M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Apa itu Responsive Feeding yang Dianjurkan oleh WHO?

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Simak penjelasan mengenai responsive feeding saat memberii makan anak, yang dianjurkan oleh WHO!

Apa itu responsive feeding?

Responsive feeding didefinisikan sebagai praktik memberi makan yang mendorong anak untuk makan secara mandiri dan merespons kebutuhan fisiologis dan perkembangan anak. Hal ini mendorong pengaturan diri dalam makan dan mendukung kognitif, emosional dan perkembangan sosial. 

Baca Juga: Tips agar Bayi Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Bisa Dicoba Moms!

Memberi makan dengan metode responsive feeding melibatkan interaksi timbal balik yang positif antara pengasuh dan anak yang menyemangati anak tersebut untuk makan, mengembangkan preferensi makanan dan minuman sehat dan makan secara mandiri. 

Sebaliknya memberi makan dengan metode non-responsive ditandai kurang aktif atau tidak adanya timbal balik antara pengasuh dan anak. Berikut perbedaannya!

Perbedaan responsive feeding dan non-responsive feeding?

Baca Juga: 7 Jenis Ikan Terbaik untuk MPASI Bayi, Ada Salmon hingga Mujair

Responsive feeding

  • Mendorong anak untuk makan namun tidak memaksanya. Memperhatikan rasa lapar anak dan tanda anak sudah kenyang. 
  • Memberi makan secara perlahan dan sabar, serta mendorong anak untuk makan sendiri. Pahami bahwa makan berantakan adalah bagian dari belajar makan sendiri. 
  • Dorong waktu makan keluarga untuk menjadi contoh praktik makan yang sehat. 
  • Minimalkan distraksi saat makan karena anak-anak mudah kehilangan rasa tertarik pada makanan. 
  • Pahami bahwa waktu makan adalah periode untuk belajar dan menjalin ikatan. Berbicara dengan anak selama makan dan lakukan kontak mata. 
  • Apabila anak menolak makanan tertentu, coba lakukan eksperimen dengan kombinasi makanan, rasa, tekstur dan dorongan yang berbeda. 

 

Non-responsive feeding

  • Mendominasi saat makan dengan mengontrol dan menekan. Seperti memaksa anak menghabiskan makanannya meski anak sudah menunjukkan tanda kenyang.
  • Menyuapi anak bahkan saat anak sudah bisa makan sendiri dan tidak memperhatikan tanda-tanda anak lapar atau kenyang. 
  • Tidak memberi contoh anak makan makanan sehat seperti memberi makan cepat saji. 
  • Mengabaikan anak atau membuat perhatian anak terakhir selama makan misal dengan menonton televisi atau ponsel saat makan.
  • Tidak memanfaatkan waktu makan sebagai kesempatan untuk berinteraksi dengan anak. 
  • Tidak memberi anak kesempatan yang cukup untuk mencoba makanan lain saat anak menolaknya. 

Baca Juga: Resep MPASI, Ikan Dori Bisa Dimasak Apa Ya?

Metode responsive feeding terbukti memberikan dampak positif. Responsive feeding termasuk praktek mendorong mengonsumsi makanan sehat pada anak-anak sehingga mempromosikan nutrisi yang optimal. 

Penelitian menunjukkan praktek responsive feeding memberikan dampak bagus pada anak-anak. Seperti mendukung perkembangan anak untuk memilih makanan yang lebih sehat terutama di negara berpenghasilan menengah dan tinggi. Masih perlu adanya penelitian untuk negara-negara berpendapatan rendah. 

Penelitian juga menunjukkan responsive feeding mencegah anak mengalami kurang gizi atau obesitas. Selain itu, juga membantu meningkatkan kemampuan psiko-emosional dan perkembangan kognitif karena melibatkan komunikasi dan perilaku yang responsif antara pengasuh dan anak. 

Tonton: IMF Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stagnan di Kisaran 5,1% Kurun Waktu 2025- 2029

Metode responsive feeding juga melatih kemampuan sensoriknya serta memperkuat ikatan karena anak bisa bereksperimen dengan makanannya dan belajar aktif dengan makan sendiri. Dengan cara ini, keluarga bisa belajar menghormati anak serta mencegah sikap disiplin yang terlalu keras terkait proses makan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

HP Kamera 50MP: Poco M8 Kenalkan Layar AMOLED tembus 3.200 Nits!

Skor AnTuTu Poco M8 sentuh angka 850 ribu untuk gaming. Cek hasil pengujian nyata chipset 4nm dan kecepatan isi daya 45W di sini.   

Serbu Diskon Menarik! Nikmati Kuliner Lezat Promo Pepper Lunch dengan BRI & BCA

Puaskan selera makan Anda dan hemat pengeluaran bersama promo Pepper Lunch, yang berlaku hingga tahun depan khusus pengguna kartu BRI dan BCA.

Spesial Kemerdekaan, Nikmati Pesta Rasa Spesial Lewat Promo Gokana Agustus 2026

Rayakan Hari Kemerdekaan ke-81 RI dengan promo Gokana yang menawarkan paket Bento, Ramen, hingga Teppan lengkap dengan diskon menarik.

Minim Iritasi, Ini 6 Alasan PHA Cocok untuk Eksfoliasi Kulit Sensitif

Apa itu PHA dan manfaatnya untuk kulit sensitif? Ini 6 alasan PHA cocok untuk eksfoliasi kulit sensitif.

Dapur Terasa Membosankan? Ini 9 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Renovasi

Mau renovasi dapur? Kenali 9 hal penting agar dapur lebih nyaman, fungsional, dan biaya renovasi tetap terkendali.

4 Tanda Mikrobioma Kulit Tidak Seimbang, Bikin Bekas Jerawat Susah Hilang

Wajib tahu, berikut 4 tanda mikrobioma kulit tidak seimbang yang perlu diwaspadai. Simak sampai akhir, Moms.

Apa Itu Diet Omad? Pahami Manfaat, Cara Melakukan, dan Efek Sampingnya yuk

Mengenal diet omad atau pola makan satu kali sehari untuk turunkan berat badan. Ketahui panduan aman memulainya agar terhindar dari efek samping.

Bisa Deteksi Kanker, Ketahui 5 Manfaat Pijat Payudara untuk Perempuan di Sini

Bagi yang penasaran, yuk, simak beragam manfaat baik pijat payudara untuk kesehatan perempuan berikut ini.​ 

Keunikan Halaman Tab Google Chrome Android, Wallpaper Bisa Berganti Otomatis!

Menu Sesuaikan Tab Baru meluncur secara bertahap di Chrome Android. Intip langkah mudah mengubah warna dan wallpaper latar browser.  

Suka Matcha? Ini 4 Waktu Terbaik untuk Minum Matcha agar Manfaatnya Maksimal

Ada 4 waktu terbaik untuk minum matcha agar manfaatnya maksimal. Harus tahu, berikut penjelasannya Moms.