MOMSMONEY.ID - Cara meningkatkan kualitas tidur pasien asam urat bisa diterapkan dengan mudah. Ketika menderita asam urat, gejala seperti nyeri dan pembengkakan akan membuat penderitanya sulit tidur nyenyak di malam hari.
Dr. Michael Toprover, dokter reumatologi, memaparkan, asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal di persendian, menyebabkan nyeri sendi hebat yang sering muncul tiba-tiba terutama di malam hari.
Masalah tidur utama yang diderita penderita asam urat adalah kambuhnya gejala, karena rasa sakit dan ketidaknyamanan dapat mengganggu tidur dan menurunkan kualitas tidur.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Arthritis Rheumatology menemukan, risiko mengalami serangan asam urat 2,4 kali lebih tinggi pada malam dan pagi hari dibandingkan siang hari. Serangan akan berlangsung beberapa hari hingga dua minggu.
Baca Juga: Daging Sapi Pemicu Asam Urat lo, Waspada Komplikasi yang Mengintai Tubuh Anda
Mengapa serangan asam urat terjadi di malam hari?
Dilansir dari Creakyjoints.org, beberapa alasan serangan asam urat lebih sering terjadi di malam hari karena:
1. Suhu tubuh akan menurun
Meski hanya sedikit, suhu tubuh akan memang menurun saat Anda tidur. Penurunan suhu ini dapat mendorong pembentukan kristal asam urat di persendian, menyebabkan timbulnya rasa sakit secara tiba-tiba.
2. Perubahan pernapasan
Pernapasan juga melambat saat tidur, sehingga paru-paru tidak akan mengeluarkan karbon dioksida sebanyak saat sedang terjaga. Karbon dioksida berlebih dapat meningkatkan keasaman dalam darah dan memicu produksi asam urat.
3. Menderita sleep apnea
Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Arthritis Research & Therapy, orang dengan sleep apnea obstruktif memiliki kemungkinan 1,86 kali lebih besar untuk mengembangkan asam urt. Sleep apnea bisa disebabkan oleh faktor lain.
Mulai dari indeks massa tubuh (BMI), kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, riwayat gagal jantung, diabetes, fungsi ginjal, dan penggunaan obat-obatan tertentu.
Siapa yang paling berisiko mengalami asam urat?
Simak faktor-faktor yang meningkatkan risiko kadar asam urat dalam darah:
- Usia dan jenis kelamin: Asam urat paling sering terjadi pada pria usia 30–50 tahun. Wanita lebih mungkin terkena asam urat setelah menopause.
- Pola makan: Makanan tertentu dapat meningkatkan kadar asam urat seperti daging merah, seafood, dan sirup jagung tinggi fruktosa. Selain itu, konsumsi alkohol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat.
- Kelebihan berat badan: Peningkatan berat badan secara langsung menyebabkan peningkatan asam urat. Selain itu, penambahan berat badan membuat ginjal lebih sulit menyaring asam urat.
- Kondisi medis: Kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit ginjal kronis dikaitkan dengan asam urat. Kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko terkena asam urat meliputi tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.
- Riwayat keluarga: Jika anggota keluarga yang lain pernah mengalami asam urat, Anda juga bisa mengalaminya.
Baca Juga: Tips Makan Daging Kurban agar Asam Urat Tetap Aman: Cek Cara Olah Dagingnya!
Cara mengatasi masalah tidur pada penderita asam urat
Tidur lebih nyenyak saat menderita asam urat bisa tercapai ketika pasien bisa mengendalikan kadarnya agar tetap normal. Berikut beberapa strategi lain yang dapat diskusikan dengan dokter untuk mengobati asam urat dan mendapatkan tidur yang nyenyak:
1. Konsumsi obat pereda nyeri
Serangan asam urat dapat diobati dengan steroid antiinflamasi dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Namun, waspadai prednison yang bisa bertindak sebagai stimulan dan menyebabkan kesulitan tidur.
Hindari juga aspirin yang dapat meningkatkan kadar asam urat Anda.
2. Kompres dingin
Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan nyeri yang kambuh. Cobalah membungkus es atau botol air beku dengan kain lap dan tempelkan pada area yang nyeri.
Es dan aplikasi dingin lainnya secara signifikan lebih membantu dalam meredakan nyeri sendi daripada panas.
3. Istirahat
Jika asam urat kambuh, salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mengurangi tekanan pada sendi. Cobalah untuk meninggikan sendi yang terkena dengan bantal atau selimut yang digulung untuk mengurangi pembengkakan.
3. Perhatikan pola makan
Pola makan sehat bersamaan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengelola asam urat dengan lebih baik. Konsumsilah makanan yang rendah purin, senyawa kimia yang dapat menghasilkan lebih banyak asam urat saat dimetabolisme.
Makanan rendah purin meliputi sayuran, biji-bijian utuh, buah jeruk, kacang-kacangan, tahu dan produk susu rendah lemak.
4. Hindari alkohol
Minuman beralkohol dan bir bisa meningkatkan asam urat. Selain itu, semua jenis alkohol juga membuat tubuh mengalami dehidrasi yang bisa menyebabkan serangan asam urat.
5. Ciptakan lingkungan tidur yang baik.
Hindari kafein di paruh kedua hari, kurangi menonton TV, menggunakan telepon, serta perangkat lain sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur. Praktikkan kebiasaan tidur yang baik yaitu tidur di waktu yang sama setiap malam dan usahakan tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam.
6. Berolahraga secara teratur
Berolahraga membantu mengendalikan asam urat dengan menurunkan kadarnya. Selain itu, tetap aktif akan sangat membantu menurunkan berat badan yang jadi penyebab asam urat.
Cobalah olahraga ringan seperti berjalan kaki dan peregangan untuk menjaga persendian tetap fleksibel. Itulah cara meningkatkan kualitas tidur pasien asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News