MOMSMONEY.ID - Gula darah normal berapa? Target gula darah dapat bervariasi untuk setiap orang. Pengelolaan gula darah sangat penting bagi penderita diabetes, tetapi kadar target bervariasi berdasarkan faktor individu, bukan hanya usia.
Standar perawatan 2025 dari American Diabetes Association (ADA) menggunakan tes HbA1C. Angela M. Bell, dokter umum menjelaskan bahwa berbagai kelompok usia harus berupaya mencapai A1C tertentu, bervariasi tergantung pada keadaan individu.
Bagan berikut ini merinci target untuk kelompok penderita diabetes tertentu, berdasarkan usia.
Mengutip dari Healthline.com, anak-anak dan remaja sebaiknya memiliki kadar gula darah puasa 90 hingga 130 mg/dL. Untuk orang dewasa, kadar gula darah puas harus sekitar 80 hingga 130 mg/dL.
Kadar gula darah orang dewasa setelah makan 1 atau 2 jam sebaiknya kurang dari 180 mg/dL. Untuk ibu hamil, kadar gula darah puasa harus 70 hingga 95 mg/dL dan 110 hingga 140 mg/dL setelah makan.
Lansia yang berusia 65 lebih harus memiliki kadar gula darah puasa 80 to 130 mg/dL dan 100 hingga 120 mg/dL setelah makan.
Baca Juga: Manfaat Timun untuk Gula Darah: Efek Antioksidannya Redakan Resistensi Insulin
Mengapa mengukur gula darah penting untuk pasien diabetes?
Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak bisa menghasilkan insulin. Sedangkan, pada penderita diabetes tipe 2 tubuh tidak lagi memproduksi atau menggunakan insulin dengan benar.
Untuk setiap rentang target glukosa, dokter merekomendasikan agar orang dewasa dengan diabetes mencoba agar 70% kadar gula darahnya berada dalam rentang target.
Faktor apa saja yang membantu menentukan target gula darah?
Ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan untuk membantu menentukan target gula darah seperti berikut:
- Lama menderita diabetes
- Kadar gula darah puasa
- Kadar gula darah setelah makan
- Wanita hamil
- Komorbiditas
- Tingkat olahraga dan aktivitas
- Jumlah insulin aktif dalam tubuh
- Obat-obatan yang dikonsumsi
Gejala kadar gula darah tinggi
Berbagai gejala dapat muncul jika kadar glukosa darah baik. Gejala-gejala ini tidak boleh diabaikan, sangat penting untuk menangani situasi tersebut.
Berikut beberapa gejala umum kadar gula darah tinggi:
- Sering buang air kecil
- Sering merasa haus
- Kelelahan atau rasa capek
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala
- Penurunan berat badan tanpa sebab
- Luka yang lambat sembuh
- Mulut dan kulit kering
Cara mempertahankan kadar gula darah normal di segala usia
Menjaga kadar gula darah normal sangat penting bagi kesehatan panjang tanpa memandang usia. Berikut beberapa cara menjaga kadar gula darah tetap stabil di segala usia:
1. Konsumsi makanan yang seimbang
Fokus pada makanan tinggi serat, protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, dan lemak sehat. Batasi gula, karbohidrat olahan, dan makanan olahan.
2. Kendalikan ukuran porsi
Makan berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Gunakan piring yang lebih kecil dan praktikkan makan dengan penuh kesadaran.
3. Tetap aktif
Lakukan jenis gerakan apa pun selama 30 menit sehari, hampir setiap hari dalam seminggu. Ini meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu pengelolaan berat badan.
4. Jaga tubuh tetap terhidrasi
Minumlah air putih yang cukup untuk mendukung fungsi ginjal dalam mengatur kadar gula darah. Selain itu, tidurlah secara teratur 7-9 jam agar tidak mengganggu hormon yang mengubah metabolisme glukosa.
5. Kelola stres
Stres kronis meningkatkan kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Cobalah teknik relaksasi, termasuk meditasi, pernapasan dalam, atau yoga.
6. Ikuti anjuran dokter
Jika Anda menderita diabetes, minumlah obat sesuai resep dan lakukan pemeriksaan rutin.
Baca Juga: Batas Aman Konsumsi Kimpul Terbongkar, Solusi Gula Darah Stabil Lebih Lama
Hal-hal yang harus dihindari penderita gula darah tinggi
Hindari hal-hal berikut jika Anda menderita diabetes atau gula darah tinggi:
- Makanan dan minuman manis: Permen, minuman bersoda, dan dessert sebaiknya dihindari. Makanan dan minuman manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
- Karbohidrat olahan: Roti putih, pasta, dan nas, harus dibatasi karena cepat diubah menjadi gula di dalam tubuh.
- Konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat memengaruhi pengendalian gula darah dan juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan.
- Makanan olahan dan gorengan akan meningkatkan resistensi insulin.
- Melewatkan waktu makan: Kebiasaan makan yang tidak teratur cenderung menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang berbahaya.
- Gaya hidup kurang aktif: Kurang berolahraga berarti sensitivitas insulin menurun dan risiko meningkat.
- Konsumsi garam yang berlebihan: Garam berlebih cenderung meningkatkan tekanan darah dan berkontribusi pada komplikasi diabetes ini.
- Merokok: Merokok mengganggu kontrol gula darah normal.
- Mengabaikan stres: Stres kronis dapat meningkatkan kadar gula darah melalui perubahan hormonal.
Mengelola kadar gula darah sangat penting untuk mencegah komplikasi. Demikian penjelasan kadar gula darah normal, makanan dan kebiasaan yang harus dihindari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News