MOMSMONEY.ID - Jerawat masih menjadi salah satu masalah kulit yang paling sering dialami banyak orang.
Kondisi ini biasanya dipicu oleh kombinasi produksi minyak berlebih, pori-pori yang tersumbat, bakteri penyebab jerawat, hingga peradangan pada kulit.
Karena penyebabnya cukup beragam, penanganan jerawat umumnya perlu dilakukan secara bertahap.
Langkah awal yang paling umum adalah menjaga kebersihan wajah dengan perawatan harian yang sesuai jenis kulit.
Baca Juga: Ternyata Ini 15 Penyebab Breakout pada Kulit yang Sering Terabaikan
Jika jerawat tidak kunjung membaik, dokter biasanya dapat memberikan terapi tambahan seperti obat oles, antibiotik, hingga obat oral untuk membantu mengendalikan peradangan dari dalam.
Pada kondisi tertentu yang lebih berat, kombinasi terapi medis sering dibutuhkan agar hasil lebih optimal.
Selain pendekatan tersebut, perkembangan teknologi di bidang dermatologi juga menghadirkan opsi lain dalam penanganan jerawat, salah satunya melalui laser acne treatment.
Salah satu inovasi yang kini diperkenalkan oleh Bmderma adalah Aviclear, teknologi laser dengan panjang gelombang 1726 nanometer (nm) yang bekerja menargetkan kelenjar minyak (sebaceous glands), yang menjadi salah satu sumber utama munculnya jerawat.
Teknologi ini dirancang untuk membantu mengontrol produksi minyak berlebih sehingga membantu menekan munculnya jerawat baru dari akarnya.
Baca Juga: Ingin Wajah Mulus? Hentikan 7 Kebiasaan Ini, Jerawat Auto Minggat!
Prosedurnya juga dilengkapi sistem pendingin AviCool agar lebih nyaman, dengan durasi sekitar 30 menit dan downtime yang relatif minim, serta dapat digunakan untuk berbagai jenis kulit termasuk kulit sensitif.
Menurut dr. Deasy Lius, Sp.D.V.E, Founder sekaligus Head Doctor Bmderma, jerawat merupakan kondisi yang kerap datang dan pergi sehingga membutuhkan penanganan yang sesuai.
“Jerawat sering kali kambuh, hilang, lalu muncul kembali. Karena itu diperlukan pendekatan yang tepat sesuai kondisi pasien,” ujarnya dalam keterangan tertulis Rabu (3/6).
Dengan hadirnya teknologi ini, penanganan jerawat kini memiliki opsi tambahan berbasis teknologi medis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien, melengkapi metode perawatan konvensional yang sudah ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News