M O M S M O N E Y I D
Bugar

Fungsi Ginjal Terganggu? Waspada, Obesitas Bisa Tingkatkan Asam Urat

Fungsi Ginjal Terganggu? Waspada, Obesitas Bisa Tingkatkan Asam Urat
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit asam urat lo, suatu bentuk radang sendi yang dipicu oleh tingginya kadar asam urat dalam darah.

Kelebihan lemak tubuh, terutama di sekitar organ visceral meningkatkan laju pembentukan asam urat dan menghambat pengeluarannya oleh ginjal. 

Kristal asam urat dapat terbentuk di persendian dan menyebabkan serangan asam urat yang menyakitkan.

David Perlmutter, dokter neurologi, menyatakan,  obesitas juga mendorong peradangan dan meningkatkan kadar asam urat bersamaan dengan resistensi insulin.

Oleh karena itu, kombinasi faktor-faktor ini cukup untuk meningkatkan kejadian asam urat pada penderita obesitas sehingga mendorong pengelolaan berat badan.

Baca Juga: Penyebab Asam Urat Naik: Bukan Hanya Makanan, Ada Fakta Mengejutkan

Bagaimana obesitas memengaruhi kadar asam urat?

Dilansir dari Levels.com, obesitas dapat berdampak signifikan pada kadar asam urat dalam tubuh yang menyebabkan peningkatan risiko terkena kondisi seperti asam urat dan batu ginjal. Berikut cara obesitas memengaruhi asam urat:

1. Peningkatan produksi asam urat

Obesitas dikaitkan dengan produksi asam urat yang berlebihan, suatu produk metabolisme purin. Sel-sel lemak atau adiposit berkontribusi pada produksi asam urat yang berlebihan, terutama pada orang dengan lemak visceral.

2. Penurunan ekskresi asam urat

Pada individu obesitas, ginjal bisan mengalami gangguan dalam mengeluarkan asam urat secara efisien. Hal ini sebagian disebabkan oleh resistensi insulin dan gangguan metabolisme lainnya yang umum terjadi pada obesitas.

Hal tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal dan mengurangi pembersihan asam urat dari darah.

3. Resistensi insulin dan hiperinsulinemia

Resistensi insulin menjadi ciri khas obesitas, meningkatkan konsentrasi insulin dalam darah. Peningkatan insulin dapat menurunkan ekskresi asam urat melalui ginjal.

Sehingga, meningkatkan kadar asam urat. Resistensi insulin selanjutnya berkontribusi pada penumpukan lemak yang diperburuk oleh perubahan-perubahan ini.

4. Peradangan

Obesitas dikaitkan dengan peradangan kronis tingkat rendah yang juga menyebabkan peningkatan kadar asam urat. Produksi sitokin inflamasi yang berlebihan seperti interleukin-6 dan faktor nekrosis tumor-alfa pada individu obesitas akan menyebabkan ketidakseimbangan kadar asam urat.

Hal tersebut mengakibatkan hiperurisemia (kadar asam urat tinggi dalam darah).

Baca Juga: Bukan Hanya Jempol Kaki, Ini Sendi Lain Target Kristal Asam Urat

Hubungan asam urat dengan sindrom metabolik

Obesitas adalah ciri utama sindrom metabolik yang juga dikaitkan dengan hiperurisemia. Sindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko, termasuk tekanan darah tinggi, kadar kolesterol abnormal, dan gula darah tinggi yang bersama-sama meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan asam urat.

Menurunkan berat badan dapat membantu mencegah asam urat dan mengurangi frekuensi serta keparahan serangannya. Berikut caranya:

1. Menurunkan kadar asam urat

Penurunan berat badan mengurangi jumlah asam urat yang diproduksi dalam tubuh. Lebih banyak lemak tubuh, terutama lemak visceral di sekitar organ dalam, berkontribusi pada kadar asam urat yang lebih tinggi yang merupakan penyebab utama penyakit asam urat. 

Mengurangi lemak tubuh menurunkan kemungkinan asam urat membentuk kristal di persendian dan selanjutnya memicu serangan asam urat.

2. Peningkatan fungsi ginjal 

Obesitas dikaitkan dengan resistensi insulin dan gangguan fungsi ginjal yang menghambat kemampuan tubuh untuk mengeluarkan asam urat. Penurunan berat badan memperbaiki fungsi ginjal yang memungkinkan ginjal untuk mengeluarkan kelebihan asam urat dari sistem tubuh.

Sehingga, mengurangi risiko terkena penyakit asam urat.

3. Mengurangi peradangan

Obesitas memicu peradangan kronis tingkat rendah di dalam tubuh. Oleh karena itu, menurunkan berat badan akan mengurangi peradangan ini sehingga tubuh tidak mudah terpicu oleh serangan asam urat dan juga dapat mengelola penyakit asam urat.

