Sabar saat memberi makan

Moms harus sabar dan tidak memaksa anak untuk makan, menghabiskan makanan atau membatasi asupan makanan. Lakukan komunikasi dengan anak penuh dengan kasih sayang dan lakukan kontak mata. Selain itu, batu anak untuk bisa belajar makan sendiri dan menjadi teman makan saat anak sudah bisa makan secara mandiri. 

Usahakan makan bersama

Anda bisa mulai mengusahakan untuk selalu makan bersama. Dengan cara ini anak akan mengamati perilaku orang dewasa selama menyiapkan dan mengonsumsi makanan serta minuman sehat di lingkungan yang bersih, menyenangkan dan akrab satu sama lain. 

Hindari distraksi

Saat memberi makan anak, hindari adanya distraksi seperti menggunakan ponsel untuk mengirim pesan selama makan. Ini mencegah anak secara perlahan ini adalah saatnya makan tanpa ada gangguan. 

Tonton: Apa Saja Manfaat Jengkol bagi Kesehatan Tubuh? Cek Juga Efek Sampingnya!

Berikan rutinitas harian yang terstruktur

Sejak dini ajarkan anak rutinitas harian yang terstruktur saat makan, tidur, bermain dan mandi. 

Anda juga perlu memahami gizi seimbang yang sudah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan dalam memberi makan kepada anak. Informasi ini bisa Anda dapatkan melalui buku KIA yang akan diberikan secara gratis sejak ibu memasuki masa kehamilan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!               

6 Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi Setelah Usia 50 Tahun agar Tetap Sehat

Yuk, cek daftar makanan yang perlu dibatasi setelah usia 50 tahun agar tetap sehat berikut ini! Apa sajakah itu?  

Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

IDAI dorong vaksinasi dini DBD pada anak karena kelompok usia 5–14 tahun catat kematian tertinggi di Indonesia  

9 Rekomendasi Camilan untuk Menjaga Kesehatan Jantung yang Kaya Protein

Cek rekomendasi camilan untuk menjaga kesehatan jantung yang kaya protein ini, yuk!                    

5 Alasan Wanita Cepat Naik Berat Badan saat Usia 50 Tahun ke Atas

Ada beberapa alasan wanita cepat naik berat badan saat usia 50 tahun ke atas. Apa sajakah itu?       

Point Coffee Hadirkan Promo Bundling Minuman Murah Meriah Juni, Palm Sugar Rp 1

Membeli kopi favorit di Point Coffee bulan Juni bisa jauh lebih hemat. Diskon spesial menanti, jangan sampai ketinggalan!

Promo JSM Hypermart 19-22 Juni 2026, Beli 1 Gratis 1 Ebi Furai-Bakso Sapi

Promo JSM Hypermart hadir lagi. Kebutuhan dapur, makanan, dan personal care diskon. Jangan lewatkan kesempatan ini.

Kadar Asam Urat Normal? Ini Cara Efektif Jaga Kesehatan Sendi

Obat saja tak cukup. Kombinasi diet dan hidrasi penting untuk asam urat. Temukan cara terbaik untuk mengontrol kadar dan hindari kekambuhan. 

Makan Enak Hemat: 9 Promo HokBen Juni 2026 Bikin Untung, Diskon hingga 50%

Promo HokBen Juni 2026 tawarkan diskon hingga 50% dari Bank Saqu, BSI, dan lainnya. Cek bank Anda untuk hemat makan!