MOMSMONEY.ID - Apakah ada keterkaitan antara fungsi ginjal untuk gula darah tinggi? Gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi adalah dua penyebab utama penyebab penurunan fungsi ginjal atau ginjal kronis.
Keduanya sering terjadi bersamaan, sehingga menggandakan risiko kerusakan ginjal. Yoshinori Abe, dokter penyakit dalam menyebutkan bahwa penyakit ginjal biasanya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan laboratorium rutin sangat penting bagi pasien yang berisiko.
Mencegah penyakit ginjal akibat gula darah dimungkinkan dengan pengendalian gula darah, pengelolaan tekanan darah, dan dukungan spesialis yang tepat. Ginjal merupakan organ yang bekerja sepanjang waktu, menyaring sekitar 200 liter darah setiap hari.
Baca Juga: Berat Badan Turun Tiba-Tiba Bisa jadi Tanda Gula Darah Tinggi pada Anak Muda
Seiring waktu, tekanan itu akan menumpuk. Manajemen penyakit kronis untuk penderita gula darah tinggi dan hipertensi harus mencakup kesehatan ginjal sebagai prioritas utama.
Penurunan fungsi ginjal yang berkaitan dengan gula darah & hipertensi
Ginjal manusia penuh dengan pembuluh darah kecil dan halus yang disebut glomeruli. Pembuluh ini menyaring limbah dari darah Anda. Baik gula darah tinggi maupun tekanan darah tinggi merusak pembuluh ini, hanya melalui mekanisme yang sedikit berbeda.
Kadar gula darah yang tinggi mengentalkan dan mengeraskan pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Seiring waktu, filter tersebut menjadi rusak dan bocor.
Sehingga, protein yang seharusnya tetap berada di aliran darah bocor dan ginjal perlahan kehilangan fungsinya. Tekanan darah berlebih memaksa darah menekan dinding pembuluh darah dengan kekuatan yang terlalu besar.
Struktur penyaringan ginjal yang halus mengalami kerusakan. Ironisnya, ginjal yang rusak kemudian kesulitan mengatur tekanan darah sendiri, menciptakan siklus yang merusak.
Ketika kedua kondisi tersebut ada bersamaan, risikonya akan meningkat.
Tanda-tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan
Gejala yang mungkin mengindikasikan masalah ginjal meliputi:
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau di sekitar mata akibat protein yang bocor ke dalam urin.
- Urin berbusa atau bergelembung merupakan tanda lain dari kehilangan protein.
- Buang air kecil lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya
- Kelelahan terus-menerus dan kesulitan berkonsentrasi
- Kehilangan nafsu makan atau mual
- Kram otot, terutama di malam hari
- Kulit gatal atau kering, karena racun menumpuk di dalam darah.
Kesehatan ginjal untuk pasien gula darah tinggi
Kesehatan ginjal bagi penderita diabetes bergantung pada kebiasaan harian yang konsisten:
1. Kendalikan kadar gula darah
Setiap lonjakan gula darah menyebabkan kerusakan mikro pada pembuluh darah ginjal. Menjaga kadar A1C di bawah 7% adalah satu-satunya hal paling berdampak yang dapat Anda lakukan.
2. Kelola tekanan darah setiap hari
Anda harus minum obat sesuai resep, memantau tekanan darah dan kurangi asupan natrium. Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, minumlah air yang cukup sekitar 2 liter per hari.
Berhati-hatilah dengan obat-obatan yang dijual bebas. NSAID seperti ibuprofen dan naproxen mengurangi aliran darah ke ginjal dan dapat mempercepat perkembangan penyakit ginjal kronis (CKD).
3. Melalukan tes secara rutin
Rasio albumin-kreatinin urin (UACR) ammpu endeteksi protein dalam urin. Nilai di atas 30 mg/g menunjukkan kerusakan ginjal tahap awal. Sementara, eGFR merupakan es darah yang memperkirakan seberapa baik ginjal menyaring.
Setiap penderita gula darag tinggi sebaiknya melakukan tes ini setiap tahun. Dokter mungkin juga akan memeriksa kadar kreatinin serum, elektrolit, dan tekanan darah secara teratur.
Baca Juga: Lonjakan Gula Darah Mengancam: Atasi Sugar Craving Pakai Makanan Berikut
Tips untuk menjaga kesehatan ginjal pasien gula darah tinggi
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ginjal:
1. Jaga tubuh tetap terhidrasi
Ginjal bertugas menyaring limbah dan kelebihan air dari darah. Minum banyak air membantu ginjal menyaring limbah dan mengirimkan nutrisi penting ke tubuh.
Namun, penting untuk dicatat bahwa minum terlalu banyak air dapat memiliki efek sebaliknya bagi penderita gagal ginjal, jadi konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan perubahan apa pun pada kebiasaan Anda.
2. Waspadai makanan tertentu
Makanan nabati, kopi, dan produk susu bermanfaat untuk kesehatan ginjal. Namun, ada pola makan tertentu yang mungkin tidak mendukung kesehatan ginjal jika Anda rentan terhadap penyakit ginjal kronis.
Protein berlebih atau lebih dari 1,5 gram per kilogram berat badan tidak disarankan untuk orang yang berisiko terkena penyakit ginjal. Konsumsi garam dan gula juga harus dibatasi untuk melindungi ginjal.
Untuk menentukan kadar makanan tersebut yang tepat untuk diet, konsultasikan dengan ahli gizi atau profesional medis.
3. Hindari minum alkohol dan merokok
Alkohol dan rokok dianggap sebagai racun bagi tubuh, sehingga ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah dan membuang racun-racun ini. Batasi konsumsi alkohol hingga 2 gelas atau kurang dalam sehari untuk pria, 1 gelas atau kurang dalam sehari untuk wanita, serta untuk sepenuhnya menghindari merokok.
4. Pantau kadar gula darah
Hiperglikemia dapat merusak nefron dan mengubah proses penyaringan darah di ginjal. Mengelola kadar glukosa dan mencegah lonjakan dapat meningkatkan kesehatan ginjal dan menurunkan risiko penyakit ginjal diabetik.
Baca Juga: Diet yang Tepat Tekan Lonjakan Gula Darah, Cegah Penyakit Ginjal di Masa Depan
5. Pantau tekanan darah
Tekanan darah tinggi secara tidak langsung dapat menyebabkan sejumlah masalah jantung lainnya, termasuk serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Jadi, penting untuk memantau tekanan darah secara rutin di rumah.
6. Berolahraga secara teratur
Menjaga kebugaran dengan aktivitas fisik teratur tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat badan yang sehat, tetapi juga dapat berdampak positif pada kesehatan ginjal. Orang dewasa harus melakukan olahraga intensitas sedang selama 150 menit per minggu.
7. Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara teratur
Jika mengidap diabetes atau merasa berisiko terkena penyakit ginjal kronis, National Kidney Foundation merekomendasikan pemeriksaan kesehatan ginjal secara berkala untuk menemukan dan mengobati potensi masalah pada tahap awal.
Itulah hubungan antara fungsi ginjal untuk gula darah tinggi, semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News