MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global untuk pertama kalinya tembus level psikologis US$ 5.000 per troi ons. Emas memperpanjang reli rekor dipicu perubahan hubungan internasional oleh Presiden AS Donald Trump dan pelarian investor dari obligasi dan mata uang negara.
Mengutip Bloomberg, Senin (26/1), harga emas spot naik 2% mencapai US$ 5.075,94 per troi ons pukul 10.51 WIB. Harga emas hari ini memperbarui rekor all time high karena pelemahan dollar memperkuat permintaan emas.
Indikator kekuatan mata uang AS turun hampir 2% dalam enam sesi, dengan spekulasi bahwa AS mungkin akan membantu Jepang dalam upaya meningkatkan nilai yen. Ini menambah kekhawatiran atas independensi Federal Reserves dan kebijakan Trump yang tidak menentu.
Kenaikan dramastis harga emas, telah naik lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, menegaskan peran historis emas sebagai indikator kekhawatiran di pasar. Setelah mencetak kinerja tahunan terbaik sejak 1979 pada tahun lalu, emas naik lebih dari 17% sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Perbarui Rekor All Time High, Nyaris US$ 5.000 per troi ons
Kenaikan tajam harga emas sebagian besar disebabkan oleh debasement trade atau perdagangan pelemahan nilai mata uang, di mana investor menarik diri dari mata uang dan obligasi pemerintah. Aksi jual besar-besaran di pasar obligasi Jepang pekan lalu adalah contoh terbaru dari investor yang menolak pengeluaran fiskal yang besar.
Di samping itu, dalam beberapa minggu terakhir, tindakan pemerintahan Trump, serangan terhadap The Fed, ancaman untuk mencaplok Greenland, intervensi militer di Venezuela, telah membuat pasar panik.
Menurut Max Belmont, Manajer Portofolio di First Eagle Investment Management, emas adalah kebalikan dari kepercayaan diri. "Ini adalah lindung nilai terhadap lonjakan inflasi yang tak terduga, penurunan pasar yang diantisipasi dan peningkatan risiko geopolitik," katanya, melansir Bloomberg, hari ini.
Meningkatnya utang di negara-negara maju menjadi pendorong utama lainnya yang mendorong kenaikan harga emas. Beberapa investor jangka panjang, yang yakin bahwa inflasi akan menjadi satu-satunya jalan menuju solvabilitas negara, telah berbondong-bondong membeli emas sebagai cara untuk mempertahankan daya beli.
Baca Juga: Makin Dekat Rp 3 Juta, Harga Emas Antam Hari Ini Senin 26 Januari 2026 Melonjak
Para investor kini menunggu pilihan Trump untuk ketua The Fed berikutnya, setelah ia menegaskan bahwa telah memiliki seseorang dalam pikirannya untuk pekerjaan itu. Ketua The Fed yang lebih lunak, akan meningkatkan spekulasi terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini, yang positif bagi emas.
Vasu Menin, Direktur Pelaksana Strategi Investasi di Oversea-Chinese Banking Corp. Ltd., memperkirakan emas bisa tetap menjadi aset berharga dalam beberapa bulan, bahkan tahun mendatang. "Meskipun investor harus bersiap menghadapi penurunan harga sesekali setelah kenaikan yang kuat dalam 12 bulan terakhir," imbuhnya, mengutip Bloomberg, Senin.
Selanjutnya: Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Ketua Komisi VII DPR Buka Suara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News