4. Pencegahan sindrom metabolik

Obesitas merupakan komponen utama sindrom metabolik yang meningkatkan risiko penyakit asam urat. Sindrom metabolik meliputi kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar kolesterol abnormal. 

Menurunkan berat badan dapat mengurangi faktor risiko ini lebih lanjut, sehingga menurunkan kemungkinan terkena penyakit asam urat.

5. Kesehatan sendi

Menurunkan berat badan mengurangi tekanan dan ketegangan pada sendi-sendi penopang berat badan seperti lutut, pergelangan kaki, dan kaki yang merupakan lokasi umum serangan asam urat. Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi keparahan serangan dan juga mencegah kerusakan sendi lebih lanjut.

Singkatnya, menurunkan berat badan dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah asam urat dengan menurunkan kadar asam urat, meningkatkan fungsi ginjal, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan sendi secara keseluruhan. 

Diet seimbang dengan olahraga teratur akan membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

Baca Juga: Bahaya Asam Urat Tinggi: Ancam Jantung & Ginjal Pasien Leukemia

Makanan yang sebaiknya dikonsumsi pasien asam urat

Diet anti-asam urat menekankan makanan yang cenderung menurunkan kadar asam urat dan mengurangi peradangan. Kunci pengelolaan asam urat adalah dengan memasukkan makanan rendah purin. Mulailah dengan:

1. Buah-buahan segar

Di antara buah-buahan, ceri dikatakan dapat menurunkan kadar asam urat pasien dan mengurangi kekambuhan. Buah-buahan lain yang serupa termasuk pisang, apel, jeruk, dan lemon.

2. Sayuran

Sayuran seperti sayuran berdaun hijau, brokoli, mentimun, dan tomat, semuanya sangat baik dalam hal kandungan purinnya.

3. Biji-bijian utuh

Ini termasuk serealia semu dan beras merah. Gunakan untuk mendapatkan energi tanpa meningkatkan kadar asam urat.

4. Produk susu rendah lemak

Contoh produk susu rendah lemak yakni yogurt dan susu. Produk-produk ini juga membantu mengurangi asam urat.

Ada juga produk yang mengandung lemak sehat yakni kacang almond dan alpukat yang baik untuk pasien asam urat. Itulah informasi mengenai obesitas jadi salah satu faktor risiko utama penyakit asam urat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

WHO: Penyebaran Ebola Bundibugyo di Kongo Lebih Cepat dari Wabah Sebelumnya

WHO mengungkapkan, penyebaran wabah penyakit Ebola virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo lebih cepat dibanding wabah Ebola sebelumnya.

6 Olahraga yang Bikin Panjang Umur, Salah Satunya Bisa Tambah Usia sampai 6 Tahun lo

Dari jalan kaki hingga bulu tangkis, ini jenis olahraga yang bikin panjang umur dan terbukti ampuh menurunkan risiko kematian penyakit kronis.

7 Manfaat Ubi Ungu untuk Kesehatan, Bagus buat Pencernaan dan Diet

Ketahui beragam manfaat ubi ungu bagi kesehatan tubuh, mulai dari melancarkan pencernaan hingga menjaga berat badan tetap ideal.

ETF XGLD Meluncur, Indo Premier Buka Akses Nabung Emas Modal Mini

Indo Premier meluncurkan XGLD, ETF emas yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur emas fisik melalui bursa dengan modal relatif kecil.

Batasi 4 Buah Tinggi Kalori Ini Jika Tidak Mau Diet Anda Gagal, Catat Ya!

Sedang diet menurunkan berat badan? Ketahui 4 buah tinggi kalori yang harus dibatasi saat diet berikut ini.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Rabu (19/8), Hujan Ringan di Banyak Wilayah

Prakiraan BMKG Rabu-Kamis menunjukkan Jawa Barat didominasi hujan ringan di sejumlah wilayah, sementara lainnya berawan.​    &

10 Keterampilan Finansial yang Bisa Membuka Peluang Penghasilan Lebih Besar

Kenali 10 keterampilan finansial yang membantu mengembangkan aset, karier, jaringan, dan peluang penghasilan secara bertahap.

Jawa Tengah Berawan Merata pada Rabu (19/8), Cek Prakiraan Cuaca Setiap Wilayah

Prakiraan BMKG Rabu (19/8) menunjukkan seluruh wilayah Jawa Tengah berawan, lalu cerah dan cerah berawan pada Kamis.​  

5 Fitur Rumah yang Makin Dicari Pembeli di Tahun 2026, Tak Cuma Soal Luas

Lima fitur rumah ini makin diperhatikan pembeli pada 2026, mulai ruang terbuka hingga tata ruang yang nyaman dan fungsional.  

7 Barang yang Sebaiknya Tidak Menumpuk di Rumah Menurut Para Ahli

Rumah yang terlihat rapi ternyata bukan hanya ditentukan oleh seberapa sering seseorang membersihkannya. Begini cara atur yang benar.