MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bertahan di atas US$ 5.000 per troi ons, karena data ekonomi AS memperkuat argumen untuk penurunan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Rabu (11/2), harga emas naik 0,57% menjadi US$ 5.053,02 per troi ons pada pukul 14.26 WIB. Harga emas hari ini memantul naik, setelah ditutup turun pada sesi kemarin.
Harga emas hari ini konsolidasi di atas US$ 5.000 per troi ons, setelah penjualan ritel di AS yang lemah mendukung argumen bagi Federal Reserves untuk memangkas suku bunga. Belanja konsumen tiba-tiba tersendat pada Desember, menyiapkan panggung untuk laporan pekerjaan bulan Januari yang tertunda dan akan dirilis pada Rabu.
Imbal hasil obligasi AS (US Treasury) tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam hampir sebulan, sementara dollar AS melemah terhadap semua mata uang G-10.
Baca Juga: Harga Emas Tergelincir Setelah Naik Dua Hari, tapi Bertahan di atas US$ 5.000
Menurut Manav Modi, analis di Motilal Oswal Financial Servises Ltd., penurunan imbal hasil membantu mengerek naik harga emas. "Emas batangan tidak memberikan bunga dan biasanya naik ketika imbal hasil pada aset lain menjadi kurang menarik," katanya, melansir dari Bloomberg, hari ini.
Harga emas melonjak ke rekor tertinggi di atas US$ 5.595 per troi ons pada akhir Januari, karena gejolak geopolitik, serangan terhadap independensi The Fed, dan pergeseran dari aset tradisional seperti mata uang dan obligasi pemerintah. Namun, gelombang pembelian spekulatif menyebabkan reli tersebut menjadi terlalu panas dan harga emas anjlok sekitar 13% dalam dua sesi pasca-rekor all time high.
Sejak itu, harga emas telah pulih sekitar setengah dari penurunan tersebut dan diperdagangkan sekitar US$ 5000 per troi ons minggu ini.
Banyak bank melihat reli akan berlanjut karena alasan yang mendasari kenaikannya masih tetap ada. BNP Paribas SA mendukung emas mencapai US$ 6.000 menjelang akhir tahun. Begitu pula, Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc. memiliki perkiraan yang optimistis.
Baca Juga: Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 11 Februari 2026
"Sebagian besar posisi spekulatif tampaknya telah dihilangkan, mengurangi risiko fluktuasi ekstrem dalam jangka pendek. Volatilitas yang rendah mungkin akan menjadi landasan untuk kenaikan selanjutnya," prediksi Ahmad Assiri, Analis di Pepperstone Group Ltd., mengutip Bloomberg, Rabu (10/2).
Penurunan lebih lanjut suku bunga akan berdampak psoitif bagi emas. Pilihan Presiden AS Donald Trump untuk ketua Fed, Kevin Warsh, telah mendorong lebih banyak pemotongan suku bunga.
Namun, Presiden Federal Reserves Cleveland Beth Hammack, mengatakan pada Selasa, bahwa suku bunga bisa dipertahankan lebih lanjut, sementara para pejabat mengevaluasi data yang masuk.
Selanjutnya: Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 26,47 T Akan Dihapus, Menkes: Tinggal Diteken
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News