MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global rebound ke atas US$ 4.700 per troi ons. Logam mulia naik seiring munculnya sinyal minat beli setelah pembelian besar-besaran oleh bank sentral China, bahkan ketika bentrokan baru di Timur Tengah mengancam gencatan senjata yang rapuh.
Mengutip Bloomberg, Jumat (8/5), harga emas spot diperdagangkan naik 0,63% menjadi US$ 4.715,51 per troi ons pukul 15.20 WIB. Harga emas hari ini berbalik arah naik setelah ditutup sedikit turun pada sesi Kamis.
AS menyerang target militer di Iran, setelah negara itu menembaki tiga kapal perusak angkatan laut yang berlayar di selat tersebut. Bentrokan tersebut meningkatkan ketegangan, saat AS menunggu tanggapan Iran terhadap proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz, di tengah upaya untuk mengakhiri perang yang kini memasuki bulan ketiga.
Manav Modi, analis komoditas di Motilal Oswal Financial Services Ltd., mengatakan, gangguan yang terus berlanjut di Hormuz membuat pasar energi tetap bergejolak dan ekspektasi inflasi tetap tinggi. "Situasi saat ini memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserves dapat mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (8/5) Turun Tipis Rp 1.000
Di sisi lain, ada tanda-tanda bahwa permintaan bank sentral, yang menjadi kontributor utama reli harga emas selama bertahun-tahun, mungkin akan berlanjut. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC), termasuk di antara pembeli logam mulia terbesar dari sektor institusi negara, membeli 8,1 ton pada April. Ini jumlah tertinggi sejak Desember 2024.
Menurut Ahmad Assiri, analis di Pepperstone Group Ltd., tren pembelian yang dilakukan PBoC dapat menjadi hal yang menggembirakan bagi pembeli dari Asia. "Yang kami lihat saat ini adalah posisi awal untuk potensi reli, yang akan terjadi setelah konflik di Timur Tengah berakhir," ujarnya.
Harga emas telah turun sekitar 11% sejak konflik meletus, karena hampir tertutupnya Selat Hormuz dan guncangan harga energi memicu kekhawatiran peningkatan inflasi, yang akan menyebabkan suku bunga tetap tinggi. Suku bunga yang tinggi dan dollar AS yang kuat berdampak negatif bagi emas, karena tidak memberikan imbal hasil dan dihargai dalam dollar AS.
Para pedagang akan memantau data non-farm payroll AS pada Jumat sore, untuk mencari tahu petunjuk arah suku bunga Federal Reserves. Beberapa pejabat The Fed telah mengesampingkan prospek kembalinya pelonggaran moneter, mengingat perang sedang terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News