MOMSMONEY.ID - Memastikan anak mendapatkan nutrisi yang tepat sejak dini bukan soal menjaga kesehatan saja. Melainkan tugas orangtua untuk membuat investasi jangka panjang bagi anak di masa depan.
Di tengah tantangan stunting, kekurangan zat gizi mikro hingga peningkatan kasus obesitas pada anak, orangtua perlu semakin cermat dalam memenuhi kebutuhan gizi si kecil.
Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia dan Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, melihat, ada tiga permasalahan yang terjadi pada tumbuh kembang anak. Yakni stunting, karies gigi, dan obesitas.
Mengenai stunting, Rini bilang, permasalahan stunting bukan sekadar kondisi tubuh pendek. Stunting merupakan dampak dari malanutrisi dan infeksi kronis yang berlangsung dalam jangka panjang.
“Stunting seperti lingkaran setan yang tidak berhenti. Anak mengalami kekurangan asupan nutrisi, tidak mendapatkan nutrisi optimal pada dua tahun pertama kehidupan, serta tidak memperoleh penanganan yang memadai,” kata Rini dalam acara Let's Witness Together, a New Fresh Standard from AceKid di Hotel Kempinski, Jakarta, Minggu (7/6).
Bila tak segera ditangani, stunting dapat menciptakan siklus yang terus berulang. Anak yang mengalami stunting berisiko tumbuh menjadi remaja dengan perawakan pendek. Karena itu, menurut Rini, orang tua perlu perlu memberi stimulasi yang baik dan asupan nutrisi yang tepat.
Baca Juga: Anak Rewel dan Susah Makan? Coba 4 Tips Menjaga Pencernaan Ini
Tak hanya soal stunting, Rini juga menyoroti persoalan karies gigi. Baginya, 76% anak-anak yang mengalami karies gigi disebabkan konsumsi gula berlebih seperti cokelat, permen, kue dan lainnya. Akibatnya, anak-anak bisa mengalami penurunan kemampuan berpikir.
Dalam pandangan Rini, tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi, namun jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan anak.
“Saya senang ibu-ibu selalu restriksi terhadap gula. Gula cukup penting untuk nutrisi tetapi harus dibatasi,” ungkapnya.
Faktor permasalahan yang juga dialami anak Indonesia adalah obesitas. Di Indonesia, Rini melihat, 2,6% anak-anak mengalami persoalan kelebihan berat badan atau overweight.
Meski terbilang rendah dibanding negara lain, angka ini harus menjadi perhatian banyak orangtua untuk memberikan nutrisi yang tepat.
Karena itu, Rini berpendapat, orangtua lebih kritis dalam membaca label produk nutrisi anak. Selama ini, banyak orang tua cenderung fokus pada kandungan tambahan seperti AHA, DHA, Omega-3, dan Omega-6, padahal komposisi utama penting untuk dipahami.
Kandungan yang tercantum pertama di dalam urutan komposisi menunjukan komponen terbesar dalam suatu produk.
“Orang tua perlu memperhatikan kualitas sumber bahan, proses produksi, serta ada atau tidaknya tambahan seperti gula atau pemanis tertentu. Dengan memahami komposisi secara lebih menyeluruh, orang tua dapat memilih produk nutrisi anak secara lebih tepat dan bertanggung jawab,” tutur Rini.
Baca Juga: Punya Anak Gen Alpha? Ini 4 Tips Parenting yang Wajib Anda Terapkan
Di tengah banyaknya pilihan produk nutrisi anak di pasaran, pemahaman orang tua Indonesia terhadap komposisi utama, asal-usul sumber bahan, dan proses produksi masih perlu terus diperkuat.
Melihat kebutuhan itu, Feihe International yang bersinergi dengan Makuku memperkenalkan AceKid ke pasar Indonesia.
Leng Youbin, Pendiri dan CEO Feihe International, mengatakan, kehadiran AceKid merupakan upaya Feihe dalam membuat susu dengan pilihan nutrisi anak yang berkualitas dan edukatif bagi keluarga Indonesia.
Leng menuturkan, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi AceKid. Hal ini karena Feihe ingin membawa standar yang sama dengan di negara-negara maju ke Indonesia.
Feihe percaya, setiap anak berhak mendapatkan nutrisi yang lebih baik berbekal pengalaman Feihe mengunjungi Indonesia beberapa tahun yang lalu.
“Melalui AceKid, kami ingin menghadirkan pilihan nutrisi anak yang tidak hanya mengedepankan kualitas produk, tetapi juga transparansi komposisi, sumber bahan baku, dan edukasi yang bertanggung jawab bagi keluarga Indonesia,” ucap Leng.
AceKid juga menegaskan dukungan penuh terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan.
Penggunaan produk nutrisi anak perlu didasari pada pertimbangan kebutuhan anak dan, bila diperlukan, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan agar pemenuhan nutrisi dilakukan secara tepat, aman, dan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News